Jumat, 28 Agustus 2015

Inilah Kisah Mengharukan Pernikahan Orang Tua Salahudin al Ayubi


Bahwasanya Nazmuddin Ayyub—penguasa Tikrit—belum menikah dalam waktu yang lama. Maka, bertanyalah saudaranya—Asaduddin Syerkuh, “Saudaraku, mengapa kamu belum menikah?”

Najmuddin menjawab, “Aku belum mendapatkan yang cocok.”

Asaduddin berkata, “Maukah aku lamarkan seseorang untukmu?”

Dia berkata, “Siapa?”

Ia menjawab, “Puteri Malik Syah—anak Sultan Muhammad bin Malik Syah—Raja bani Saljuk atau putri Nidzamul Malik—dulu menteri dari para menteri agung zaman Abbasiyah.”

Maka, Najmuddin berkata, “Mereka tidak cocok untukku.”

Maka, heranlah Asaduddin Syerkuh. Ia berkata, “Lantas, siapa yang cocok bagimu?”


Richard dan Salahudin al Ayubi. (sumber: wikipedia)
Jawaban Najmuddin

Najmuddin menjawab, “Aku menginginkan istri yang salihah yang bisa menggandeng tanganku ke surga dan melahirkan anak yang dia tarbiyah dengan baik hingga jadi pemuda dan ksatria serta mampu mengembalikan Baitul Maqdis ke tangan kaum muslimin.”

Waktu itu, Baitul Maqdis dijajah oleh pasukan salib dan Najmuddin masa itu tinggal di Tikrit, Irak, yang berjarak jauh dari lokasi tersebut. Namun, hati dan pikirannya senantiasa terpaut dengan Baitul Maqdis.

Impiannya adalah menikahi istri yang salihah dan melahirkan ksatria yang akan mengembalikan Baitul Maqdis ke pangkuan kaum muslimin.

Asaduddin tidak terlalu heran dengan ungkapan saudaranya, ia berkata, “Di mana kamu bisa mendapatkan yang seperti ini?”

Najmuddin menjawab, “Barang siapa ikhlas niat karena Allah akan Allah karuniakan pertolongan.”

Maka, pada suatu hari, Najmuddin duduk bersama seorang Syaikh di masjid Tikrit dan berbincang-bincang.

Datanglah seorang gadis memanggil Syaikh dari balik tirai dan Syaikh tersebut minta izin Najmuddin untuk bicara dengan si gadis.

Najmuddin mendengar Syaikh berkata padanya, “Kenapa kau tolak utusan yang datang ke rumahmu untuk meminangmu?”

Gadis itu menjawab, “Wahai, Syaikh. Ia adalah sebaik-baik pemuda yang punya ketampanan dan kedudukan, tetapi ia tidak cocok untukku.”

Syaikh berkata, “Siapa yang kau inginkan?”

Gadis itu menjawab, “Aku ingin seorang pemuda yang menggandeng tanganku ke surga dan melahirkan darinya anak yang menjadi ksatria yang akan mengembalikan Baitul Maqdis kepada kaum muslimin.
Dia Cocok Untukku!

Najmuddin bagai disambar petir saat mendengar kata-kata wanita dari balik tirai itu.

Allahu Akbar! Itu kata-kata yang sama yang diucapkan Najmuddin kepada saudaranya. Sama persis dengan kata-kata yang diucapkan gadis itu kepada Syaikh.

Bagaimana mungkin ini terjadi kalau tak ada campur tangan Allah yang Mahakuasa?

Najmuddin menolak putri Sultan dan Menteri yang punya kecantikan dan kedudukan. Begitu juga gadis itu menolak pemuda yang punya kedudukan dan ketampanan.

Apa maksud ini semua? Keduanya menginginkan tangan yang bisa menggandeng ke surga dan melahirkan darinya ksatria yang akan mengembalikan Baitul Maqdis kepada kaum muslimin.

