.

Kamis, 20 Mei 2021

Risalah ma’had Al Utsmani.


Pertenggahan bulan Oktober 2013 kami bertemu dengan temen lama ikhwan salafy yang dahulu pernah menjadi tetangga di Jl hang jebat 3, namun sekarang sudah menikah dan tinggal di kota hujan, bogor. Tak ujarnya sebuah bertemanan kami ingin mengobrol lama maka setelah sholat isya berjamaah di masjid alfajar kami bersama berlama-lama di warung pecel ayam tidak jauh dari masjid. Cerita ini itu masa lalu sampai selama tidak ketemu dan tiba dengan satu pertanyaan yang membuatku terdiam: Akhi jadi kapan mau nikah???

Saya dengan putus asa dengan suara yang merendah lagi lirih memaparkan kepada beliau, ustadz memang siapa yang mau dengan saya, saya ini hanya lulusan D3 dan bekerja menjadi staf biasa bukan saudagar apalagi juragan, apalagi kalau di adu dengan masalah agama? Ana minder, Hafalan Quran pas-pasan amalan sunah apalagi.

Setelah mendengar keluh kesahku maka teman saya ini perlahan membangunkan singga yang tertidur dan memberi hujah dengan mengawali tentang kemuliaan seorang laki-laki yang menjaga pandanganya terhadap wanita yang tidak halal, serta keindahan bersabar dalam takdir dan mengharap ridho Alloh SWT. Diapun membawa amanah kurang lebih sebulan yang lalu bertemu dengan salah seorang di daerah Jakarta timur dia ingin kalau anaknya segera menikah. Dan dia merasa nak Okta lah yang cocok…

Saya langsung tertarik dan menanyakan apa dia sekufu dengan saya (maksudnya tidak ada perbedaan yang terlalu jauh dalam berbagai hal)?

Diapun memaparkan insaAlloh ia, dia sebulan lagi wisuda sarjana dari Universitas UHAMKA, wajahnya lumayan dan insaAlloh dia sefikroh dengan antum, pernah aktif di tarbiyah untuk yang lain-lain ngga usah difikirkan jangan sampai keragu-raguan menyelimuti niat antum untuk menyempurnakan separuh agama.

Baik, beri waktu saya untuk istiqoroh dalam sebulan kedepan..

Tepat sebulan lebih 3 hari diapun memberi kabar kalau ibu dan bapaknya sudah menunggu nak Okta dan teman saya pun sudah memaparkan asal usul dan kondisi saya selama berteman sepanjang yang dia tau, silahkan datang ahad pagi bila berkenan.

Penuh semanggat kami pun datang dengan teman saya dan janjian ketemu di stasiun tanjung barat, dengan mengunakan sepeda motor warna merah kami melaju penuh optimis bak tim U-19 Indonesia saat menjamu Malaysia di stadion Jaka baring Solo beberapa waktu lalu.

Setelah masuk ke nama jalan yang di maksud kita tiba di sebuah rumah yang begitu besar untuk ukuran Jakarta, dan 2 mobil keluaran terbaru yang diparkir di garasi samping rumah membuat saya pun ciut nyali. Melihat kedatangan kami berdua maka bapak yg empunya rumah mempersilahkan masuk dan mengawalinya dengan obrolan basa-basi yang membuat muka saya tidak terlalu memerah karena gugub.

 

Sang bapak pun menanyakan perihal ini itu seperti obrolan santai, biasa saja seperti orang yang baru kenalan sangat ramah dan diapun menceritakan tentang perjuanganya dahulu mulai dari penjual susu, menjadi pegawai di bandara sampai usahanya menjual kabel untuk kontruksi. Diapun sekarang memiliki beberapa yayasan ada Riadus Shalihin, Tahfidz Al Utsmani dan yayasan yatim piatu juga TK sampai PAUD dia dominasi. Ceritanya yang diutarakan membuatku semakin ciut aja serasa mau pulang, namun Bapak tersebut selalu menepis kesenjangan tentang hidup di dunia ini, harta memang penting tapi ada yang dilupakan sebagian orang yaitu keimanan dan kesolehan.  Dia juga memperkenalkan kalau anak pertamanya sama juga di dunia kesehatan namun dia seorang dokter yang sedang merintis jasa konsultan dan anak keduanya memiliki usaha bimbingan belajar yang tidak jauh dengan nak Okta tinggal.

 

Saya jadi menyalahkan diri sendiri kenapa saya tidak meminta biodata terlebih dahulu, kalau begini kan ngga sebanding gumamku. Tiba giliran sang anak ke-3 keluar membawakan air minum dan beberapa hidangan di nampan, diapun mengucapkan salam kepadaku, hanya sepersekian detik kemudian orang tuanya berujar: kalian sudah tau bapak ini umurnya sudah mendapat bonus (lebih dari 63 tahun) dan saya mengindap penyakit Parkinson, saya haya berdoa semoga kalian disatukan. insaAlloh namun saya kembalikan semua ini kepada kalian.

Tiba diujung pamit sayapun mengakhiri: biarkan kami beristikharah memohon ilmu dan takdir Alloh jika baik untuk agama dan kehidupan kami semoga di mudahkan, nanti akan kita kabari beberapa hari. Dan biarkan juga akhwatnya melakukan hal yang sama apapun yang terjadi kita sama sama ikhlas dan ridho.

 

Dalam beberapa hari kami pun istikharah dan peristiwa kemarin ternyata menjadi pertemuen terakhir diantara kami.

 

 

 


Belum Jodoh

Ba’da tahmid wa sallam

Sore hari sepulang kerja saya tiba-tiba mendapat telpon dari Murobi ana, Ustadz hasan. Beliau menanyakan perihal tentang bagaimana sudah ada tidak pilihan akhwat setelah sebelumnya gagal berproses, jika belum ada maka ada lagi akhwat yang siap berta’aruf.

Maka sayapun dengan hati tegas menjawab, jazakalloh ustadz ana insaAlloh siap.

Maka tak lama kemudian sebuah biodata akhwat lengkap berisi daftar riwayat hidup hingga foto dia cantumkan, saya pun diberi waktu 3 hari untuk beristikharah dan juga bertabayun dengan orang yang dipercaya termasuk musyawarah dengan keluarga bila diperlukan.

Tiga hari pun berlalu menginggat kami harus memberi keputusan dalam waktu dekat maka saya mengharap pertolongan Alloh SWT dengan mengatakan, insaAlloh ana siap lanjut ustadz mohon do’anya. Saya kemudian menanyakan jawaban dari akhwatnya maka kami pun mencari waktu yang tepat yaitu pada halakoh yang akan diadakan dikemudian hari.

Jum’at malam sabtu pun tiba waktu dimana kami bisa bertemu dengan guru ngaji, saya hadir lebih awal menghadiri pertemuan pekanan ini, seperti pengajian sebelumnya kamipun memulai dengan murojaah hafalan Qur’an dan di lanjutkan mauidzoh hasanah hingga pada akhirnya nanti ada khodoya atau berbagi curhat2an.

Saya menunggu-nunggu sekali pada sesi kodoya ini, namun sesi ini terlewati dengan kata penutup. Ya karena ustadz hasan sendiri harus menghadiri musyawarah struktur yang tidak bisa diwakilkan.

Kabar yang dinanti pun membuat hati gundah nan resah hingga saya tidak tau harus berkata apa, maka akupun mengirimkan perihal ini melalui email yang juga di ketahui partner ta’aruf tersebut. Setelah email dikirim pun kegelisahan ini belum juga sirna malahan bertambah resah setelah murobi ana memberi tau kalau akhwatnya tidak lanjut, benar-benar resah. Walau kami saling menerima atas keputusan semua ini namun tabiat keresahan sesudahnya itu tidak bisa dinafikan.

Akupun coba berbagi dengan sahabat saya perihal ini dan diapun membenarkan sang akhwat ini, dia berkata: jika saya punya adik yang sebentar lagi wisuda S2 sedangkan didatangi lelaki yang berpendidikan tidak sebanding denganya, saya pun akan memilih dengan pasangan yang berpendidikan setara denganya. Memang temen saya menyampaikan dengan bercanda dengan maksud menghibur namun aku yakini dengan logika.

Sayapun membenarkan proses ini tidak ada yang salah dengan semuanya toh kretiria yang akhwat inginkan ada pada ku maka jangan menyalahkan tidak berlanjut ini karena perbedaan ini dan itu, jangan sampai kalian suhudzon, menikah tidak bisa di duga-duga dengan harus sama ini sama itu, bahkan setara persis. Semua jodoh atas kehendakNya.  Maka Berbaik Sangkalah terhadap takdir yang sudah terjadi.

 

 

 

 

 

Cinta Calon Dokter Muda

Halo siapa ini?

Oh mas Okta..

Ada apa mas…

 

Dia adalah mahasiswa yang menggulang mata kuliah faramakologi lebih dari 4 kali, bukan karena dia mahasisiwi yang malas belajar tapi karena pada universitas tersebut mendapat anugerah dosen yang sangat perfeksionis sehingga tiap angkatan dari 40 mahasisiwa yang lulus hanya 5-15 orang.

Hanya satu mata kuliah ini dia mengulang itu sebabnya dia suka bercerita denganku fia telfon tentang keluh kesahnya menghadapi dosen hingga management kampus yang terus mempersulit mahasiswa untuk mengakhiri studinya. Seusai daftar ulang mahasiswa yang mengulang diminta untuk membayar sejumlah uang yang tidak sedikit untuk membeli beberapa buku farmakologi yang sebenenya tiap taun tidak berganti edisi hanya berganti warna sampul.

Awalnya dia bercerita tentang kesukaran-kesukaran mata kuliah yg sedang dihadapi. Namun saya mencoba memahami arti perempuan kalau perempuan itu bila menghadapi masalah yang kecil aja dalam hidup dia menginginkan ada seseorang yang mendengarnya, dan sayapun meladeninya. Begitulah pendidikan komunikasi yang saya dapat, perempuan tidak perlu solusi tapi perempuan hanya perlu sepasang kuping dan angukan kepala untuk menemaninya berkicau hingga lelah.

Dan percuma kita kasih solusi karena munkin dia bilang iya, iya tapi tidak juga dilakukan begitulah pelajaran komunikasi yang ke dua. Dinasehati lagi dia menjawab, iya, iya dan tidak juga dilakukan.

 

Dia kuanggap sebagai adik saya sendiri bahkan saya memanggilnya adik. Saya pun kadang bercerita seandaianya ada hal yang harus butuh pendapat seseoran tentang sesuatu yang sedang dihadapi. Dan tidak berhenti pada masalah dunia pendidikan dari masalah kecil hingga apa aja menjadi tema yang seru.

Lambat laun kami pun saling memahami dan kamipun saling terbuka kalau kita sama sama suka, namun saya harus memahami dan sudah bisa diprediksi kalau ayahnya menginginkan dia menikah dengan seorang  dokter juga atau dokter spesialis walau saat itu dia juga belum menemukanya.

Disamping itu saya sudah pingin sekali namun wanita ini harus menyelesaikan kuliahnya lebih dari 2 tahun lagi, belum kalau dia molor-molor lagi waktunya. Maka aku berfikir realities sesuai kenyataan yang dihadapi.

 

 

Serpihan hati

Jujur sekian kali saat saya berta’aruf dengan akhwat sebelumnya saya terkadang terpukau sama seorang akhwat yang dahulu pernah sama-sama dalam suatu organisasi keislaman kampus yang berbasis di masjid. Terkadang terfikir kalau saya nikah nanti teman saya yang satu ini nikah ama siapa? Rasa-rasanya saya ngga tega menginggat kontribusi dan pengorbananya apalagi kami sudah berteman cukup lama, ini suatu kelebihan kita sudah tau kekurangan dan kelebihan.

Namun tidak enak rasanya karena saya pernah merekomendasikan akhwat ini ke teman satu kosan saya, saya meyakinkan kalau dia akhwat solehah, insaAlloh dia kelak termasuk dari penyokong kebangkitan ummat ini, yang akan melahirkan anak sekaliber Khalid bin walid, mungking. Dalam segi busana dia sudah berjilbab syar’i. istilah mau perang kita sudah mempersiapkan amunisi, ujarku waktu itu.

Selalu ada keterbukaan aku dengan temen kos ku dulu, bahkan ketika mereka berdua berkomunikasi lewat whatsapp atau line tentang obrolan rencana bisnis alkses ataupu tentang lain-lain aku mendengarkanya dengan antusias walau dihati serasa bergemuruh dan hati ini serasa tertusuk-tusuk, namun itulah konsekwensi yang aku ambil dan memang kalian lebih cocok.

Cukup lama aku amati hubungan mereka ternyata biasa saja. Kami pun tak canggung menanyakan lewat obrolan sebelum tidur dan terbuka takbir kalau memang tidak ada keinginan untuk serius diantara mereka. Beberapa hari saya berdoa dan menimbang akankah akhwat yang dahulu menjadi sahabat baiku sejak lama berakhir dipelaminan. Ada rasa mantap tapi terkadang gusar.

 

Sekilas wanita ini tak ada yang istimewa, seperti aktivis lainya kepribadianya pun kaku, saklek namun santun dan teguh pendirian dalam memegang prinsip. Sewaktu kuliah dulu memang idealis namun ngga tau sekarang, kami sudah tidak lagi bersama-sama setelah 4 tahun, saya pun sudah lupa seperti apa mukanya. Namun ada yang berbeda dengan akhwat ini yang membuatku untuk memuliakanya maka saat liburan 4 hari di djogja sayapun merana melihat teman-teman seusiaku yang sudah mengendong momongan, terlebih saat kami jalan sama keluarga ke tempat makan malam dorongan kami cukup mantap untuk mengakhiri semua ini. Saat menunggu hidangan disiapkan saya pun meminta izin kepada abangku pingin menghubungi seorang teman. Diluar terasa sepi saya pun serasa gugub maklum semasa kuliah di Eleketromedik kami jarang sekali berkomunikasi  dengan perempuan karena mahasiswanya kebanyakan laki-laki wajar bila gugub saat berhadapan dengan perempuan. Untuk menghilangkan kegugupan kamipun mendekati jalan raya biar saya bisa berbicara secara lantang beriring riuh motor jalanan.

 

Ternyata diapun welcome, skenariopun diatur agar proses taaruf ini diketahui kedua murobi. Dan sayapun sepakat dengan mengirim biodata, bermunajat memohon yang terbaik. Kami pun menjalani hari-hari biasa saja karena memang 4-6 tahun silam kita pernah mengenal dan sayapun pernah kerumahnya di daerah Bogor saat dia sakit karena telat makan, sayapun ngobrol dengan bapaknya, seorang ayah yang santun, komunikative dan bijaksana.

 

Komunikasi kami adakalanya tidak melewati murobi, zaman ini begitu mudah sekali jejaring namun kita hanya berkomuikasi lewat media social itu saja kita batasi tidak lebih dari jam 10 malam. Sesekali dia mengirimkan pesan pada jam 8 pagi atau jam 8 malam tentang hal penting maupun tidak penting seperti: ka nonton TV ONE ka ada acara ILC temanya bagus? Saya pun membalasnya dengan: lagi tidak memungkinkan ukh untuk melihat TV, maaf (maklum di kosan aku tidak ada TV)

Tiba sore hari saat aku di ruangan SPEC CT di MRCCC SHS saat menemani teknisi Philips melakukan service tiba–tiba saya teringat akan komunikasi saya dengan seorang akhwat dua bulan lau. Saya menanyakan perihal kelanjutan akhwat yang dimaksud kepada murobiku dan murobiahnya  melalui pesan singkat, tidak lama setelah murobiahnya yang terlahir di LDK IPB berbalas pesan: “nanti orang tua sang akhwat akan menelphon antum kira-kira jam 8 malam”

Sayapun bahagia apapun yang akan terjadi nanti tidaklah ku tau.. kemudian aku charge kedua phonselku untuk memastikan kedua duanya penuh.

Dan setelah sholat isya selesai sayapun memandang jam digital yang ada di ponsel saya, yap menunggu waktu 20.00 sebuah waktu yang menentukan

bersambung

 

Dan untuk yang kesekian kalinya sayapun mendapat pahala kesabaran, InsaAlloh…

Pesona Gadis LIPIA

Pernikahan beberapa teman dan adik tinggkat banar-benar membuat saya kerepotan menjawab pertanyaan dari orang-orang yang tidak tau merasakan bagaimana rahasia menjemput  jodoh itu. Undangan pernikahan bertubi-tubi dari berbagai penjuru menjadikan ingat kalau usiaku tidak belia lagi. Namun aku menikah bukan karena tuntutan usia ataupun keinginan keadaan tanpa dasar, Agamalah yg menjadi motivasi.

Sejak saat itu aku meminta tolong referansi dari teman-teman aktivis kampus yang sudah menikah, untuk mengenalkan wanita berakhlakul karimah. Ternyata rumah tangga baru mereka tak seperti apa yang dilihat, diawal-awal menapaki keluarga mereka sering berbeda pandangan, bertengkar kepentingan bahkan tak seindah yang dibayangkan, itu membuat mereka menganjurkan jangan menikah buru-buru. Sulit mengatur jadwal untuk mengikuti pengajian pekanan walau istri ana seorang akhwat yang dulu active di kampus tapi dia lebih menginginkanku menemani keperluanya dari pada menghadiri kegiatan dakwah di kampus.

Beberapa sahabat yang dulu sama-sama aksi di depan kedubes Amerika, dengan hujatan dan teriakan takbir ternyata tak bisa merdeka menghadapi idealism istrinya. Pada lingkungan keluarga baru perlu adaptasi dalam jangka yg tidak sebentar.

Referensi teman-teman istrinya tidak ia sarankan dengan berkata Akh Okta antum bukan ikhwan sembarangan, tak mudah mencarikan akhwat untuk antum. Terkesan memojokan tapi aku yakin ucapanya tulus.

Seuasai bertemu dengan ibu-ibu binaan pengajian di daerah Simprug aku bertemu dengan temen dia lulusan UII, kami seumuran namun dia belum lama menikah, dia membenarkan pendapat teman-teman memang berkurang waktu menuntut ilmu agama kalau sudah beristri makanya pilihlah akhwat yg beriman sukur pemahaman agamanya tidak diragukan lagi, saya ada teman beliau beristrikan akhwat lulusan LIPIA. Kampus dimana melahirkan anak bangsa seperti Ustadz Anis Mata dan Ustadz Ahmat Heryawan, jika kamu berkenan nanti tunggu kabar bair aku tanyakan lebih lanjut.

Dengan lantaran beliau saya dikenalkan dengan akhwat lulusan syariah LIPIA, dia dibesarkan di Masjid Ataqwa Bekasi. Tempat lahirnya pahlawan nasional Haji Nur Ali ini beliau menempuh pendidikan dari semasa kecil hingga saat kuliah pun dia masih mengabdikan dirinya di pesantren Ataqwa.

Sayapun memantapkan diri bersilaturahmi dengan kaka saya tidak jauh dari daerah tersebut, dan aku perkenalkan tentang perempuan yang sedang aku pilih. Kaka saya pun berujar, kalau di ataqwa insaAlloh tidak diragukan lagi pendidikan agamanya bahkan kakamu sendiri walau tidak lama pernah mengajar SMP disitu, nanti kalau perlu ditanyakan perihal orang tersebut kita bisa selidiki.

Tidak usah diselidiki karena saya sudah mantap maka akupun memantapkan dengan doa istikharah namun sepekan mendapat kabar kalau akhwatnya mengundurkan diri.

 

Poltekes KEMENKES, UII, Gunadarma dan Pencarian cinta di kampus LIPIA

 

Kami Seumuran, Saya adalah lulusan Poltekes Kemenkes, Azwar adalah sahabat saya dari UII sedangkan Arya lulusan Gunadarma. Kedua Sahabat saya ini orang hebat walaupun kami lulusan sekolah umum yg sedikit muatan pelajaran agama namun semangat mereka mengenal Islam sangat luar biasa, tak heran kedua sahabatku inipun menyempurnakan agamanya lebih dahulu dibanding saya.

                                                                                                                                                                                     

LIPIA adalah sebuah kampus dari Arab Saudi yg ada di daerah pasar minggu, Jakarta Selatan, sebuah kampus yg menelorkan  orang-orang hebat diantaranya Ustadz Anis Matta yg mengabdi di parlemen, Ustadz Ahmad Heryawan Gubernur Jawa Barat yg hafidz Quran, Ustadz Ahmad Sarwat pakar ilmu Fiqih Indonesia dan masih banyak lagi jasa-jasa yg disumbangan dari lulusan kampus ini baik yg terkenal maupun yg mengabdi berdakwah dipedalaman pulau Indonesia.

Pertama kali ta’aruf saya beberapa kali dikenalkan dengan Akhwat LIPIA, akhwat yang pandai bahasa arab, memiliki hafalan quran memahami hadist dan sebagainya. Dari Istri akh Arya inilah saya mendapat biodata akhwat siap nikah yg akan diproses dengan saya, walau tidak ada satupun yg berdjodoh dengan saya. Kedua keluarga sahabat saya banyak sekali membantu saya dalm proses mengenal

 

 

 

 

 

 

Mbel Gedes

 

Kecenderungan tanpa dukungan

 

Ingin rasanya pada akhir sebuah halakoh saya berujar kepada murobi untuk mengungkapkan akan keinginan memiliki seorang temen sejati yang dalam suka dan duka saling menangggung beban, saling memahami layaknya nabi ibrahim dianugerahi Bunda Siti hajar yang tangguh ataupun layaknya Azam  dan Anna Althafunnisa dalam kisah novel Ketika Cinta Bertasbih.

Aku memang lelaki yang tidak gesit mencari pasangan sendiri layaknya sebuah atlit saya hanya bisa berlatih dan bertanding, saya sibuk berlatih untuk menyambut kemenanggan. Dalam hal jodoh pun saya menyerahkan ke promotor karena mereka lebih tau apa yang aku butuhkan selain itu dia juga memiliki banyak relasi meskipun keputusan tetap kami pertimbangkan. Memperbaiki diri hanya yang bisa kulakukan untuk menyambut pasangan yang sesuai dengan doa ditenggah harapanku menjadi hamba yang dicintaiNya

Pekan demi pekan hadir tanpa ada singgungan maupun kesempatan sayapun tak lantas memohon agar dicarikan seorang pendamping, diri ini hanya menduga mungkin diriku belum pantas mendapatkan tawaran itu maka kuperbaiki kualitas diriku sebisa mungkin.

Idul adha 2011 sore hari aku mendatanggi sebuah masjid di Jakarta yang aku sering mengobrol dengan adik-adik tingkat mahasiswa, bermaksud membantu finishing seandainya ada masalah yang perlu dibantu sepanjang acara. Ba’da asar sayapun diberi kesempatan untuk mencoba masakan sob sapi bikinan adik2 putri dan ibu-ibu majlis ta’lim, kami pun mecobanya taklama setelah itu ada seorang akhwat yang menyodorkan semur hati dengan piring kecil, tidak ada rasa sungkan diantara kami karena meraka menganggap sebagai keluarga sendiri, ini ka’ cobain aja…

 

Sayapun sekilas bertanya sesudahnya kepada ibu2 masjelis ta’lim disitulah sebenernya awal virus merah jambu itu, namun virus itu tidak membahayakan karena diriku memiliki anti virus yaitu aku sudah bekerja, mandiri dan memiiki keinginan siap berumah tangga. Entah virus itu cukup hebat atau tidak yang jelas ini  yang mendorong saya untuk mengenalnya lebih jauh.

Dijakarta ini saya memiliki sahabat dan juga saya anggap sebagai guru, Bang Dedi Rahayu. Dahulu pernah sama bekerja di RS Premier Bintaro, saya meminta dia menjadi penghubung dan saya pun meminta tolong kepada sang akhwat untuk mengambil surat pengalaman kerja ke bagian HRD dan ternyata bang Dedi pun sudah mengambilnya terlebih dahulu. Maka kumohon dia agar akhwat tersebut bertemu bang Dedi, sang akhwat tidak tau kalau ada maksud tersirat yang terdapat pada surat perintas saya ini, dan anehnya pak dedi pun tak ada respon apa-apa setelahnya.

