Sabtu, 17 Januari 2015

Kisah Dosen UIN Mem-booking 8 PSK dalam Satu Kamar


Seorang Dosen UIN SGD Bandung, berusia 40 tahunan, masuk ke lokasi prostitusi di daerah Bekasi dan mem-booking 8 PSK sekaligus, lalu diboyong ke satu kamar. Sekuriti berbadan besar oknum TNI menguntitnya. Menyewa 8 orang sekaligus tentu tidak wajar dan mencurigakan. “Dia punya kekuatan seks seperti apa?” Pikirnya. Tahu ada yang menguntit, sang dosen merasa terganggu, terjadilah adu mulut antar keduanya.
Sang dosen merasa tidak ada yang salah dan memiliki alasan kuat. Karena toh sudah di-booking adalah hak dia untuk melakukan apa saja dengan 8 perempuan itu dalam kamar. Sang dosen bertanya, “Sebagai apa kamu disini?” Dia menjawab: “Saya keamanan Pak!” Mendengar jawaban itu, sontak sang dosen marah: “Keamanan apanya ..?? Pekerjaan kamu disini bukan mengamankan tapi membuat mereka tersiksa dan menderita. Kamu menjerumuskan dan mencelakakan mereka semua di dunia dan di akhirat. Keamanan apanya?” Sang centeng kaget oleh jawaban yang baru didengarnya itu dan tak bisa menjawab. Sekuriti itu pun disuruh pergi, dan bila tetap menganggu, ia ditantang duel:“Ayo kita satu lawan satu, mau dimana?” Tapi si oknum ini tidak berani apalagi saat diancam akan dilaporkan ke atasannya jadi centeng “neraka” seperti itu. Ia pun takut, segera pergi dan minta maaf. Di dalam kamar, ke 8 PSK itu merasakan lain. Ada hal aneh yang akan dilakukan tamunya ini mem-booking mereka banyakan.
Di dalam kamar, sang dosen meminta mereka semua duduk di atas kasur dan menyuruh seprai dari dua kasur dicabut: “Tolong cabut itu seprai dan tutup badan kalian semua dengan kain itu. Saya tidak mau melihatnya.” 8 PSK itu kemudian dinasehati panjang lebar tentang kelakuan buruknya, tentang uang haramnya, akibat kejiwaannya pada anak, durhakanya pada orang tua, alasan dustanya soal kebutuhan ekonomi, tentang bahaya penyakit kelamin dll.
“Bayangkan kalau anak perempuanmu seperti kamu, mau nggak? Kalau anak-anakmu tahu kelakuanmu seperti ini, mau nggak? Kalau ibumu tahu, mau nggak? Bayangkan perasaan mereka, betapa malu dan sakit hatinya. Inikah balasan pada ibumu yang sudah susah payah melahirkan, membesarkan dan mendidikmu? Apakah dulu ibumu membesarkanmu dengan penuh pengorbanan dan mendidikmu siang malam dengan sangat lelah dan penuh penderitaan, lalu menyekolahkanmu untuk jadi sampah seperti ini? Saya benar-benar heran, betapa jahatnya kamu semua pada ibumu. Kamu sangat tega mengkhianati mereka, kamu mempersetankan pengorbanan mereka. Kamu tahu nggak, saat kamu sedang melakukan pekerjaan kotor ini dan dapat uang haram, ibumu sebenarnya sedang menjerit menangis di rumah, karena hubungan batin anak dengan ibu itu kuat. Lalu agama kamu dimana? Kamu sadar enggak, sekarang ini api neraka sedang menunggu kamu semua!!”
Sekitar 2 jam dia bicara, di atas itu intinya saja. Ledakan tangisan 8 PSK itu muncrat semua. Mereka menjerit menangis, semua menyadari dan menyesali, tobat seketika, janji akan keluar semuanya . Mereka merasakan, baru ada orang yang kekuatan bicaranya seperti itu, bagai gledek halilintar yang mengoyak-ngoyak batin dan menghancurkan hati mereka semua menjadi luluh tidak berdaya. Setelah penyadaran, sang dosen meminta nomor hp mereka semua.
_______________________
Di sela-sela kisah itu, saya sering tertegun. Tentu saja, kagum. Lalu sempat menanyakan beberapa hal: “Ngapain, awalnya masuk kesitu?” Dia menjawab: “Gak tahu, saya lagi lewat, tiba-tiba saja hati saya ingin masuk ke situ, awalnya saya juga gak tahu mau apa.” Saya nanya lagi, “PSK disitu kan pasti banyak, gimana waktu memilih yang 8 orang itu, harus yang ini yang itu?” Dia bilang: “Ya gak tahu juga. Waktu itu kelihatan aja dari aura wajahnya, si ini si itu yang tersiksa kerja disitu dan ingin keluar tapi gak berdaya, gak tahu caranya. Telunjuk saya aja yang milih si ini dan si itu.”