Seketika itu Najmuddin berdiri dan memanggil sang Syaikh, “Aku ingin menikah dengan gadis ini.”

Syaikh mulanya kebingungan. Namun, akhirnya beliau menjawab dengan heran, “Mengapa? Dia gadis kampung yang miskin.”

Najmuddin berkata, “Ini yang aku inginkan. Aku ingin istri salihah yang menggandeng tanganku ke surga dan melahirkan anak yang dia didik jadi ksatria yang akan mengembalikan Baitul Maqdis kepada kaum muslimin.”


Dan, di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir. (Q.S. Ar-Ruum: 21)

Maka, menikahlah Najmuddin Ayyub dengan gadis ini.

Tak lama kemudian, lahirlah putra Najmuddin yang menjadi ksatria yang mengembalikan Baitul Maqdis ke haribaan kaum muslimin. Namanya adalah

SHALAHUDDIN AL AYUBI

TAFSIR FI ZHILALIL-QUR'AN

SINOPSIS:

Tiada yang lebih berharga dan berarti dalam hidup seorang hamba selain berinteraksi dengan Al-Qur'anul Karim. Al-Qur'an merupakan petunjuk hidup bagi manusia dalam mengarungi samudera kehidupan. Lalu, apakah ada aktivitas kehidupan manusia yang lebih berharga selain berinteraksi dengan Al-Khaliq yang menurunkannya? Kenikmatan apakah yang dapat menandingi nikmatnya berdialog dan bermunajat dengan Yang Menciptakan kita?

TAFSIR FI ZHILALIL-QUR'AN (Di Bawah Naungan Al-Qur'an) lahir dari perenungan penulisnya yang sangat mendalam dan interaksi yang begitu menyatu dengan Al-Qur'an. Ia merupakan buah dari tarbiyah Rabbani yang dikaruniakan kepada seorang hamba yang telah menjual dirinya dengan syahid di jalan-Nya di atas tiang gantungan. Ia lahir dari seorang mujahid agung yang mengungkapkan pemikiran-pemikirannya dalam gaya bahasa sastra yang tinggi.

Berkat semua itu, jadilah Tafsir Fi Zhilalil-Qur'an: Di Bawah naungan Al-Qur'an sebagai sebuah buku tafsir yang berbeda dari buku-buku tafsir lainnya dengan kandungan hujjah dan jiwa perjuangan yang kuat.

Sesuai dengan judulnya, dalam buku ini kita akan menemukan nuansa Qur'ani yang begitu kental, seakan-akan kita berbicara langsung dengan Yang Menurunkannya, Allah Azza wa Jalla.

Suatu anugerah yang besar jika kita juga dapat merasakan nikmatnya hidup di bawah naungan Al-Qur'an sebagaimana yang telah dirasakan oleh asy-Syahid Sayyid Quthb rahimahullah.



Bisa download di situs berikut:
https://tafsirzilal.wordpress.com/2012/06/05/bahasa-indonesia-2/

Kamis, 20 Agustus 2015

The Hidden Fortress (1958) - Sinopsis Film

Tahei dan Matashichi adalah dua petani yang berusaha menyelamatkan diri dari sebuah pertempuran. Siapa yang menyangka, keduanya bertemu dengan seorang pejuang tangguh, seorang puteri dalam pelarian, dan benteng yang kokoh tersembunyi. The Hidden Fortress selalu disebut-sebut sebagai salah satu mahakarya Akira Kurosawa. Produksi yang rumit hingga skalanya yang kolosal membuat film ini diakui sebagai referensi berharga bagi para sineas kelas dunia yang berkiprah setelahnya.

Pingiran Medan Perang

Zaman 1985 Bro, Zaman Susah


Masak nasi pinggir kali

Rating IMDB: 8.1/10 (21052 votes)
Bintang Film: Toshirô Mifune, Minoru Chiaki, Kamatari Fujiwara, Susumu Fujita
Produser / Sutradara: Akira Kurosawa
Penulis Naskah: Ryûzô Kikushima, Hideo Oguni, Shinobu Hashimoto, Akira Kurosawa
Durasi : 126 min
Jenis Film: Adventure, Drama
Tanggal Rilis: 6 Oct 1960


Nemu Emas didalam kayu


Putri yang sembunyi di Goa

Mau ke Benteng tapi dikerjain dulu sama panglima samurai, tes uji nyali dulu

Lihat kampung Halaman

Atur Strategi, menenagkan pikiran

Pada heran bro, baru tau kalau jago perang


Reunian karena di medan perang ngga ketemu, seharusnya lawan yg kalah dibunuh bro, namun ini tidak

Kebaca lawan jadi sembunyi dulu sambil istirahat

A. 3 kuda, 3 lelaki, 1 perempuan

Ganti penyamaran bro, Letakan bata di bata si batu bata berganti-ganti penyamaran:
dari
A. 3 kuda, 3 lelaki, 1 perempuan
menjadi
B. kuda diganti gerobak, 3 lelaki, 2 perempuan, satu perempuan didapat dari tempat istirahat, kuda di beli paksa bro, dengan harga tinggi tapi daripada bikin ribut kasih aja. 

Kecapean Bro dapat rampasan dua tentara lawan, eh prajurit malah dia ngga kuat cape, banyak ngeluhnya

Ni Bro yang seharusnya dibunuh karena kalah permainan tombak, tapi karena hutang nyawa ya begini dah balas jasanya

ni temen karena dapat emas eh jadi rebutan dan berantem, begitu kudanya dirampas eh temenan lagi, dasar manusia, hahaha

Dikepung musuh dan ditembakin tapi tetap selamat bro, kan jagoanya hehe

Festival bakar kayu bakar bro ini yg bikin tuan putri seneng hatinya, ngga ada di istana

Di Bro yg seharusnya dibunuh ngga dibunuh, akhirnya dia balas jasa

Melihat Kampung halaman

Sampe Istana Bro, selfi dulu.... cis


ni Cover Filmenya bro, beli yg asli atau bajakan terserah lu bro, liat straiming juga boleh, cuman kalau aku serching key: "the hidden foress" nemu gambar kaya gini bro:


lha ini gambarnya apa diperbarui ya gan sebab yg gue ceritain panjang lebar itu produksi 1960 gan kalau yg paling bawah judulnya "The Last Princes" tapi gue belum liat gan ini profile Filmnya kalau yg dibawah ini gue belum liat gan:

Movie: The Last Princess / Hidden Forest: The Last Princess
Romaji: Kakushi toride no san akunin - The last princess
Japanese: 隠し砦の三悪人
Director: Shinji Higuchi
Writer: Kazuki Nakashima
Producer: Morio Amagi, Minami Ichikawa
Cinematography: Shoji Ebara
Release Date: May 10, 2008
Runtime: 118 min.
Studio: Toho, NTV, Shogakukan Productions
Distributor: Toho
Language: Japanese
Country: Japan
Plot

Makabe Rokurota (Hiroshi Abe), a loyal retainer of Princess Yuki-hime (Masami Nagasawa), has been commissioned to transport Yuki-hime and Akizuki's ample treasury of gold bars safely to the politically stable Hayakawa. They disguise themselves as humble firewood peddlers, hiding the gold bars inside the logs they are carrying so as to pass safely through roadblocks set up by Yamana, which is under the control of Takayama Gyobu (Kippei Shiina), whose attire bears a striking resemblance to that of Darth Vader.

Along the way, Rokurota comes across Takezo (Jun Matsumoto) and Shimpachi (Daisuke Miyagawa), who have escaped from forced labor in a gold mine. Takezo and Shimpachi first frown on joining the journey, but eventually agree to help out in the hope of escaping Yamana's oppression and cashing in on the gold reward Rokurota offers them.
Notes
Remake of Akira Kurosawa’s 1958 film "The Hidden Fortress" ("Kakushi Toride no San Akunin").
Cast

Rabu, 19 Agustus 2015

13 ASSASSINS - Sinopsis Film

Dari judulnya saya sudah bisa menebak bagaimana jalan cerita film ini. 13 orang yang direkrut untuk menjalankan misi pembunuhan terhadap seseorang atau beberapa orang. 
Dalam misi tersebut sudah tentu 13 orang tersebut tidak akan semuanya bertahan hidup. Dan yang bisa dipastikan bertahan hidup adalah orang yang menjadi pemimpin sekaligus orang yang merekrut 12 orang lain untuk membantunya menjalankan misi tersebut. Memang plot seperti itu sudah bukan lagi hal baru. 
Beberapa film baik yang baru seperti "Bodyguard & Assassins) sampai yang masuk kategori klasik macam "Seven Samurai" dan remake Holly-nya (Magnificent Seven" kesemuanya menggunakan pola cerita seperti itu. 
Walaupun ceritanya kurang frsh, kelebihan film macam ini adalah pada bagian saat misi itu dijalankan. Bagaimana adegan aksi yang ada ditampilkan apakah seru atau tidak.
Film ini ber-setting pada masa pemerintahan Shogun Tokugawa Ieyoshi yang merupakan Shogun Jepang yang terakhir. 
Pada saat itu, Jepang sedang berada dalam masa damai dimana para samurai tidak lagi mengangkat pedang mereka untuk bertempur mengorbankan hidup mereka. 
Tapi dibalik kedamaian tersebut ternyata ada pihak yang menimbulkan keresahan dan berpotensi membangkitkan era peperangan. 
Dia adalah Naritsugu (Goro Inagaki) yang merupakan adik tiri dari Shogun Tokugawa Ieyoshi. Merasa dirinya kebal hukum, Naritsugu dengan seenaknya membantai banyak orang. Kemudian tersiar kabar bahwa Naritsugu akan dilantik sebagai petinggi. Hal itu tentunya menimbulkan keresahan. 
Tidak sanggup menindak Naritsugu secara hukum, salah seorang penasehat Shogun, Doi Toshitsura meminta bantuan seorang samurai senior bernama Shimada Shinzaemon (Koji Yakusho) untuk membunuh Naritsugu.
Maka Shinzaemon mulai mengumpulkan anggota untuk bisa menjalankan misi yang terlihat mustahil tersebut karena Naritsugu tidak hanya sadis dan ahli pedang tapi juga mempunyai banyak pasukan yang mencapai ratusan orang. Shinzaemon akhirnya berhasil mengumpulkan 11 orang lain yang terdiri dari beberapa samurai dan pembunuh berpengalaman sampai yang masih muda dan belum punya pengalaman membunuh orang. 
Keponakan Shinzaemon, Shimada Shinrokuro (Takayuki Yamada) juga turut serta. Ditengah jalan mereka juga bertemu dengan pemburu yang berkepribadian unik, Kiga Koyata (Yusuke Iseya) yang akhirnya melengkapi pasukan Shinzaemon menjadi 13 orang.
Dengan segala taktik dan strategi yang berbau gambling, 13 orang pembunuh ini mencoba menghabisi Naritsugu yang dilindungi oleh 200 orang pasukannya.
Dari segi plot tebakan saya hampir sepenuhnya benar. Inti dari film ini sama dengan film-film lain yang sudah saya sebutkan diatas. Bahkan film ini punya sedikit kekurangan pada bagian perekrutan anggota yang berjalan sangat cepat dan berlalu begitu saja nyaris tanpa greget. Hal itulah yang membuat tidak semua anggota pembunuh tersebut mendapat porsi yang sama. Tapi untungnya, dari beberapa samurai yang mendapat porsi lebih, mayoritas menarim diikuti. 
Tokoh Hirayama dan Kiga adalah favorit saya. Hirayama dengan skill pedang yang tak tertandingi terlihat sangat keren disini. Sedangkan Kiga yang memang aneh dan sedikit gila membuatnya tidak sulit menjadi karakter yang disukai dan menarik.
Dari porsi action juga termasuk seru dan menegangkan. Peperangan 13 orang melawan 200 orang dihadirkan dengan sangat mengasyikkan dan didukung dengan efek yang bagus dan setting perkampungan tempat peperangan yang realistis. Sayangnya atas nama "membuat film jadi seru", 
logika sedikit dikesampingkan seperti yang sering muncul dalam film serupa. Jika 13 lawan 200 berarti setidaknya 1 orang harus menghabisi 16 musuh, Dan sejauh yang saya lihat, yang mereka habisi lebih dari sejumlah itu. Tapi tak apalah mengingat peperangannya dihadirkan dengan seru dan menarik. Film yang benar-benar mengandalkan segi action yang memang seru dan penuh darah sebagai hiasan.

47 Ronin - Sinopsis Film



Diceritakan ada seorang anak campuran (ayah bule, ibu jepang) yang dibuang dan dibesarkan oleh Tengu. Layar menampilkan Kai kecil (gedenya diperankan Keanu) lari kenceng kayak dikejar sesuatu. Dia akhirnya jatuh dan ditemukan oleh patroli Ako yang dipimpin oleh Lord Asano. Nyaris saja Kai dibunuh kalau saja tidak dihentikan oleh Asano. Akhirnya Kai dibawa ke Ako dan dirawat hingga dewasa.





Asano punya seorang anak bernama Mika. Keduanya sering bersama sehingga saling suka. Ketika Shogun datang berkunjung ke Ako bersama pejabat pemerintah bernama Kira, Kira ini rupanya punya niat jahat tersendiri terhadap Asano dan Mika. Akhirnya Kira yang bekerjasama dengan seorang penyihir membuat Asano tidak sadar dan dengan sengaja melukai Kira. Shogun yang mengetahui hal itu marah dan memberikan hukuman bagi Asano untuk melakukan seppuku.

Lady Mika, Shogun and Kira

Asano memiliki bawahan bernama Oishi. Oishi telah diperingatkan oleh Kai sebelumnya bahwa dalam rombongan Kira ada penyihir. Tetapi sudah terlambat. Sepeninggal Asano, Oishi dan para samurai lainnya menjadi ronin alias samurai tanpa tuan. Tanah Ako akan dibawah penguasaan Kira dan juga Mika akan dipersunting oleh Kira. Oishi kemudian dikurung di sumur selama setahun. Oishi memiliki seorang anak bernama Chikara. Setelah setahun, Oishi dibebaskan. Ia lalu menyuruh Chikara mengumpulkan teman-teman sesama ronin untuk ikut rencana balas dendam. Oishi juga mencari Kai yang sudah dijual menjadi budak di kapal milik asing. Mereka akhirnya balas dendam untuk menyelamatkan Mika dan membela kehormatan Asano yang sudah tiada.

Oishi dan para samurai lainnya harus menahan diri untuk tidak gegabah bertindak



Mereka pun berhasil mengalahkan pasukan Kira. Oishi kemudian berhasil membunuh dan memenggal Kira, sementara Kai berhasil menyelamatkan Mika dari penyihir jahat yang ternyata wujud aslinya adalah naga putih. Sayangnya, karena mereka semua telah menentang perintah Shogun yang melarang untuk balas dendam, mereka harus dihukum mati. 



Mengikatkan diri dalam kontrak mati dengan cap jempol darah


Berhubung 47 ronin itu semua telah berbuat demi kehormatan tuannya, akhirnya Shogun memberikan hukuman seppuku. Chikara yang merupakan anggota termuda diampuni oleh Shogun. Tentu saja Kai dan Mika tak bisa bersama karena Kai juga harusseppuku.