Saya binggung memilih promotor maka aku hubungi murobi saya Ustadz Fatah Fauzi,LC dan beliau bersedia dengan senang hati: baik akhi besuk mulai ahad pagi ada acara peletakan batu pertama pembangunan Masjid Daarut Tauhid, di Cipaku, Jakarta Selatan oleh gurbrnur DKI bapak Fauzi Bowo, kebetulan ana yang menjadi ketua panitianya jadi mungkin sore hari nya ana bisa menemani, kata beliau.

Kamipun menepati janji yang sudah dirancang menuju ke sebuah rumah tidak jauh dari Islamic Center Bekasi, sepanjang jalan kami merasakan hujan selama 1 jam 45 menit hujan yang lebat yang membuat kami melaju dengan tertatih-tatih.

Silaturahmi dan musyawarah kami berakhir dengan hitbah dan juga penentuan mahar. Dengan permintaan dari keluarga yang hadir pada acara tersebut untuk memperbanyak sholat istikharah.

Setelah sholat taubat dan sholat istikharah malam hari raya idul fitri 2012 kami berhadapan dengan keluarga termasuk saudara kandung, saya ditanya habis-habisan tentang kesiapan pernikahan hingga menjelang terbit fajar matahari, apakah kalian sudah saling mengenal, kalian sudah berteman berapa lama, saya di jatuhkan sejadi-jadinya tentang kemampuan financial dalam menghadapi keluarga baru di perantuan, tak lebih dari itu sebuah hantaman demi hantaman kami terima termasuk apakah cukup dewasa kamu ini untuk membimbing amanah Alloh SWT yang tidak ringan.

Saya pun menerima dengan lapang dada makian orang-orang yang pernah membantu orang tua saya membiayai kuliahku, namun diri tak patah arang kuterus memohon dengan yang maha pemberi pertolongan, la haulaa walaa kuwataa illa billah.

Dua hari setelahnya murobiahnya menghubungiku dia berujar seandainya belum yakin betul ngga usah dilanjutkan. Saya yakin ini perpanjagan tanggan dari akhwatnya namun bola keputusan ada di tangan Ka Okta, dia bilang. Saya meratap apakah ini merupakan jawaban istikharah yang kita lakukan selama ini. Akhwat yang sholelah dan menarik dihatiku apakah tidak Engkau ridhoi maka dengan pikiran kalut aku serahkan kepada yang maha pemberi keputusan. Dengan tidak memberi harapan kosong kepada akhwatnya maka proses ini berhenti dan tidak ada ikatan apa-apa diantara kita. Walau hati ini terasa berkecamuk.

Tuju bulan setelahnya saya mendapat rezeki tambahan dari sebuah perusahaan tender alat kesehatan di Kalimantan timur karena saya menjadi konsultan lepas. Tidak banyak memang namun cukup membuat saya teringgat kepada akhwat yang pernah saya sakiti, bermaksud menuai mimpi-mimpi yang pernah kita rangkai.

 

Bersambung

DM Ala-Ala

 

(Terlambat kasih)

Facebook adalah media dimana kita bisa bertemu dengan temen teman lama, ada juga fitur yang disediakan facebook sendiri,  diantaranya fitur yang saya temui adalah sarana pertemanan. “Orang yang mungkin anda kenal” begitulah yang Nampak di bagian kiri atas disertai foto avatar kitab suci Al Quran  dengan bertaburan bungga mawar bermotiv pink dan putih dengan nama yang islami: xxxx Milatul izzah.

 

Taklama ku add dan taklama pula di konfirmasi, sama-sama lulusan poltekes tapi wanita itu jurusan farmasi. Seperti halnya saran pertemanan yang lain maka aku biarkan begitu saja setelah bertemanan, aku tidak lantas mengajak chating atau mengirim pesan lewat inbox, rasanya tidak akhsan bila harus chat sama akhwat apalagi baru kenal, ngga mau ah disebut ikhwan alay maka kulewati begitu saja.

Hari berganti hari dan waktu berjalan tiba tiba ku lihat kata di status fb nya. kata-kata yang menyemangati dan kata-kata yang memang aku butuhkan waktu itu, penuh motivasi dan sedikit memberi solusi atas rasa gundah. Saya yakkin dia akhwat tarbiyah anggapan saya dia aktivis dakwah kampus yang bisa memberi warna disekitar dan memberi manfaat dimata adik-adik tingkatnya. Taklama setelah itu aku lihat berandanya, tiga setatus teratasnya aku baca dan lumayan mengurangi kegelisahanku dalam dunia dakwah sewaktu itu, tidak lama setelah itu aku mematikan facebook dan aku melupakanya begitu saja, kata-katanya bagus tapi ya itu hanya kesan saja, lalu kulewati begitu saja.

 

Bulan berganti bulan saya pun jarang-jarang membuka jejaring social dan aku mulai mebaca beberapa status yang ada, kurang lebih 15 menit mengamati beberapa kegalauan dan kenarsisan temen-temen lamaku dan saya pun harus mengakhiri dengan log out. Namun sebelum meninggalkan fb giliran setatus terakhir ada nama akhwat yang aku maksud dan aku log in kembali, ternyata nama akunya ditandai foto oleh temen akhwatnya, yah foto saat bersama-sama melakukan pengajian pekanan, disitu saya mengenal mukanya yang membuat kagum lalu aku doakan dalam hati temen-temen farmasi agar tetap istiQomah dalam menjalankan dakwah, dan taklama setelah itu lalu kubiarkan begitu saja.

 

Seminggu setelah itu di waktu yang agak kosong saya online dan mengajak chating dengan wanita yang dimaksud yang kebetulan juga ada titik kuning sebelum namanya yang menunjukan sedang on line. saya menanyakan kabar ikhwan generasi saya dulu, maklum ada sebagian ikhwah yang tidak mempunyai akun facebook dan temen laki saya yang difarmasi hampir semua tidak mempunyai akun. Saya menanyakan kabar mereka dan juga memperkenalkan kalau saya temenya ini dan itu dan dia mengenalnya, saya chating tidak lama dan setelah itu aku tinggalkan dan log out.

 

Setelah sholat ba’diah maghrib tiba-tiba aku menginggat temen-temen ikhwan yang ada di farmasi, kampus kami memang berjauhan, kampus saya deket Kounsil Kedokteran di Blok M, Kebayoran baru sedangkan jurusan Farmasi di Badan pom pasar minggu, dua jurusan ini tidak pernah bertemu terkecuali ada kajian Fosti bersama, terkadang terbesit dalam fikiranku bagaimana agar hubungan silaturahmi ini tetap terjalin, maka beberapa hari kemudian di inbox aku tanyakan ke akhwat tersebut:

“Ukhti Afwan anti sudah punya calon suami belum?”,

Begitu pesan yang aku kirim di inbox dan tak lama dia menjawab: afwan akhi pertanyaanya to the point bangget J.

Saya ngga tau ini akhsan atau tidak sebagai permulaan namun saya begitu terposa dengan semanggat dakwah dan nilai-nilai tarbiyah yang sedikit tertanam dalam perilaku keseharian, maka untuk menindak lanjuti aku tinggalkan nomer hp dan akupun meminta dia kirim juga nomer pribadinya andai kata memungkinkan.

Saat jatuh cinta semuanya serasa indah maka aku pastikan mengenali dia dalam hal kelemahan dan kekurangan agar nantinya saya siap menerimanya. Ingin rasanya saya mengenal dia dari temen-temen disekitarnya, teringgat dulu pernah satu waktu bertemu dengan teman generasi dia saat medikal chek up pada seleksi tenaga kesehatan di RS Premier Bintaro. Segera aku cari nama-nama di phone book dan Alhamdulillah masih menyimpanya kemudian tak ambil fikir aku hubungi dan aku utarakan tentang hal ikhwal ini.

Tiga minggu setelahnnya aku mendapat kabar kalau dia akhwat yang baik dan solehah bahkan selama di kuliah dulu dia rajin meramaikan kegiatan keagamaan, semakin mantap aku rasanya namun ada tapinya dia bilang, lalu dia memberi fakta kalau belum lama dia ada yang deket dengan temen rohisnya sewaktu di SMA namun tidak ada salahnya kak okta maju terus, begitulah pintanya diakhir percakapan.

 

Tidak lama setelah itu aku menghubungi dia lewat telefon tanpa perantara dan tanpa wali, sama persis pertanyaanya namun ini dengan penuh kemantapan yang intinya:

 

Ukhti sudah punya calon pendamping belum?

