.

Sabtu, 29 November 2014

Tips Mudah Merawat Rantai Motor




1.Setel rantai secara teratur

Penyetelan tidak sekadar mengencangkan atau mengendurkan rantai, tetapi juga mengatur pengunci pin sambungan serta membersihkan kotoran atau debu yang menempel. Sangat disarankan untuk melakukan penyetelan rantai ini setiap motor telah berjalan 1.000 kilometer. Periksa tingkat ketegangan rantai! Sebaiknya di posisi 2cm. Untuk mengetahui ukuran tersebut, dapat dilihat di mal atau garis standar yang ada di penarik rantai di ujung bawah shockbreaker roda belakang. Ukuran jarak atau tingkat kekencangan juga bisa dilihat dari stiker yang ada pada tutup rantai roda.

Khusus pada sepeda motor Old V-ixion dan New Jupiter MX terdapat indikator untuk pengaturan dan pemeriksaan kekencangan rantai seperti ditunjukkan oleh gambar di bawah ini:


Kita pun wajib memperhatikan kondisi pin pada rantai motor untuk memastikan apakah pemasangannya sudah benar atau telah terjadi perubahan posisi. Hal itu sangat penting dilakukan karena pin merupakan sambungan sekaligus pengunci sambungan rantai. Bila lepas, kita akan repot dibuatnya. Posisi itu cepat berubah karena pada saat kecepatan tinggi pengendara melibas lubang atau jalan bergelombang. Sehingga beban rantai untuk menarik roda motor semakin berat atau pada saat motor mengangkut beban berat.


2.Bersihkan kotoran


Kotoran menempel di sela-sela rantai baik debu, lumpur, atau serpihan lain yang menempel di pelumas rantai. Bila dibiarkan, kotoran tersebut dapat menyebabkan rantai cepat kering, berkarat, dan cepat aus karena getas. Oleh karena itu sangat disarankan untuk rajin membersihkan kotoran tersebut sebulan sekali. Setelah kotoran dibersihkan, lakukan pelumasan kembali pada rantai motor.

3.Atur ketepatan jarak antara rantai dan tutupnya

Untuk sepeda motor yang menggunakan tutup rantai, baik penuh maupun setengah terbuka, sebaiknya memastikan jarak antara keduanya benar-benar tepat sehingga tidak timbul gesekan. Pasalnya, bila terjadi gesekan baik rantai maupun penutupnya akan cepat rusak. Bahkan dalam kasus tertentu rantai bisa putus. Bila hal itu terjadi, maka bukan saja membuat kita harus bekerja ekstra menuntun sepeda motor untuk mencari bengkel terdekat tetapi juga bisa membahayakan keselamatan. Sebab, di saat menggeber sepeda motor pada kecepatan tinggi dan di tengah jalan tiba-tiba rantai putus,kita pun bisa kehilangan kendali terhadap sepeda motor yang sedang ditunggangi.


Selain itu, perhatikan apakah posisi rantai telah sesuai dengan sprocket. Perhatikan pula apakah kondisi gigi gir masih cukup bagus. Bila ujungnya telah banyak yang patah atau tumpul sebaiknya diganti. Hal itu demi keamanan dan supaya rantai tidak ikut cepat rusak.

4.Melumasi rantai

Sebenarnya pabrikan telah merancang, sepanjang umur pemakaian rantai maka tidak diperlukan pelumasan. Namun, karena faktor-faktor lingkungan seperti cipratan air hujan, kotoran dari lumpur atau debu yang berpotensi menyebabkan komponen ini rusak. Oleh karena itu, rantai perlu pelumasan khususnya bagi sepeda motor yang tidak menggunakan penutup rantai.


Hanya saja selama ini masih banyak yang kurang paham mengenai cara memberi pelumas pada rantai yang baik. Kebanyakan orang masih melumasinya dengan menggunakan oli bekas, terutama oli mesin. Padahal, dengan kondisi rantai tanpa tutup maka cairan oli akan menyiprat ke mana-mana saat motor dijalankan. Pada saat hujan, oli tersebut juga akan bercampur dengan air hujan yang bersifat asam. Sehingga, kemampuan oli untuk melumasi juga berkurang. Padahal, dalam kondisi normal efektivitas oli untuk melumasi rantai tidak lebih dari seminggu. Oleh karena itu gunakanlah grease atau gemuk untuk melumasi rantai.Tetapi untuk melumasi rantai dengan grease/gemuk ada triknya bukan asal rantai diolesi pakai gemuk.Jika kang bro kerepotan untuk mempraktekan trik ini disarankan kang bro rajin melumasi rantai pakai pelumas khusus rantai (chain lube) lakukan rutin minimal seminggu sekali.

Cara pelumasan menggunakan grease/gemuk.

Biasanya orang memberikan grease hanya mengoleskan krem kental itu pada rantai sepeda motor. Cara itu malah membuat rantai jadi kotor karena debu2 dan kotoran mudah menempel dirantai dan jadinya malah rantai jadi capat aus karena banyak kotorannya.

Ada tiga langkah yang harus dilakukan agar grease atau gemuk itu benar-benar efektif dan manfaatnya awet :

a. Rebus grease
Langkah pertama , rebuslah grease dengan menggunakan sedikit air sebagai katalisator. Didihkan gemuk tersebut hingga suhu 100 derajat Celsius, yaitu saat air benar-benar mendidih dan rebus hingga air benar-benar hilang atau menguap. Cara ini bertujuan agar gemuk atau pelumas itu bisa benar-benar cair sehingga mampu melewati celah atau lubang yang sangat kecil. Alhasil, pelumas ini benar-benar melumasi seluruh bagian rantai hingga bagian-bagian yang sulit dijangkau sekali pun.

b. Rendam rantai di cairan gemuk

Setelah gemuk atau grease benar-benar mencair dan suhu belum benar-benar dingin atau masih hangat, segera rendam rantai ke cairan itu. Lakukan cara ini hingga cairan gemuk tersebut mulai membeku kembali.

c. Pasang kembali setelah benar-benar kering dan dingin

Setelah gemuk sudah dingin langkah selanjutnya rantai dilap pakai lap bersih sampai rantai cukup bersih. Setelah itu pasang kembali rantai ke gear.

Semoga bermanfaat,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar