Sabtu, 21 Februari 2015

Beredar Kabar Ribuan Penyusup Syiah Berkedok Pencari Suaka Asal Afghanistan tiba di Balikpapan


BALIKPAPAN – Beberapa hari terakhir marak beredar pesan singkat, baik melalui Broadcast BlackBerry Messenger, WahtsApp, SMS maupun jejaring sosial terkait berita penyusupan ratusan Syiah yang mencari suaka.

Dalam pesan singkat tersebut, dikabarkan ratusan orang pencari suaka tiba di Balikpapan, Kalimantan Timur. Mereka mengaku berasal dari Afghanistas namun diduga mereka adalah orang-orang Syiah yang berasal dari luar negeri untuk menyusup ke Indonesia.

Hal itu diketahui melalui berbagai kejanggalan, diataranya; tidak membawa passpor, tidak membawa keluarga dan melakukan kegiatan ritual Syiah, sebagaimana dokumentasi situs Gensyiah.com. Berikut ini pesan selengkapnya yang diterima redaksi Panjimas.com, Jum’at (5/12/2014).

Bismillah .

Balikpapan kedatangan lebih dari 300 pencari suaka yg mengaku dr Afganistan semenjak bulan Februari 2014 dengan beberapa gelombang.

Mereka mengaku pelarian dr Afganistan karena penindasan pemerintahan di sana. Namun anehnya tidak ada satupun dr mereka yang membawa identitas dr negara mereka. Hanya beberapa orang saja yg memiliki pasport.

Yang lebih anehnya lg adalah kedatangan mereka yg mengaku pencari suaka, namun tidak ada satupun yg membawa keluarganya, tidak ada wanita dalam kelompok mereka, anak2 ataupun orang tua. Semuanya pemuda antara umur 23-30 thn. Usia produktif.

Setelah sedikit mengintip kegiatan mereka sehari2 di Rudenim Imigrasi Balikpapan dan Rumah kepala Imigrasi Balikpapan (mereka di tempatkan dalam 2 tempat berbeda karena Rudenim sudah overload), pada sore hari mereka melakukan latihan beladiri dan malamnya melakukan ritual memukul2 kepala dan dada sambil berteriak “YA HUSAIN… YA HUSAIN…” yg apabila orang sdh mengetahui ibadah Syi’ah, mereka sudah dipastikan orang2 Syi’ah.

Apa TUJUAN mereka di Balikpapan? Ternyata gelombang kedatangan mereka bukan hanya di Balikpapan saja. Di Makasar, hasil laporan dari Imigrasi Sulawesi Selatan sdh mendata sebanyak 1038 orang atau lebih pencari suaka dan imigran dr Afganistan. Dan di Pekanbaru, Riau sekitar 480 orang. Dan semuanya adalah Pemuda usia produktif, tidak ada wanita, anak2 dan orang tua di antara kelompok mereka.


Sekali lagi, APA MISI MEREKA??? Akan kah Indonesia menjadi sasaran politik SYI’AH??? Akan kah ucapan dedengkot SYI’AH JALALUDIN RAHMAT dan istrinya EMILIA RENITA yang mengatakan “AKAN MEN- SURIAH-KAN INDONESIA” dan “MEMPUNYAI PROGRAM 5 TAHUN UNTUK INDONESIA” adalah ancaman NYATA???

Namun demikian, kebenaran berita di atas masih diselidiki kebenarannya. Di sisi lain, umat Islam di Indonesia juga perlu mewaspadai jika hal itu benar terjadi. [AW]

Banyak Langgar Konstitusi, Jokowi Wajib Dilengserkan



intelijen - Presiden Joko Widodo (Jokowi) bisa dilengserkan dari jabatannya karena banyak melanggar konstitusi.

“Jokowi mengumumkan kenaikan harga BBM tanpa berkonsultasi dan mendapatkan persetujuan DPR.

“Dampak dari keputusan Jokowi tersebut memicu konflik kekerasan antara mahasiswa, elemen masyarakat dan aparat keamanan, serta menimbulkan beban ekonomi bagi rakyat akibat melonjaknya harga barang dan transportasi,” kata Ketua Progres 98 Faizal Assegaf dalam keterangan kepada intelijen, Sabtu (21/2).