Pendamping yang nantinya akan menjadi imam…

Imam dalam mengarunggi mahligai rumah tangga…

teman perjuangan dalam mengarunggi samudra dakwah kehidupan…

 

Dan sang akhwat itu berujar:

 Afwan, akhi Okta..

Ana mengerti niat antum, Sayang Ana sudah punya calon….

insaAlloh 2.5 bulan lagi akan walimah,

mohon do’a dan restunya…

kalau berkenan datanglah keresepsi pernikahanku.

Dan sekali lagi afwan saya berdoa semoga ka okta juga menyusul dengan pasangan yang kelak bukan saja menjadi pasangan dunia namun juga pasangan dunia akhirat.

 

 

 

 

 

 

 

 

Ada Ada Aja Kawan

 

1.       Lupus Dan Heppy KW 6

Ketika memasuki hari pertama SMA aku bertemu lagi dengan teman teman yang baru dan dari SMP yang kadang aku baru mengenalnya, yang berbeda dihari pertama saya terpilih menjadi ketua kelas. saya tak habis fikir menggapa temen-temen memilihku padahal baru beberapa kali bertemu dan berinteraksi. Saya jelas menolak karena motivasiku untuk belajar mulai terkikis bahkan saya tidak bisa memberi spirit ke temen2 untuk sama-sama memajukan prestrasi belajar, bahkan saya bertolak belakang dengan mentri pendidikan. Saya memang memiliki pemikiran agak aneh waktu itu seperti: Ngapain belajar tulisan jawa, untuk apa pelajaran matematika yang rumit seperti ini? Toh di dunia nyata ngga banyak dipakai, untuk apa pelajaran sperti kerajinan, music dan pelajaran lainya kalau nantinya tidak ikut uji nasional, Pak menteri pendidikan itu tidak mengerti apa yg kita rasakan.

Otak kami memang lelah jika harus menumbuhkan bakat potensi diri kami sementara juga dituntut mengejar nilai-nilai untuk Persiapan ujian akhir, bahkan aku sering terlambat kesekolah karena beban pelajaran dan sedikit motivasi untuk tumbuh. Orang tuaku bisa memahami kegalauanku waktu itu akhirnya menganti sepeda ontelku agar sekarang menggunakan Vespa PX 150 warisan abangku yang pertama.

Setelah sebelumnya gagal diterima di SMA Taruna Nusantara, dan juga di SMA Teladan kami terpuruk cukup lama, kami menyadari akan kemampuan studyku di bangu sekolah dan saya putuskan bukan ini jalanku, kalaupun harus sekolah bukan nilai pelajaran yang dapat mengangkat derajatku tapi ada sisi lain.

Masa-masa SMA saya menomer duakan pelajaran, saya lebih mengutamakan sosialisasi dan organisasi juga bermain pada exstrakurikuler, entah benar atau tidak pendapat saya terserah. Lho ko’ jadi ngomongin pelajaran bukanya ini tulisan tentang cinta lanjutan kisah kemarin…

Oke kita lanjut … berawal dari acara diskusi di kelas aku terkadang menjadi juru bicara kelompok, tidak ada pelajaran retorika khusus maupun persiapan yang matang yang jelas kalau ada acara diskusi selalu siap, dan ngga mau kalah. Seiring berjalanya waktu kita melewati beberapa pelajaran yang berhubungan dengan diskusi, ada perempuan yang memiliki suara yang lembut namun logis saat mengutarakan pendapat. Siswi ini menjadi andalan jika harus menjadi kaum hawa menyampaikan orasi, dan semua tertarik dengan keanggunanya.

Tidak sedikit teman dari kami mengatakan kalau dia banyak persamaan  denganku, sejak itu namanya berganti menjadi heppy panggilan wanita kekasih lupus dalam film cinta Indonesia yang cukup tekenal di era TV Hitam Putih. Entah siapa yang memulai panggilan itu saya tidak tau padahal belum pernah seumur hudupnya dia membonceng motor vespaku.

Pada awalnya biasa-biasa saja namun ada yang berbeda pada diri perempuan itu, pada suatu jam istirahat aku coba mendekati sesosok siswi yang sering mengenakan jas warna kuning tua ini. Dia memang Nampak berbeda walau tidak bisa bahasa jawa namun siswi ini memiliki kepribadian yang santun dan berbudi pekerti luhur. (halah… kaya’ UUD aja)

Ya memang saat kelas kami medapat tugas upacara siswi ini terkadang lebih senang membacakan UUD 45 lain halnya denganku terkadang menjadi komandan upacara, dari situ dan acara-acara lain kami sering bersama.

Tidak ada hubungan istimewa diantara kami, kami hanya berteman biasa layaknya teman yang lain. Sesekali ada temen perempuan yang bilang kepadaku: “udah jadiin aja.. jadiin temen istimewa dihaatimu.. “ kalian cocok sekali lho..

Ada juga beberapa temen laki-laki yang mulai menjaga jarak dengan siswi tersebut dikira kami menjalin hubungan khusus.

Sewaktu berstatus pelajar ngga tau kenapa saya tidak mau memiliki teman dekat karena hal itu tidak lazim pada budaya keluarga kami, Saya memang tidak ada yg melarang kalaupun dekat dengan lawan jenis, pelajaran agama sayapun belum sampai tentang adab bergaul dengan bukan mahramnya namun mata hati kami bicara, stop pacaran.

Cinta itu Apa tho?

 

1.       Sebuah Perhatian berbeda

Layaknya kita baru mengenal seseorang kami pun bahagia mendapat teman teman di SMP yang baru, kami pun saling berkenalan satu sama lain. Layaknya orang sekarang saya bisa dibilang yang paling ‘kepo’ diantara teman yang lain dalam soal perkenalan. Begitu mengenal teman teman baru dari asal sekolah yang berbeda saya sangat tertarik untuk menanyakan ini itu mualai dari SD mana? Sekolah itu didaerah mana? Sampai jalan menuju tempat itu melewati mana? Tidak hanya kaum laki-laki kamipun berkenalan dengan semua siswi yang ada dikelas. Bahkan aku terkadang memberanikan diri bertanya, bolehkah aku main kerumahmu sepulang sekolah suatu saat nanti?

Seiring berjalanya waktu kami mulai diam-diam memperhatikan apa hobinya temen-temen hingga hal apa yang membuatnya senang pun tak luput dari pembelajaran saya waktu itu. Setahun berjalan saya hampir mengenal semua karakter dan kepribadaian masing-masing teman, berhenti disitu ada seorang siswi yang membuatku termanggu pada seorang yang memiliki kebribadian anggun, cerdas, enerjik dan juga diterima disemua kalangan bahkan hampir semua berteman dengan siswi tersebut dengan baik.

Saya merasa tenang berada didekatnya walaupun tidak satu orang pun yang tau kalau aku memendam rasa suka pada perempuan ini tapi aku merasakan diapun juga ternyata demikian sama halnya dengan perasaanku, mungkin. Nampak sekali dengan pengorbananya disuatu senin pagi. Memang setiap hari senin kita dianjurkan untuk berganti tempat duduk,  Siswi itu datang untuk memilihkan tempat duduk yang tidak jauh dari saya. Bahkan ketika saya mengeser tas ranselku agar duduk berjauhan  siswi ini lantas berkata dengan sedikit kesal:

“Okta kamu jangan jauh-jauh! Duduk di sini saja dekat dengan ku..”

Tidak itu saja aku memang hobinya debat atau bertanya yang sulit-sulit pada saat pelajaran sosial, andai kata argument saya terpojok saya sering mendapatkan pembelaan oleh siswi ini, bahkan dia taklupa mengingatkan aku saat lupa absen pada acara latian upacara atau pendidikan baris- berbaris.

Di Era Presiden Gus Dur Semua orang senag karena liburan bulan ramadhan yang sebulan penuh terkecuali saya sedih sekali, begitu juga siswi ini paham kalau sebulan lebih tidak bertemu, pernah dia bertutur:

“Okta nanti kalau ba’da sholat subuh kamu main sepedaan ya… kamu lewat depan rumahku..”, demikian pintanya.