_______________________
Beberapa hari kemudian, sang dosen, datang lagi mengecek. Benar, 8 nama itu sudah tidak ada di daftar, sudah keluar. Beberapa hari kemudian, sang dosen mengunjungi ke 8 orang itu ke kampungnya masing-masing, mengontrol dan membina, dan komunikasi terus berjalan setelah beberapa minggu dan bulan. 8 perempuan muda yang wajah-wajahnya aduhai itu, kini ada yang buka warung, buka kios, kerja di pabrik dll. Pada salah satu orang yang jualan gorengan, sang dosen ustadz itu berkata: “Naah … begitu doong… ini yang halal dan barokah. Rizki halal tidak susah asalkan dicari.” Mereka merasakan kebahagiaan yang sangat amat telah keluar dari jerat pekerjaaan kotornya.
Dari ke 8 PSK itu, 6 orang bersuami dan direstui oleh suaminya jadi PSK (asalnya daerahnya Subang, Indramayu, Sukabumi). Yang suaminya menerima dan sadar, suaminya juga dibina. Yang suaminya menolak dan marah karena kehilangan income dari istrinya yang cukup besar, sang dosen memberikan instruksi: “Kamu harus bercerai dengan suamimu, wajib, karena ia telah menjerumuskan dan merusakmu. Suami macam apa seperti itu, sekarang pun ia tidak terima kamu telah sadar. Sekarang cari suami yang baik, masih banyak. Insya Allah saya akan bantu.” Yang suaminya tidak terima, semuanya diceraikan. Satu orang yang dari Indramayu, bukan hanya tidak terima malah menteror mantan istrinya dan keluarganya.
Ketika sang dosen dilapori, tidak menunggu, ia langsung berangkat mencarinya sendiri rumah orang itu di Indramayu. Laki-laki itu kembali ke rumah orang tuanya. Sang dosen masuk dan menceramahi laki-laki itu. Bukannya berterima kasih dan bersyukur istrinya telah sadar dan kembali ke jalan yang benar, laki-laki itu malah tidak terima dan marah-marah. Ia bersungut-sungut menuduh laki-laki yang tak dikenalnya itu mengganggu kesenangannyalah, merusak rumah tangga oranglah, sok sucilah, dll. Sang dosen membantah: “Siapa yang merusak? Justru kamu yang merusak istri kamu dan kamu memerasnya. Suami macam apa kamu ini?”
Karena nasehat tidak akan masuk pada orang seperti ini, akhirnya sang dosen mengambil jalan akhir. “Sekarang gini aja, kamu ambil golok bawa keluar, ayo kita duel diluar tapi dengan catatan sampai mati dan harus disaksikan masyarakat, RT, RW dan Polisi. Siapa yang benar diantara kita.” Laki-laki itu hanya diam, sang dosen kesal, ia masuk ke dapur dan meminta golok pada keluarganya. Golok itu diberikan dan dipaksakannya agar laki-laki itu memegangnya dan dipersilahkan untuk menebas bagian mana saja dari tubuh sang sang dosen yang dia mau. Karena dia masih diam, sang dosen menggusur orang itu keluar rumah. Karena suasana ribut, tetangga pada keluar, nonton. Sekalian sang ustadz berteriak-teriak disitu menjelaskan betapa bodoh dan dungunya orang ini, istrinya disadarkan malah tidak terima berarti dia ini hakikatnya setan. Tetangga yang sudah menaruh curiga pada pekerjaan istri laki-laki itu membenarkan ucapan sang dosen. Mereka terus menonton.
Sampai ujungnya, laki-laki itu sadar, menangis, menyesali dan berjanji tidak akan mengganggu mantan istrinya lagi. Orang tuanya pun menyesalkan kebodohan anaknya itu.“Awas, mengganggu lagi mantan istrimu, dengan saya urusannya.”
_____________
Ketika kisah ini diceritakan pada saya, saya berkali-kali berucap: “Subhanallaah … luar biasaa …!!” Ia berkata, “Yaa … menolong itu harus tuntas, jangan setengah-setengah, cuma menyadarkan saja tapi kesananya tidak bertanggung jawab, tidak di urus, ya gak akan bener, dia bisa balik lagi nanti.” []
Kisah nyata ini diceritakan pada saya tanggal 1 Juli 2012. Namanya sengaja tidak disebut untuk menghindari riya. Subhanallaah …

Sumber: moeflich.wordpress.com

Senin, 05 Januari 2015

Tips Mendaki Gunung Saat Musim Hujan




Mendaki gunung merupakan aktivitas yang menarik, sehingga tak jarang banyak orang yang melakukan pendakian untuk menyalurkan hobinya. Namun aktivitas di ruang terbuka ini juga memiliki resiko, apalagi jika dilakukan saat musim hujan yang mana badai dan angin kencang lebih berpotensi sering terjadi saat turun hujan.

Persiapan serta manajemen perjalanan yang lebih matang sangat diperlukan untuk menjaga keselamatan dan kesuksesan pendakian. Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan dalam pendakian saat musim hujan :


Persiapan fisik dan mental.

Pada umumnya setiap pendakian memang membutuhkan persiapan fisik dan mental. Namun dalam kondisi musim hujan, persiapan harus lebih matang dan harus siap dengan keadaan cuaca yang bisa lebih ekstrim. Hawa yang dingin, angin kencang serta beberapa hal lainnya dalam pendakian harus dipersiapkan sebaik mungkin.


Mengetahui kondisi jalur pendakian.

Hal ini sangat penting untuk diketahui, sehingga ada baiknya anda ataupun teman seperjalanan sudah pernah mendaki gunung yang akan anda pilih. Dengan adanya pengetahuan tentang kondisi jalur pendakian, anda sudah mengetahui dimana lokasi yang tepat untuk beristirahat, mendirikan tenda, ataupun lokasi terdekat untuk berlindung apabila terjadi cuaca buruk.


Manajemen perlengkapan.

Kondisi cuaca yang buruk seringkali membuat stamina pendaki menurun. Membawa perlengkapan yang terlalu berat tentu akan memberatkan pendakian anda. Sebaiknya bawalah perlengkapan yang dirasa penting saja seperti jas hujan atau ponco, pakaian ganti kering, senter serta beberapa perlengkapan lainnya yang harus dibawa saat musim penghujan. Tentunya perlengkapan seperti ponco diletakkan pada tempat yang bisa digunakan segera jika hujan turun dengan tiba-tiba.


Tidak berkemah.

Berkemah di gunung saat musim hujan akan terasa sangat tidak nyaman. Apalagi jika ada banyak perlengkapan yang basah seperti pakaian, tas, sepatu dan sebagainya. Rembesan air juga menjadi salah satu gangguan ketika barang bersentuhan dengan tenda. Untuk itu, perlu menentukan gunung yang tepat dengan rute yang tidak terlalu panjang. Akumulasi naik-turun gunung antara 6-15 kilometer bisa dijadikan pilihan yang tepat.


Bungkus perlengkapan dengan kantong plastik.

Hal ini sangat membantu menjaga perlengkapan anda tetap kering, khususnya sleeping bag dan pakaian ganti dari resiko terkena air hujan apabila tas anda basah. Pakaian yang basah sangat beresiko menurunkan suhu tubuh yang bisa menyebabkan berbagai kemungkinan buruk seperti hypotermia.


Gunakan sepatu.

Ketika musim hujan, jalur berlumpur atau tanah yang lembek tentu bukan hal yang asing. Jika menggunakan sandal, resiko terputus cukup besar. Untuk itu menggunakan sepatu bisa lebih aman dalam kondisi alam yang seperti ini.


Bawa flysheet dan ponco berukuran besar.

Ketika hujan atau cuaca buruk tiba-tiba datang, belum tentu lokasi berlindung sudah dekat. Dengan membawa flysheet ataupun ponco yang besar, bisa dijadikan alternatif untuk membuat bivak dengan cepat.


Bawa tenda bervestibule (teras).

Jika anda berencana untuk tetap camping di gunung saat musim hujan, sebaiknya bawalah tenda yang memiliki teras sehingga memudahkan anda untuk memasak walaupun sedang turun hujan.


Bawa bahan penyerap air.

Ketika sepatu atau tenda anda basah maka sangat diperlukan perlengkapan seperti bahan yang dapat menyerap air, contohnya : kertas koran, kanebo ataupun spons.


Gunakan tongkat pendakian.

Ketika hujan, tanah tentu menjadi lebih licin dan sangat beresiko terpeleset atau tergelincir. Penggunaan tongkat pendakian bisa sangat membantu atau jika tidak ada anda juga bisa menggunakan ranting pepohonan yang telah patah.


Gunakan pelindung kaki/gaithers.

Saat musim penghujan biasanya binatang pacet akan mulai bermunculan. Tentunya ini akan menjadi rintangan sendiri yang harus dihadapi pendaki. Dengan memakai geither, setidaknya dapat mengurangi serangan binatang pacet yang sering menempel di kaki.


Hentikan pendakian jika cuaca memburuk.

Jangan memaksakan keadaan, jika cuaca memburuk sebaiknya segeralah berhenti dan berteduh. Perlu diingat pula bahwa dalam mencari tempat berteduh selalu perhatikan hal-hal yang dapat membahayakan anda dari sambaran petir. Seperti misalnya tidak berteduh di bawah pohon yang berdiri sendiri, tidak berada pada aliran air dan tidak pada tempat yang terbuka karena hal-hal tersebut merupakan lokasi yang rawan terhadap sambaran petir.



Setiap resiko dalam beraktivitas di alam bebas bisa dihindari apabila sudah dipersiapkan sebaik-baiknya, termasuk mendaki gunung ketika musim hujan. Hal terpenting yang harus diingat adalah keselamatan dalam pendakian merupakan tujuan yang paling utama, sehingga bila kondisi sudah tidak memungkinkan sebaiknya hindari memaksakan diri. Selalu pentingkan keselamatan dan selamat mendaki!

Gunug Salak




Gunung Salak merupakan sebuah gunung berapi yang secara administratif berada di wilayah Kabupaten Bogor dan Kabupaten Sukabumi. Gunung ini memiliki beberapa puncak diantaranya adalah puncak Salak I dengan ketinggian 2.211 m dpl dan puncak Salak II dengan ketinggian 2.180 m dpl. Gunung Salak bukanlah nama dari tanaman salak, namun berasal dari bahasa sangsekerta “salaka” yang berarti perak. 

Letusan terakhir gunung ini terjadi pada tahun 1938 berupa erupsi freatik yang terjadi di kawah Cikuluwung Putri. Pendakian Gunung Salak dapat melalui beberapa jalur pendakian. Puncak yang sering didaki adalah puncak I dan II. Puncak Salak I dapat didaki dari arah Cimelati dekat Cicurug, Cidahu Sukabumi atau Kawah Ratu Gunung Bunder. Untuk mendaki gunung ini sebaiknya dilakukan pada pertengahan musim kemarau. Pada musim kemarau jalur pendakian tidak terlalu becek, angin tidak terlalu kencang, dan tidak ada pacet atau lintah. Pendakian gunung salak ini bisa dilakukan lewat empat alternatif rute pendakian yaitu: Rute Pendakian Gunung Salak * Jalur Cidahu (Sukabumi) * Jalur Giri Jaya (Curug Pilung) * Jalur Kutajaya/Cimelati *Jalur Pasir Reungit Jalur Cidahu, Sukabumi Salah satu jalur yang sering dipakai oleh pendaki gunung adalah dari Wana Wisata Cangkuang, Kecamatan Cidahu, kabupaten Sukabumi. 

Dari Jakarta menuju ke tempat ini dapat menggunakan bus jurusan Sukabumi atau kereta api dari Bogor jurusan Sukabumi kemudian turun di Cicurug. Selanjutnya dari Cicurug sambung dengan mobil angkot jurusan Cidahu. Dari tempat ini ada dua jalur pendakian, yakni jalur lama yang menuju puncak I dan jalur baru yang menuju Kawah Ratu. Wana Wisata Cangkuang sering digunakan menjadi perkemahan dengan pemandangan air terjun yang indah dan sering digunakan pendaki menuju ke Kawah Ratu. Dari jalur ini pula pendaki dapat menuju ke Puncak Salak I. 

Di pintu masuk Wana Wisata ini terdapat tempat yang nyaman untuk berkemah, juga terdapat banyak warung makanan. Dari jalur ini dapat menuju Kawah Ratu, waktu yang diperlukan adalah sekitar 3-5 jam perjalanan. Sedangkan untuk menuju ke puncak Gunung Salak I diperlukan sekitar 8 jam perjalanan. Dari perkemahan menuju shelter III memiliki jalur awal curam, kemudian lembab dan basah. Pada musim hujan jalur ini merupakan jalur licin dan curam, perjalanan tertolong oleh akar-akar pohon. Pada shelter ini terdapat sungai yang jernih dan terdapat tempat yang cukup luas untuk mendirikan tenda dengan pemandangan hutan tropis yang lebat. Menuju shelter IV, jalur semakin curam. Jalur ini berupa tanah merah. Di beberapa tempat, kamu akan melewati beberapa tempat becek sedalam dengkul kaki. 

Pada jalur ini juga pendaki akan melewati dua buah sungai yang jernih airnya. Untuk pendakian jalur ini sebaiknya mengambil air jernih di sini karena pada musim kemarau sungai ini menjadi sumber air bersih terakhir. Sehelter IV merupakan persimpangan jalan. Untuk menuju ke Kawah Ratu ambil jalan ke kiri, sedangkan untuk menuju ke puncak Gunung Salak ambil jalur ke kanan. Di shelter ini memiliki area yang cukup luas untuk membangun tenda. Menuju Kawah Ratu Dari Shelter IV menuju Kawah Ratu diperlukan waktu sekitar 1 jam. Kawah ratu terdiri dari 3 kawah, Kawah Ratu (paling besar), Kawah Paeh (kawah mati), Kawah Hurip (kawah hidup). Kawah Ratu merupakan kawah aktif yang secara berkala mengeluarkan gas berbau belerang. Di tempat ini dilarang mendirikan tenda dan dilarang minum air belerang. Menuju Puncak Gunung Salak Dari Sehleter III menuju shelter IV akan membutuhkan waktu 1 jam. Perjalanannya akan melintasi akar-akar pohon yang tertutup tanah lunak sehingga kaki bisa terpelosok. Dari tempat ini akan terlihat Kawah Ratu dengan sangat jelas. 

Setelah melewati sungai kecil dan tempat yang sangat luas, pendaki berbelok ke kanan. Kemudian berjalan ke kiri mengikuti pagar kawat berduri. Jalur ini sangat sempit, sedikit turunan, agak landai, juga curam. Pada sisi kiri dan kanan jalan berupa jurang yang curam dan dalam. Pada jalur ini ditutupi rumput dan pohon. Satu jam melintasi jalur ini pendaki akan melintasi akar-akar pohon dan bebatuan. Jalur shelter V sedikit menurun kemudian kembali menajak tajam. Pendaki akan memanjat tebing batu curam. Menuju shelter VI memerlukan waktu sekitar 1 jam, jalur semakin curam dan sempit sehingga tidak ada waktu untuk beristirahat. Pada shelter VII pendaki perlu waktu sekitar satu jam untuk mendaki punggung gunung yang semakin menanjak. Pada jalur ini pendaki akan banyak melintasi akar pohon sehingga bila angin bertiup pendaki akan ikut bergoyang. Dari sini hanya membutuhkan waktu sepuluh menit untuk menuju puncak Gunung Salak I, jalur ini sudah tidak terlalu curam. 


Sampailah pada puncak Gunung Salak I, Puncak Gunung ini masih banyak ditumbuhi pohon-pohon besar. Tempatnya sangat luas dan dapat digunakan untuk mendirikan beberapa tenda. Di puncak ini terdapat beberapa makam kuno, diantaranya makam Embah Gunung Salak yang nama aslinya Raden K.H. Moh. Hasan Bin Raden K.H. Bahyudin Braja Kusumah. Tidak jauh dari makam Embah Gunung Salak, terdapat makam kuno yang lain, yakni makam Raden Tubagus Yusup Maulana Bin Seh Sarip Hidayatullah. Di puncak Gunung Salak I ini juga terdapat sebuah pondok yang sering digunakan oleh para penjiarah untuk menginap. Jalur Giri Jaya (Curug Pilung) Jalur Giri Jaya terdapat di Wana Wisata Curug Pilung, Desa Giri Jaya, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi. Menuju Puncak Gunung Salak dari jalur ini dapat dilalui dengan waktu tempuh 5 – 8 jam perjalanan. Jalur ini berada di Wana Wisata Curug Pilung, Desa Giri Jaya, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi. Untuk menuju desa Giri Jaya dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan Ojek dari Cicurug. Atau pendaki dapat berjalan kaki dengan waktu tempuh sekitar 3,5 jam perjalanan. Dari pintu masuk Wana Wisata Curug Pilung dengan berjalan kaki beberapa meter akan telihat Gapura pintu masuk Pasareyan Eyang Santri. Dari sana pendaki dapat berjalan melalui rumah penduduk, kemudian akan sampai kebun-kebun rumah penduduk. Setelah berjalan 15 menit pendaki akan sampai di sebuah pertapaan Eyang Santri, disekitarnya terdapat MCK yang terdapatair bersih di dalamnya. Pendaki harus mengambil air bersih dari sini karena melalu jalur ini hingga mencapai puncak tidak terdapat mata air. Di bawah pertapaan Eyang Santri terdapat air terjun yang indah, namanya air terjun Curug Pilung. Daerah ini juga dapat digunakan untuk berkemah. Dari lokasi pertapaan Eyang Santri pendaki akan melewati jalur yang agak landai, melewati pohon pohon damar. Bila cuaca bagus dari sini dapat terlihat Gunung Gede dan Gunung Pangrango dengan sangat jelas. 

Lereng-lerengnya banyak ditumbuhi pohon besar dan lebat. Dalam waktu 1 jam perjalanan jalur masih agak landai dan melewati jalan yang sempit dan licin. Sekitar 3-4 jam perjalanan pendaki akan sampai pada sebuah makam Pangeran Santri. Di sekitar makam terdapat mushola dan sebuah pondok. Dari makam ini jalur semakin curam, melawati akar dan tanah. Dari tempat ini masih diperlukan waktu 2 jam perjalanan untuk menuju puncak. Di beberapa tempat harus menaiki batu batu besar yang licin yang disekitarnya adalah jurang. Selain itu terdapat akar yang tertutup lumut, bila menginjak tanah akan terjeblos ke celah-celah akar. Di daerah ini biasanya terdapat monyet dan berbagai burung. Selanjutnya pendaki akan sampai di pertemuan jalur yang berasal dari Cangkuang, tepatnya di shelter VII. Dari Shelter VII jalur sudah mulai agak landai melewati akar-akar pohon. Sekitar 10 menit kemudian kita akan sampai di puncak Gunung Salak I. Jalur Kutajaya/Cimelati Jalur Kutajaya atau Cimelati adalah jalur pendakian ke puncak Gunung Salak yang paling pendek dan paling cepat, namun di sepanjang jalur pendaki akan sulit menemukan sumber air, sehingga air bersih harus dipersiapkan sejak dari bawah. Untuk menuju Kutajaya dari Bogor pendaki naik mobil ke jurusan Sukabumi turun di Cicurug atau Cimelati. Cicurug adalah kota kecamatan yang masuk ke wilayah kabupaten Sukabumi, segala perlengkapan pendakian harus dipersiapkan di sini. Dari pasar Cicurug yang juga merangkap terminal kita dapat mencarter mobil ke Kutajaya atau naik ojeg. Kendaraan umum hanya ada di pagi hari, itupun dalam jumlah sangat terbatas. Perjalanan dimulai dari desa Kutajaya dengan menyusuri ladang dan kebun pertanian penduduk, karena banyaknya percabangan maka perjalanan sebaiknya dilakukan siang hari, usahakan untuk selalu mengikuti punggung gunung. Bila agak sulit menemukan jalur bisa mengikuti arah ke air terjun. Terdapat tanda-tanda yang jelas pada setiap pos, namun tanda-tanda penunjuk arah menuju puncak sangat jarang. 