Menurut Faizal, Jokowi membuat Program “Kartu Sakti” yakni: Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dengan menggunakan sumber anggaran dari CSR tanpa persetujuan DPR.

“Terbukti program kartu sakti tidak lain bertujuan untuk mengejar target politik pencitraan melalui kebijakan “cepat saji”, yang secara teknis operasionalnya sangat amburadul, tidak transparan dan tidak memiliki payung hukum secara jelas sehingga berpeluang menimbulkan praktek KKN,” paparnya.

Kata Faizal, mantan Gubernur DKI Jakarta itu membuat keputusan membatalkan pelantikan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai Kaplori yang telah disetujui oleh paripurna DPR.

“Untuk kasus yang terakhir ini, Jokowi secara terang-terangan melakukan pelanggaran serius. Membuat keputusan yang cacat hukum karena BG sebelumnya sudah melewati proses politik di DPR dan hukum di praperadilan,” tegasnya.

Faizal menegaskan ketiga itu menunjukkan Jokowi telah banyak melanggar konstitusi dan berhak dilengserkan dari kekuasannya.

Syiah Rencanakan Bunuh 100 Ulama Ahlus Sunnah


BEKASI (Panjimas.com) – Aksi teror dan premanisme di kampung Az Zikra, asuhan Ustadz Arifin Ilham ternyata hanya sebagian kecil dari makar Syiah.

Pakar dan Peneliti Aliran Sesat Syiah, Ustadz Farid Ahmad Okbah, MA mengungkap sebuah data rahasia Syiah yang menggemparkan.

Dalam sebuah pertemuan di Ngawi, Jawa Timur, aliran sesat Syiah ternyata telah merencanakan serangkaian pembunuhan terhadap 100 ulama Ahlus Sunnah wal Jamaah di Indonesia.

Ini data rahasia Syiah, mereka telah berkumpul tanggal 22 Desember 2014 yang lalu di daerah Ngawi, Jawa Timur, kemudian mereka telah merancang untuk mengeksekusi 100 ulama Ahlus Sunnah di Indonesia dan termasuk di situ disebutkan nama saya

Salah seorang yang disebut dalam daftar ulama Ahlus Sunnah yang direncanakan untuk dibunuh adalah Ustadz Farid Okbah.

“Ini data rahasia Syiah, mereka telah berkumpul tanggal 22 Desember 2014 yang lalu di daerah Ngawi, Jawa Timur, kemudian mereka telah merancang untuk mengeksekusi 100 ulama Ahlus Sunnah di Indonesia dan termasuk di situ disebutkan nama saya,” kata Ustadz Farid Okbah di hadapan ribuan jamaah saat Kajian Umum Kajian Umum Mengenal & Mewaspadai Bahaya Syi’ah di Aula KH Nur Ali, Islamic Center, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Kamis (19/2/2015).

Menyikapi rencana biadab aliran sesat Syiah tersebut, Ustadz Farid Okbah menyerukan kepada Umat Islam untuk melindungi para ulama Ahlus Sunnah di negeri ini.

Bila Syiah menjalankan rencana tersebut, baik itu menyakiti apalagi sampai membunuh, maka Umat Islam harus bersiap melakukan perlawanan terhadap Syiah.

Jangan main-main kalian dengan umat Islam, kalau sampai kalian coba menyentuh, menyakiti salah satu diantara orang-orang ini, kami umat Islam akan melawan kalian semua

“Kalau sampai mereka melaksanakan keinginannya, ada apa-apa dengan tokoh-tokoh ini, umat Islam tidak boleh diam! Kita harus lawan mereka, kita habisi mereka!

Jangan main-main kalian dengan umat Islam, kalau sampai kalian coba menyentuh, menyakiti salah satu diantara orang-orang ini, kami umat Islam akan melawan kalian semua,” jelasnya.

Oleh sebab itu, dalam menghadapi aliran sesat Syiah yang sangat berbahaya, Umat Islam harus bersatu menghadapi mereka.

“Karena itu saudara-saudara sekalian, jangan kita dipecah belah karena organisasi, NU, Muhammadiyah, Habib, bukan Habib, kita semua Ahlus Sunnah wal Jamaah. Kita harus menghadapi Syiah dengan semangat bersama, karena mereka kejahatan yang mengancam mereka,” tutupnya. [AW]

Astaghfirullah, Ternyata Korban Penganiayaan Preman Syiah di Kampung Az Zikra Keturunan Ahul Bait


BEKASI (Panjimas.com) – Selama ini, penganut aliran sesat Syiah selalu mengaku-ngaku mencintai ahlul bait atau keturunan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Bahkan organisasi Syiah pun kerap berkedok dengan menggunakan Ahlul Bait.