Disela-sela pelajaran kami berinteraksi dengan semua murid namun perhatian yang aku dapatkan memang selalu berbeda adakalanya saat ada tugas menulis pada pelajaran sejarah kami sering bertukar buku tulis, bahagia rasanya menulis diatas buku orang yang kita sukai dan juga senang nantinya bisa membaca buku hasil tulisan orang yang kita sukai. Begitulah romantika kami menghiasi pelajaran berinovasi supaya pelajaran yang disampaikan dapat selalu diingat.

Bahkan sampai kuliah saya masih menyimpan buku-buku tulisanya yang tidak banyak meskipun dia sudah menikah dengan lelaki tambatan hatinya, aku tata rapi dalam rak di kota kelahiranku namun karena tragedy gempa bumi yang mengguncang kota kami pada 27 Mei 2006 lalu semua terkubur bersama reruntuhan tembok, ibuku memang sempet memilah buku yang banyak itu namun ibuku tidak sempat membedakan mana catatan yang masih bisa dibaca dan mana buku tulis yang bisa membuat anaknya nyengir-nyengir sendiri kalau membacanya…

Begitulah kisahku aku tidak pernah bilang suka kedia  begitu juga wanita tersebut, sampai sekarang..

 

 

Suratan Bocah

1.       Surat itu dtitipkan kepada ibuku

Kelas 6 SD adalah masa dimana tubuh saya ada dalam anugrah Alloh SWT yang luar biasa, bersyukur aku dikaruniai badan sehat bahkan otak kami selalu prima dalam menjalani hari hari disekolah. Mendengarkan penjelasan dari guru, mengerjakan soal dan tugas bahkan semua hari-hariku aku lewati dengan bahagia dan ceria.

Liburan sekolah SD adalah waktu yang tidak disia-siakan oleh orang tua kami untuk melakukan syariat agama yaitu khitan, berbeda dengan anak laki-laki yang lahir di lain propinsi mereka disunat sejak kecil atau bayi. Karena saya lahir di Djogja maka anak seusia kami baru melakukan sunat (syrkumsisi) pada usia sekitar 12 tahun.

Disaat inilah mulai tumbuh jerawat di mukaku dan suarakupun ada perubahan, sebelum disunat memang saya pernah bermimpi basah (mimpi dan ketika bangun mengeluarkan cairan aneh di celana), dan mimpi itu saya ceritakan kepada guru ngaji kang Martadi maupun kang Zawawi yang pernah nyantri di pesantren Al Mahali Mbrajan, Wonokromo. saya kemudian mendapat penjelasan panjang lebar dan sudah tau kalau saya sekarang sudah baligh, guruku berpesan jangan dekati zina karena itu perbuatan kejih dan mungkar, pesan itu saya jadikan salah satu prinsip hidup saya sampai saat ini.

Kami sekolah dengan murid laki-laki dan perempuan, tempat duduk kami memang terpisah tapi ketika istirahat atau waktu senggang kami saling berinteraksi antar lawan jenis, untuk sekedar meminjam pengaris atau penghapus, atau senggaja tidak membawa buku paket agar bisa bilang ke perempuan yang kita maksud:

 “ehm.. saya ngga bawa buku, temen semejaku juga tidak, boleh pinjem satu?

Walau sama-sama buku pelajaran matematika tapi kalau millik perempuan yang kita suka rasa-rasanya tidak sedang membaca rumus pitagoras atau rumus kelilling bujur sangkar melainkan serasa duduk di halaman sekolah dengan teman-teman atau sedang bermain bola kasti, memukul bola dengan penuh tenaga atau mendapat bola dan siap melemparkan bola tepat di kakinya dengan berlari kencang, lemparan pelan namun tepat sasaran, indah sekali rasanya..

Tidak ada diantara kami istilah foling in love atau  seperti anak remaja zaman sekarang menyebutnya pacaran, namun hubungan kami adalah hubungan interaksi dengan baik, saling memberi saling menolong dan saling membantu karena wali kelas kami dulu memiliki cita-cita yang tinggi, guru-guru kami ingin kami lulus semua dan diterima di SMP yang negeri karena biaya sekolah yang lebih murah dan tidak membertkan orang tua.

Saking seringnnya saya menebar kail ke semua orang ternyata ada satu perempuan yang nyangkut, dia tidak lain adalah juara kelas yang selalu mendapat peringkat. Mungkin saking seringnya saya berinteraksi whait ing tresno jalaran soko kulino, maka ketika ibu saya berbelanja ke warung yang tidak jauh dari rumahku siswi tersebut menitipkan surat tanpa amplop yang berbunyi kurang lebih:

“Mas Oka Aku mencintaimu”.

Sobekan kertas itupun dibaca oleh ibuku dan ibu hanya senyum-senyum melihat kearah kertas dan sesekali mengusap rambut kepalaku. Ojo ya lee… rasah neko-neko…

Saya pun tidak membalas surat itu juga tidak menanggapi isi surat tersebut, di kemudian kami bertemu disekolah atau di tempat TPA kami biasa saja. Aku memang menyukainya bahkan lebih dari yang dia rasa namun saya tidak faham untuk apa hubungan ini toh banyak dosanya dan saya tidak bisa mewujudkan. Jadi Biarkan aku mencintaimu seperti aku mencintai temen-temen lainya.

 

 

 

 


Cinta Bocah SD


Sekolahan kami memang berbeda, wanita itu sekolah di SD Muhammadiyah Karang tenggah Sedangkan saya sekolah di SD Karang Tenggah Baru, jarak sekolah kami bisa dibilang jauh karena harus melewati beberapa desa baru sampai. Yah di desa kecil, desa di wilayah Djogja bagian selatan inilah kisah ini berawal.

Saya memang tidak paham apa yang mereka ucapkan, wanita itu selalu menitipkan salam kepada saya melalui temen temennya yang kebetulan kami sering sholat maghrib di masjid yang sama. Saya benar tidak tau bahkan tidak paham dengan kosakata yg sering kali temen-temen perempuanya menitipkan kata:

“Oka kamu dapat salam dari Ade’…, Gimana? Kembali tidak?”

Itulah kata yg sering disampaikan temen2nya bahkan kaka tingkat pengajianya.

Tempat ngaji kami memang terpisah bisa dibilang kami hanya sesekali berpapasan saat berjalan menuju masjid atau terlihat sekilas saat mau mengambil air wudhu.

Pernah temenya bilang kepada saya kalau wanita itu suka sama aku. Waktu itu saya sama-sama kelas 3 SD, jujur untuk anak seusia saya jarang dikenalkan orang tua tentang arti cinta bahkan hubungan lawan jenis. Saya tidak faham dengan yang mereka ucapkan, yang saya tau waktu itu hanya sekolah, belajar dan bermain. Dan setiap aku mendapat tatapan wanita dengan kesan aneh atau setiap mendapat titipan salam saya hanya diam, diam bukan berarti suka atau tidak suka, diam karena tidak tau apa apa.

Sebenernya tidak bisa disebut jatuh cinta karena saya juga belum kenal betul dengan rasa itu, dibilang saya jatuh cinta juga tidak karena saya juga tidak secara kusus memberikan hati dan perhatian kepada wanita ini.

 

Sabtu, 20 Januari 2018

KEBUTUHAN AIR RO

List Of Error Type Aerocom

List Of Error Type
Aerocom
Pneumatic Tube System 
 LIST OF ERROR TYPES 

11.       Communication error with station no.xx
          
Terjadi di station, komputer control akan menunjukkan station yang mengalami communication error di gambar graphic pada komputer. Gambar station yang bermasalah akan berubah menjadi warna merah dari sebelumnya berwarna kuning (normal).