Fakta sejarahnya:

Ya, film ini berdasarkan kejadian nyata di Jepang pada tahun 1701 M. Tetapi ada perbedaan mendasar antara kejadian aslinya dengan yang ada di film ini berdasarkan hasil googling riset dadakan saya.
Tentu saja cerita aslinya tidak ada penyihir dan juga half breed dalam jajaran para ronin.
Kalau di film Asano melukai Kira karena dia terkena sihir, kenyataannya adalah Asano sudah tidak tahan terhadap perilaku Kira yang angkuh dan doyan menghinanya terus terusan. Akhirnya ia menjadi murka mengingat harga diri bagi orang Jepang adalah segala-galanya.
Memang dalam kastil Edo, segala macam bentuk kekerasan dilarang, bahkan menggambar katana (pedang) juga dilarang. Sehingga perbuatan Asano melukai Kira di dalam kastil Edo termasuk kejahatan serius.



Dalam film 47 ronin, Asano melukai Kira di bagian punggung, sementara fakta sejarah mencatat bahwa Kira terluka di bagian wajah dan membekas. Saat Kira sudah terkepung dan memaksanya bersembunyi di gudang, Oishi mengenali orang yang bersembunyi itu adalah Kira dengan melihat luka di wajahnya.
Oishi di film diceritakan dikurung di sumur selama setahun. Tetapi pada kenyataannya selama masa dia menjadi ronin, ia berpura-pura menjadi pemabuk, suka mengunjungi geisha, dimana sesungguhnya semua itu dilakukan untuk mengelabuhi mata-mata Kira. Saking menjiwainya hingga ia menerima hinaan dari banyak orang, termasuk seorang lelaki dari Satsuma yang kesal dengan Oishi (karena dia tidak tahu rencana Oishi). Ia lalu menendang muka Oishi (menyentuh muka seorang samurai adalah penghinaan besar apalagi menendang) dan meludahinya. Kelak, saat Oishi telah seppuku dan dimakamkan, lelaki Satsuma ini mengunjungi makam Oishi dan menyesal mengira Oishi bukan seorang samurai sejati. Ia akhirnya bunuh diri dan dimakamkan di dekat makam 47 ronin.


Oishi menceraikan istrinya supaya istrinya aman dan menyuruh istri dan kedua anaknya pergi sedangkan Chikara ia minta tinggal. Kalau di film ditampakkan Chikara adalah anak semata wayangnya.
Dari sekitar 300 samurai dibawah Oishi, hanya 40-an saja yang tetap loyal. Mereka bekerja sebagai buruh bangunan atau pedagang yang memiliki akses ke tempat tinggal Kira. Salah seorang ronin yang bernama Kinemon Kanehide Okano bahkan menikahi anak arsitek rumah Kira, sehingga ia bisa melihat layout kediaman Kira.
Saat penyerangan, pasukan dibagi dua. Satu dipimpin oleh Oishi dan satunya lagi dipimpin oleh Chikara.



Sesaat sebelum terbunuh, Oishi berlutut didepan Kira, karena Oishi masih menghormati Kira sebagai pejabat yang berkedudukan tinggi. Oishi memperkenalkan diri dan juga mempersilahkan Kira untuk mati terhormat sebagai samurai dengan bunuh diri. Tapi ia menolak dan akhirnya Oishi menyuruh ronin lainnya untuk menangkap Kira dan Oishi akhirnya memenggal kepala Kira.
Mereka akhirnya mengarak kepala Kira dan membawanya kembali ke Ako dimana Asano dimakamkan. Kepala Kira tadi dibasuh di sungai dan diletakkan di makam bersama belati seppuku Asano. Setelah berdoa di makam tuannya, mereka semua membagi grup jadi empat dan menyerahkan diri dengan dikawal empat Daimyo.
Jumlah mereka saat menyerahkan diri adalah 46 orang ronin. Seorang lagi adalah Terasaka Kichiemon tidak termasuk disana. Ada yang bilang bahwa dia memiliki misi khusus yang diberikan oleh Oishi. Sekembalinya ia dari misinya, ia diampuni oleh Shogun dan ia hidup hingga umur 87 tahun dan meninggal di tahun 1747.
Ke-46 ronin itu melakukan seppuku pada tanggal 20 Maret 1703, termasuk Chikara yang saat itu berusia 16 tahun. Sedangkan di film dikatakan Chikara diampuni oleh Shogun.
Mereka semua dimakamkan di Sengakuji. Semua benda seperti baju perang, pedang, drum dan peluit disimpan di Kuil Sengakuji yang ramai dikunjungi orang setiap tanggal 14 Desember.