Syiah seolah sengaja menggunakan tameng Ahlul Bait untuk kamuflase dan menarik simpati. Namun pada hakikatnya mereka telah menyakiti Ahlul Bait.

Bukti kongkritnya preman aliran sesat Syiah menyerang seorang keturunan Ahlul Bait di kampung Az Zikra, di Sentul, Bogor, asuhan KH Arifin Ilham.

Bang Faisal korban penganiayaan preman Syiah, yang merupakan pimpinan security dan penegak Syariah di kampung Az Zikra, selama ini menjabat sebagai penegak Syariah di perkampungan tersebut.

Ia ternyata adalah seorang keturunan Ahlul Bait atau Habib. Hal ini terkuak saat dirinya menyampaikan kronologis penyerangan preman aliran sesat Syiah ke kampung Az Zikra.

“Perkenalkan, nama saya Faisal bin Salim bin Ali Al-Kaff, asal dari Palembang,” kata Habib Faisal di hadapan ribuan jamaah saat Kajian Umum Kajian Umum Mengenal & Mewaspadai Bahaya Syi’ah di Aula KH Nur Ali, Islamic Center, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Kamis (19/2/2015).

Selain itu, sebagai pimpinan security, Habib Faisal Salim ternyata menguasai ilmu bela diri Karate. Menurut pengakuannya, ketika fight satu lawan satu dengan preman Syiah, ia berhasil mengatasinya.

Namun, pengecutnya preman Syiah yang terdiri dari 50 orang lebih itu mengeroyok Habib Faisal, hingga ia jatuh dan diinjak-injak.

Salah seorang begundal Syiah yang menginstruksikan pengeroyokan itu adalah Ibrahim Al-Habsyi.

“Akhirnya maju satu satu orang yang dikenal namanya Habib Ibrahim Al-Habsyi, maju menyerang saya, saya tangkis. Alhamdulillah saya juga punya ilmu bela diri, saya karate Dan IV. Rupanya dia kesal, dia teriak, ‘gebukin itu ISIS’ lalu nyerang kawan-kawan mereka semua. Mereka gebukin saya, dari kanan, kiri, depan dan belakang. Lalu saya terjatuh, ditendang diinjak, segala macam. Kaki saya lecet, bibir saya pecah ada tiga jahitan dan sempat diseret sama mereka,” ungkapnya.

Jika Syiah benar-benar mencintai Ahlul Bait, beginikah sikap mereka terhadap cucu keturunan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam?

Patut diduga, aliran sesat Syiah yang selama ini kerap berlindung di balik tameng Ahul Bait, bisa jadi hanya sekedar taqiyah alias berdusta. [AW]

Majelis Az Zikra Serukan Muslim Bersatu: Syiah Sudah Menajamkan Senjata untuk Memutuskan Leher Kita!


BEKASI (Panjimas.com) – Juru Bicara Majelis Az Zikra, Ustadz Ahmad Syuhada menyampaikan kepada seluruh umat Islam agar mewaspadai propaganda aliran sesat Syiah.

Aksi penyerangan dan penganiayaan di kampung Az Zikra, Sentul, Bogor, Jawa Barat menjadi pelajaran penting bagi kaum Muslimin. Pasalnya, preman Syiah yang melakukan penyerangan pada Rabu malam itu, memperkarakan pemasangan spanduk anti Syiah, dengan dalih sebagai kelompok pecinta NKRI. (Baca:Membongkar Kelicikan Preman Syiah saat Melakukan Penyerangan ke Kampung Az Zikra)

“Jualannya Syiah adalah Pertama, kami kelompok pecinta NKRI. Mereka menyatakan bahwa semua kajian tentang Syiah dan spanduk yang menyatakan Syiah itu sesat itu akan mengancam stabilitas NKRI, sehingga mereka menjual ‘kami kelompok pecinta NKRI’,” kata Ustadz Ahmad Syuhada di hadapan ribuan jamaah saat Kajian Umum Kajian Umum Mengenal & Mewaspadai Bahaya Syi’ah di Aula KH Nur Ali, Islamic Center, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Kamis (19/2/2015).

Jadi mereka mengangkat ISIS dan Wahabi adalah biang kerok yang mengancam stabilitas negara, pahami baik-baik dan catat!

Berikutnya, salah satu propaganda Syiah melalui slogan anti ISIS dan Wahabi. Karena menurut mereka mengancam stabilitas negara.

“Jualan kedua, adalah ISIS. Jualan ketika, Wahabi. Jadi mereka mengangkat ISIS dan Wahabi adalah biang kerok yang mengancam stabilitas negara, pahami baik-baik dan catat!” ungkapnya.

Padahal seperti diketahui, justru penganut Syiah yang selama ini jelas-jelas mengganggu stabilitas keamanan negara. Faktanya jelas, dari mulai beberapa kali bentrokan antara Syiah dengan warga Nahdliyin (NU) di Sampang, Madura, kemudian di Jombang, hingga yang terakhir penyerangan di Kampung Az Zikra, pimpinan KH Arifin Ilham.

Bersatulah, Syiah sudah siap menajamkan senjata mereka untuk memutuskan leher-leher kita!

Bahkan di sejumlah negara, Syiah telah melakukan serangkaian kejahatan perang dan pertumpahan darah yang mengerikan seperti di Suriah dan Iraq. Termasuk yang terakhir, kudeta bersenjata Syiah Houthi di Yaman.

Menyikapi hal itu, Juru Bicara Majelis Az Zikra tersebut menyerukan agar umat Islam Ahlus Sunnah wal Jamaah segera menggalang kekuatan untuk menghadapi Syiah.

“Kami telah membuat pernyataan sikap dengan Ormas yang hari itu datang semua. Kami bekerjasama dengan semua Ormas, Habib, Ulama, Ustadz, Dai, tokoh masyarakat untuk bersatu padu, Ahlus Sunnah bersatu padu menggalang kekuatan, menyatukan ukhuwah Islamiyah,” tegasnya.

Ia juga menambahkan, kaum Muslimin harus waspada karena penganut Syiah telah bersiap memerangi umat Islam.

“Bersatulah, Syiah sudah siap menajamkan senjata mereka untuk memutuskan leher-leher kita!” tegasnya. [AW]

Membongkar Kelicikan Preman Syiah saat Melakukan Penyerangan ke Kampung Az Zikra


BEKASI (Panjimas.com) – Ustadz Ahmad Syuhada selaku juru bicara Majelis Az Zikra pimpinan Ustadz Arifin Ilham menyayangkan sikap aparat dalam menangani preman aliran sesat Syiah yang melakukan penyerangan ke kampung Az Zikra, Sentul, Bogor pada Rabu (11/2/2015).

Dari 50 orang yang melakukan penyerangan ternyata, jumlahnya terus menyusut. Padahal mereka diketahui termasuk gerombolan preman yang menganiaya Habib Faisal bin Salim, kepala keamanan kampung Az Zikra. (Baca: Biadab! Habib Faisal bin Salim bin Ali Kaff Dianiaya Gerombolan Preman Syiah di Depan Anaknya)

“Dalam pantauan mata, bilangan mereka itu ada 50 orang, saat di Polsek (Babakan Madang, red.) diketahui ada 40 orang, pada saat di Polres berubah angkanya menjadi 39 orang, sampai menjadi 38 orang, sisanya kemana? Saya tidak tahu, biar Allah yang membalas siapa pengkhianat di situ,” kata Ustadz Ahmad Syuhada di hadapan ribuan jamaah saat Kajian Umum Kajian Umum Mengenal & Mewaspadai Bahaya Syi’ah di Aula KH Nur Ali, Islamic Center, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Kamis (19/2/2015).

Dalam pantauan mata, bilangan mereka itu ada 50 orang, saat di Polsek (Babakan Madang, red.) diketahui ada 40 orang, pada saat di Polres berubah angkanya menjadi 39 orang, sampai menjadi 38 orang, sisanya kemana? Saya tidak tahu, biar Allah yang membalas siapa pengkhianat di situ

Bahkan, jumlah preman Syiah yang kini dijatuhi status sebagai tersangka hanya menjadi 34 orang saja.