Langkah perbaikan  :
Ø  Periksa pengaturan nomor dan jenis station,pastikan sama dengan yang ditunjukkan komputer.
Ø  Reset station dengan menekan tombol B*7053 / CC7053kemudian pilih menu no.9 (reset)
Ø  Setelah station direset station akan mati sebentar dan hidup kembali,semua lampu LED (merah,kuning,hijau,biru) akan hidup secara bersamaan sebentar setelah itu lampu LED merah akan menyala berkedip selama beberapa detik untuk meng update directory (daftar alamat) dari komputer ke station.
Ø  Jika LCD keypad menunjukkan no names pada station tersebut,pergi ke komputer control klik  System in halt sampai zona tempat station yang mengalami no names barada dalam posisi stop ( Zxx pada deretan Z01 s/d Z32 berwarna putih )
Ø  Klik download,kemudian pilih Zone topography , kemudian akan muncul download topographie to  kemudian klik untuk memberikan tanda  centang pada zona yang akan di download,klik OK tunggu sampai proses download selesai.
Ø  Klik download,kemudian pilih Station configuration, kemudian akan muncul download station configuration to kemudian klik untuk memberikan tanda centang pada zona yang akan di download,klik OK tunggu sampai proses download selesai.
Ø  Klik download, kemudian pilih Directory, kemudian akan muncul download directory to, kemudian klik untuk memberikan tanda centang pada zona yang akan di download, klik OK tunggu sampai proses  download selesai.
Ø  Klik download,kemudian pilih Transfer table, kemudian akan muncul download refererence table to, kemudian klik untuk memberikan tanda centang pada zona yang akan di download, klik OK tunggu sampai proses download selesai.(HANYA UNTUK MULTI ZONE SYSTEM)





22.       Send fault at station no.xx

Terjadi di station,komputer control akan menunjukkan station mana yang mengalami send fault.
Station tersebut akan berwarna merah berkedip pada komputer control.

Hal-hal yang dapat menyebabkan Send fault at station :
§  Blower tidak bekerja akibat overload
§  Jalur pipa terlepas
§  Tube switch station yang dituju langsung menyala sementara carrier belum dihisap dari station yang melakukan pengiriman
§  Tube switch station yang melakukan pengiriman tidak bisa mendeteksi carrier yang lewat, sehingga carrier akan balik kembali ke station pengirim setelah sempat terhisap beberapa saat.
§  Locking pawl penahan carrier pada meja lab tidak dapat melepas carrier pada saat proses pengiriman berlangsung.
       Langkah perbaikan  :
Ø  Memastikan kontaktor tidak dalam posisi overload.
Ø  Memeriksa tube switch di station .
Ø  Memeriksa jalur pipa dimulai dari station yang mengalami masalah sampai ke blower.
Ø  Membersihkan besi pada koil locking pawl dari kemungkinan kotoran yang menempel sehingga locking pawl tertahan.

33.       Eject fault at station no.xx

Terjadi di station,layar monitor pada komputer control akan menunjukkan station mana yang mengalami eject fault at station no.xx. Station yang mengalami masalah tersebut akan berubah warna menjadi merah dari warna normal kuning.

Hal-hal yang menyebabkan eject fault at station no.xx :
§  Carrier tidak jatuh ke keranjang pada saat station menerima, tersangkut antara tube station dan nipple plate sehingga s-tube tidak bisa kembali ke resting position.
§  Tube switch station menyala terus (seharusnya menyala setelah ada carrier yang lewat)
§  Keranjang penuh dan carrier saling menindih dan menghalangi s-tube bergerak.


                Langkah perbaikan  :
Ø  Menyesuaikan sensor posisi  dengan lobang yang terdapat pada nipple plate.
Ø  Memeriksa tube switch station
Ø  Mengeluarkan carrier yang yang tersangkut dan menekan tombol “ C ” pada keypad station,system akan normal kembali dan siap digunakan.

44.       Transit time exceeded in zone no.xx
Pada saat test commissioning pertama sekali telah ditetapkan waktu lama pengiriman maksimal untuk setiap pengiriman, hal ini di lakukan untuk mencegah agar blower tidak menyala terus menerus jika seandainya tube switch station tujuan rusak(terbakar)sehingga tidak bisa mendeteksi carrier yang telah sampai.  Setelah mencapai waktu maksimal tersebut system akan menunjukkan Transit time exceeded in zone no.xx dan melakukan automatic clearing yaitu pembersihan semua jalur dari kemungkinan adanya carrier yang masih berada di tengah jalur dan tidak sampai ke station tujuan, semua carrier yang ditemukan di jalur akan di hisap dan di kumpulkan di bypass untuk kemudian di keluarkan di clearing station (Station yang di tetapkan sebagai penampungan carrier jika sewaktu-waktu terjadi masalah)
Hal-hal yang menyebabkan Transit time exceeded in zone no.xx :
§  Tube switch station penerima carrier rusak (tidak berfungsi).
§  Drive ring carrier sudah gundul.
§  Jalur pipa bocor (putus).
§  Tube switch diverter penghubung station pengirim dan station penerima rusak (tidak berfungsi).
Langkah perbaikan :
Ø  Memeriksa tube switch station penerima carrier.
Ø  Mengganti drive ring carrier yang sudah gundul.
Ø  Memeriksa tube switch diverter.
Ø  Memeriksa dan memastikan jalur pipa tidak ada yang bocor dan putus.


55.       Accepted carrier removed at station no.
Terjadi di station, komputer control akan menunjukkan warna merah bekedip pada station tersebut.  Hal ini menandakan system menyetujui adanya pembatalan pengiriman. System akan otomatis normal kembali.



66.       Station not in resting position
Terjadi di  station, komputer control akan menunjukkan warna merah pada station yang mengalami station not in resting position tersebut.
Hal-hal yang menyebabkan station not in resting position :
§  Magnet yang menempel pada s-tube station copot.
§  Magnetik sensor tidak berfungsi.
§  Jarak antara magnet s-tube dengan magnetic sensor lebih dari 2mm.
Langkah perbaikan :
Ø  Mengganti dan menempelkan kembali magnet yang menempel pada s-tube station
Ø  Mengganti magnetic sensor
Ø  Mengatur agar jarak magnet dengan sensor magnetic nya tidak lebih dari 2mm.

77.       Power pack failure at station no.xx
Terjadi pada station, komputer control akan menunjukkan warna merah pada station yang mengalami power pack failure at station no.xx.
Hal-hal yang menyebabkan power pack failure at station no.xx :
§  Sumber tegangan tidak masuk ke station.
§  Tegangan yang masuk ke station <24VDC
Langkah perbaikan :
Ø  Memeriksa koneksi kabel power dari power pack ke station.
Ø  Menambah power pack.

88.       Error during diverter setting

Terjadi pada diverter, komputer control akan menunjukkan warna merah pada diverter yang mengalami error during diverter setting.

Hal-hal yang menyebabkan error during diverter setting :
§  Ada carrier yang tersangkut di antara pipa dan nipple plate diverter,sehingga s-tube diverter tidak bisa bergerak.
§  Kabel grounding tidak terpasang dengan benar, pada saat ada carrier lewat gesekan antara drive ring carrier dengan permukaan pipa akan menghasilkan listrik static. Hal ini dapat mengganggu kerja diverter.
§  Drive ring carrier sudah gundul sehingga kecepatan carrier melewati pipa jadi berkurang.

Langkah perbaikan :
Ø  Mendatangi diverter yang mengalami error during diverter setting dan menekan tombol “C” sampai lampu LED merah berhenti menyala.
Ø  Mendatangi komputer control,dan klik halt<stop> sampai Z01 berwarna putih.
Ø  Klik clearing w/o  transfer untuk menjalankan proses pembersihan system secara manual.
Ø  Jika ditemukan carrier akan di keluarkan di clearing station.
Ø  Klik start dan pastikan warna Z01 berwarna hitam(ready) atau kuning(busy)
Ø  System siap dipergunakan kembali.

99.       No communication with zone no.xx
Komputer control akan menunjukkan warna biru pada Z01 
Hal-hal yang menyebabkan no communication with zone no.xx :
§  Kabel RS232 atara CCU (central control unit) dengan CPU komputer terlepas.
§  Power pack mati.
§  Lampu LED pada CCU menyala semua (6 lampu LED) seharusnya hanya ada 3 lampu LED yang menyala.
  Langkah perbaikan :
Ø  Menyambung kembali kabel RS 232 antara CCU dengan CPU komputer.
Ø  Memeriksa sumber tegangan masuk pada power pack.
Ø  Menyalakan kembali tombol switch power pack.
Ø  Mengganti CCU (central control unit) dan men download ulang program dari komputer.


110.   No communication with station no.xx atau diverter no.xx

Terjadi pada diverter dan station,  komputer control akan menunjukkan warna merah pada unit yang mengalami no communication di monitor.