Pendapat  tentang film ini…

Overall lumayan lah ya, tidak bagus banget dan tidak juga jelek banget. Saya suka dengan kostum para pemainya yang bagus dan tidak asal, kecuali salah satu kimono Mika yang lehernya lebih mirip baju astronot daripada kimono yang anggun. Hair piece Mika juga kece berat. Maklum lah saya seorang penggemar perhiasan.


Sebenarnya agak rancu juga menggabungkan fiksi dan fakta yang akhirnya di film ini justru mengurangi kesan heroik dari 47 ronin ini. Ada sesuatu yang hilang disini sepertinya saya mencari gregetnya dan juga kerennya para samurai yang bertaruh nyawa membela kehormatan dari tuannya. Film ini terlalu menghambur-hamburkan waktu dengan mempertontonkan adegan baju si penyihir muter-muter sampe saya pengen itu kain mbulet aja. Terlalu banyak loh kelebaian baju si penyihir ini. Pengen saya injek biarnjungkel gitu.. hihi


Karena lebay-nya penyihir ini, akhirnya kisahnya seperti Kai VS Penyihir sedangkan kisah 47 samurai gagah hanya sebagai pelengkap dan juga lelucon. Untung saja karakter Oishi disini sangat kuat (salut!) hingga saking kuatnya sampai saya pengen mas Keanu enyah aja dari layar. Keanu sendiri nampaknya sadar kalau dia tidak jadi bagian siapa-siapa. Aktingnya seperti bilang “what I’m doing here?? Kill the dragon and marry Mika?”. Ya gak sih? Seperti kebingungan saya juga saat di awal film, narator bilang kalau Kai diselamatkan Asano dan juga Mika karena ada sesuatu dari Kai yang hanya bisa dilihat oleh mereka. Tapi apa?

lord voldemort mixed with lizard and bird??



Hal yang cukup mengganggu adalah soal Tengu. Sebagai seorang penggemar kisah mistik Jepang, tentu saja saya tau tentang tengu dan mukanya gak kaya Vorldemort gini!!!! Langsung loh saya protes ke suami karena tengu itu keren loh, mirip dengan Jatayu versi Jepang.




ini tengu yang asli

Beda kan??? Beda donk! Setahu saya tengu tidak berbusana layaknya pendeta agama buddha. I don’t get it. Tapi CG saat adegan Kai rebutan pedang dengan Tengu ini keren sekali. Mengingatkan saya dengan film mas Keanu lainnya yaitu Matrix. Kerasa banget deg-degannya ngeliat Oishi harus nahan diri. *lap keringet*



Moment paling bikin terharu adalah saat Oishi pamitan ke istrinya. Oishi meminta istri untuk bilang ke semua orang kalau mereka sudah bercerai. Semuanya demi kebaikan istrinya itu. Saya gregetan langsung. Karena Oishi ini diperankan sebagai lelaki yang angkuh, cuek tapi sayang banget ke keluarganya. Manly banget lah pokoknya. Sedangkan Chikara anaknya, malah mukanya keibuan banget. >_<

ini dia kuburan para ronin di Sengakuji Temple

Film ini saya kasih nilai 7,5/10. Seandainya semua kata-katanya pake bahasa Jepang mungkin saya akan kasih nilai 8,5/10. Gara-gara film ini saya jadi susah tidur dan langsung gugel sejarah Jepang sampai pagi dan menyimpan keinginan untuk melihat sendiri kuburan 47 ronin yang terkenal ini.



Selamat menonton! (dan belajar sejarah)