“Dari 38 orang dihasilkan yang menjadi tersangka itu sebanyak 34 orang. Kami Majelis Az Zikra meminta sisa 4 orang tadi tidak dilepaskan begitu saja, harus diproses sebagaimana mestinya,” tuturnya.

Kelicikannya itu ada dua, pertama saat mendorong menjatuhkan diri, dia teriak dipukul, padahal tidak dipukul. Kedua, setelah mereka berbuat, mereka pula yang mengantar korban ke Polsek, seolah-olah mereka jadi pahlawan

Selain itu, Ustadz Ahmad Syuhad juga mengungkapkan tipu daya licik preman Syiah yang melakukan penyerangan di kampung Az Zikra.

“Kelicikannya itu ada dua, pertama saat mendorong menjatuhkan diri, dia teriak dipukul, padahal tidak dipukul. Kedua, setelah mereka berbuat, mereka pula yang mengantar korban ke Polsek, seolah-olah mereka jadi pahlawan,” imbuhnya.

Untuk itu, Ustadz Ahmad Syuhada menyerukan umat Islam agar mewaspadai Syiah. Ia pun meminta umat Islam bersatu menghadapi bahaya aliran sesat Syiah. [AW]

Nubuwat Rasulullah Soal Syiah Rafidhah Perintahkan Perangi Mereka!




Wakil Amir Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) Ustadz Abu Muhammad Jibril Abdurrahman menegaskan bahwa Umat Islam diperintahkan memerangi Syiah.


Sebab, berbagai keterangan tentang bahaya dan kesesatan ajaran Syiah telah jelas disampaikan oleh para ulama.


“Kita sudah mendengar keterangan-keterangan dari pakar-pakar anti Syiah, tapi setelah itu mau apa kita?” kata Ustadz Abu Jibril di hadapan ribuan jamaah saat Kajian Umum Kajian Umum Mengenal & Mewaspadai Bahaya Syi’ah di Aula KH Nur Ali, Islamic Center, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Kamis (19/2/2015).

Kita sudah mendengar keterangan-keterangan dari pakar-pakar anti Syiah, tapi setelah itu mau apa kita?


Ternyata sejak 14 abad yang lalu, sebelum kemunculan Syiah, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memprediksi datangnya ajaran sesat tersebut.


Ustadz Abu Jibril pun mengutip hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang berisi Nubuwat tentang Syiah Rafidhah.


“Mari kita dengar nasihat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:


كُنْتُ عندَ النَّبيِّ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم وعندَه عليٌّ فقال النَّبيُّ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم يا عليُّ سيكونُ في أمَّتي قومٌ ينتَحِلونَ حبَّ أهلِ البيتِ لهم نَبْزٌ يُسمَّونَ الرَّافضةَ قاتِلُوهم فإنَّهم مشرِكونَ


Aku (Abdullah bin Abbas) dulu di sisi Nabi shallalahu ‘alaihi wa sallam dan di sisinya ada Ali, maka beliau berkata: “Wahai Ali akan ada dalam umatku kaum yang madzhabnya adalah “cinta ahlul bait” mereka memiliki tanda (gelar) mereka disebut Rafidhah, perangilah mereka karena mereka musyrik.” (HR. At Tabrani).


Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sudah meramalkan akan adanya kelompok yang disebut Rafidhah. Dan di Indonesia itu Syiah seluruhnya Rafidhah,” jelas Ustadz Abu Jibril.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sudah meramalkan akan adanya kelompok yang disebut Rafidhah. Dan di Indonesia itu Syiah seluruhnya Rafidhah


Untuk itu, Ustadz Abu Jibril menyerukan kepada kaum Muslimin untuk bersiap-siap menghadapi Syiah.


“Jika kita sudah tahu, beginilah ajaran Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada kita, apa yang harus kita lakukan? Maka sejak hari ini dan yang akan datang kita harus bersiap-siap, karena karena Syiah itu dibentuk untuk membunuh kaum Muslimin,” tegasnya.


Maka sudah selayaknya, selain mempersiapkan diri (i’dad) kaum Muslimin juga harus banyak berdoa, agar diberi kekuatan bila datang saatnya untuk berjihad menghadapi pengikut sesat Syiah.


“Mudah-mudahan Allah memberikan kekuatan kepada kita untuk berjihad melawan orang-orang Syiah yang musyrik dan kafir itu,” tutupnya. [AW]