Hal-hal yang menyebabkan no communication with station no.xx atau diverter no.xx :
§  Kabel data tidak masuk ke station atau diverter.
§  Tidak ada tegangan yang masuk ke station atau diverter.
§  System tersambar petir (terjadi jika penangkal petir gedung tidak bagus)
Langkah perbaikan :
Ø  Test kabel data dengan tester kabel
Ø  Pemeriksaan tegangan di station atau diverter dengan multi tester
Ø  Mengganti pcb board diverter yang tersambar petir
Ø  Mengganti IC maxim pada pcb station yang tersambar petir.

111.   Alamat hilang dari directory

Pada saat mencari alamat tujuan dengan menekan tombol “A” dan di ikuti salah satu tombol nomor  2,4,6 atau 8 di keypad station alamat yang di cari tidak dapat ditemukan.

Langkah perbaikan :
Ø  Reset station dengan menekan tombol B*7053 kemudian akan muncul pilihan pada LCD keypad, tekan angka “9” untuk memilih menu  reset station. Station akan mati beberapa saat dan hidup kembali, lampu LED merah akan menyala berkedip menandakan daftar alamat (directory) sedang di update dari komputer control.
Ø  Jika daftar alamat masih belum muncul, matikan power pack beberapa saat dan nyalakan kembali.
Ø  Jika daftar alamat masih belum muncul juga, klik Halt<stop> sytem dari komputer, tunggu sampai Z01 berwarna putih,klik download kemudian pilih dan klik directory,klik untuk menandai ke zone berapa directory akan di download,klik OK,tunggu beberapa saat sampai proses downloading selesai,setelah proses downloading selesai, klik start  tunggu sampai Z01 berwarna hitam (ready) atau kuning (busy).



112.   Station tidak dapat mendeteksi carrier

Ketika hendak melakukan pengiriman, setelah memasukkan alamat yang dituju dan carrier diletakkan di sending funnel lampu LED hijau pada station seharusnya hidup. Hal ini untuk menandakan bahwa alamat yang dituju sudah benar. Jika lampu LED  hijau menyala berkedip,ini menandakan bahwa alamat yang dimasukkan salah dan tidak terdaftar di directory komputer.
Apabila setelah memasukkan alamat dan carrier sudah diletakkan di sending funnel,lampu LED hijau tidak menyala hal ini menandakan transaksi  pengiriman kita  tidak akan diproses oleh system.

Hal-hal yang dapat menyebabkan station tidak dapat mendeteksi carrier :
§  Micro switch yang terdapat pada sending funnel rusak.
§  Kabel dari micro switch ke PCB Station terlepas.
§  Kabel dari antenna RFID yang berada di sending funnel terlepas.
§  Data  RFID carrier hilang dari komputer.
Langkah perbaikan :
Ø  Memeriksa micro switch pada sending funnel dengan menggunakan multi tester,jika ditemukan rusak, micro switch harus diganti.
Ø  Memeriksa dan mengencangkan kabel micro switch.
Ø  Memeriksa dan mengencangkan kabel antenna RFID.
Ø  Memeriksa kode RFID carrier dan menyesuaikan dengan data yang telah di program sebelumnya pada komputer control. Jika ternyata data RFID terhapus  dari komputer,maka carrier harus di daftarkembali dengan menggunakan RFID transponder reader.

113.   Carrier jatuh ke dalam meja lab station dan tidak terkirim
Pada saat melakukan pengiriman,setelah menekan alamat yang dituju dan meletakkan carrier pada lobang yang telah disediakan, carrier seharusnya tidak langsung jatuh kedalam meja lab tetapi akan ditahan oleh lockingpawl. Setelah transaksi pengiriman diproses kemudian s-tube station akan berputar dan memicu lockingpawl untuk melepaskan carrier yang ditahan, carrier akan jatuh ke dalam meja lab station dan akan di hisap blower untu kemudian disampaikan ke alamat yang dituju.
Hal-hal yang menyebabkan carrier jatuh ke dalam meja lab station dan tidak terkirim :
§  Setelah melakukan pengiriman,lengan penahan lockingpawl tidak kembali dengan sempurna ke posisi awal.
§  Beban carrier yang dikirim melebihi batas maksimal yang telah ditetapkan (3kg).
§  Kumparan solenoid tidak bekerja maksimal karena besi yang berada ditengah sudah kotor.



Langkah perbaikan :
Ø  Jika masih terdapat carrier didalam meja lab station,lakukan pengiriman palsu,tekan alamat,masukkan carrier yang lainnya tetapi tahan carrier nya.hal ini dilakukan agar carrier yang berada didalam lab station bisa terkirim ke alamat tujuan nya. Menjalankan manual clearing tidak akan dapat mengeluarkan carrier dari dalam meja lab.
Ø  Memeriksa dan mengembalikan lengan lockingpawl  ke posisi semula.
Ø  Jika ditemukan besi pada kumparan locking pawl dalam keadaan kotor,bersihkan dengan menggunakan contact cleaner yang khusus untuk peralatan elektronik.

114.   Carrier tidak sampai ke alamat tujuan tetapi ke station yang lain (nyasar)
Berdasarkan cara kerja system carrier tidak akan mungkin bisa nyasar, hal ini dikarenakan pada saat transaksi pengiriman dimulai system sudah mempersiapkan jalur yang akan dilalui carrier. Dan apabila seandainya nyasar dari system itu benar-benar terjadi maka kecepatan carrier pada saat carrier tersebut keluar dari station adalah 6 m/s ini karena station tersebut tidak dalam posisi siap untuk menerima carrier. Tentu hal ini akan sangat berbahaya untuk sample ataupun obat-obatan yang dikirim. Posisi siap menerima carrier pada station adalah : s-tube station akan bergerak ke tengah nipple plate sehingga lubang s-tube akan tertutup dan udara akan dibuang melalui air release valve yang ditempatkan di dalam plafon,sehingga ruang antara air release valve ini akan menjadi bantalan udara. Carrier akan jatuh pelan pada saat station dalam posisi menerima.
Kemungkinan untuk carrier  nyasar memang ada tetapi nyasar yang dimaksud adalah ketika ada lebih dari satu carrier didalam system sehingga carrier akan saling dorong. Jika di dalam system masih ada carrier, ketika ada transaksi pengiriman yang lain maka  carrier yang berada di jalur tersebut akan di dorong dan carrier itulah yang sampai di station tujuan. Carrier yang di kirim tadi akan tetap berada di jalur. Begitu seterusnya.
Hal-hal yang menyebabkan carrier tidak sampai ke alamat tujuan tetapi ke station yang lain (nyasar) :
§  Tube switch station tujuan menyala tetapi bukan karena dilewati carrier (kemungkinan ada benda lain didalam system)
§  Kabel tube switch station korslet pada saat s-tube bergerak ke posisi menerima sehingga tube switch menyala sementara carrier masih di jalur pipa.
§  Kemungkinan user mengirim 2 carrier dalam sekali transaksi pengiriman (hanya 1 carrier yang diperbolehkan dalam sekali transaksi pengiriman)
§  Tube switch station menyala terus.

Langkah perbaikan :
Ø  Melakukan manual clearing pada system dengan cara klik Halt<stop>,tunggu sampai Z01 berwarna putih,klik clearing w/o transfer,warna Z01 akan berubah menjadi hijau, tunggu sampai proses clearing selesai  dan Z01 kembali berwarna putih,klik start dan tunggu sampai Z01 berwarna hitam (ready) atau kuning (busy). System siap dipergunakan kembali. Manual clearing ini akan membersihkan kemungkinan adanya carrier dan benda lain di dalam jalur pipa,carrier dan benda lain yang ditemukan selama proses clearing akan di keluarkan di salah satu station yang telah ditetapkan sebagai clearing station.
Ø  Memeriksa kabel tube switch station dengan multi tester, jika ternyata kabel tube switch putus maka kabel tube switch harus diganti.
Ø  Periksa tube station, jika ditemukan tube station menyala terus, ganti tube switch station.

Pengertian warna-warna yang muncul dalam monitor  komputer
Zxx (mis;Z01,Z02,Z03…dst) :
Ø  Merah  : Sytem error
Ø  Kuning : Sytem sibuk (ada pengiriman)
Ø  Hijau      : Proses  clering sedang berlangsung (manual clearing dan automatic clearing)
Ø  Biru        : No communication with zone
Ø  Putih     : System dalam posisi stop

Ø Hitam    : System ready (standby)