Disepanjang jalur ini tidak ada tempat yang cukup luas dan datar untuk membuka tenda. Di beberapa pos terdapat tempat yang cukup untuk mendirikan 1-2 buah tenda ukuran kecil. Jalur ini jarang dilewati pendaki sehingga kadangkala tertutup rumput dan dedaunan. Setelah melintasi ladang pertanian penduduk, pendaki melintasi hutan yang cukup lebat namun tidak terlalu lembab. Selanjutnya akan dijumpai pertigaan dari Kutajaya, air terjun dan menuju puncak. Berjalan menuju ke arah puncak sekitar beberapa ratus meter akan dijumpai Pos 3. Jalur ini terus menanjak melintasi hutan-hutan yang cukup lebat. Di Pos 4 pendaki akan menemukan percabangan lagi. Di sini terdapat pipa saluran air, jangan mengikuti pipa saluran air, baik yang ke atas (kiri) maupun ke bawah (kanan). Setelah melewati Pos 4 jalur kelihatan cukup jelas dan tidak banyak percabangan lagi. Dengan berjalan menempuh sekitar 1 jam akan sampai di Pos 5. 

Jalur semakin menanjak melintasi hutan lebat dan kadangkala pendaki harus melintasi akar-akar pohon. Sepanjang jalur Kutajaya ini pemandangan monoton hanya berupa hutan-hutan, namun pendaki kadangkala akan melihat satwa-satwa seperti aneka jenis burung, juga suara-suara monyet, bahkan seringkali rombongan monyet melintasi jalur ini. Untuk menuju Pos 6 diperlukan waktu sekitar 1 jam perjalanan. Di Pos 6 terdapat tanah datar yang cukup untuk mendirikan 1 buah tenda. Masih diperlukan lagi waktu sekitar 1 jam perjalanan untuk menuju puncak Gunung Salak I. Penjalanan melewati jalur ini akan sampai tepat di samping makam Mbah Gunung Salak atau puncak Gunung Salak 1 dengan ketinggian 2.211 mdpl. Jalur Pasir Reungit Untuk menuju ke Pasir Reungit dari stasiun Bogor naik mobil angkot jurusan Bebulak. Kemudian dari terminal Bebulak disambung dengan mobil jurusan Leuwiliang, turun di simpang Cibatok. 

Dari Cibatok disambung lagi dengan mobil angkutan pedesaan ke Gunung Picung atau Bumi Perkemahan Gunung Bunder yang berakhir di Pasir Reungit. Untuk menuju puncak gunung Salak I jalur ini merupakan jalur terpanjang karena harus memutar dan melintasi Kawah Ratu. Jalur pendakian dari Pasir Rengit ini untuk menuju ke Kawah Ratu memiliki medan menanjak dan berbatu melewati air terjun. Di rute ini dapat dijumpai dua kawah berukuran kecil, yakni Kawah Monyet dan Kawah Anjing. Pada musim hujan beberapa bagian medannya berubah menjadi saluran air alami. Di sekitar Desa Pasir Reungit terdapat perkemahan dan tiga mata air yakni, Curug Cigamea Satu, Curug Cigamea Dua, dan Curug Seribu, yang dapat disinggahi sebelum ke Kawah Ratu. Curug Cigamea ini tingginya kurang lebih 50 meter. Tidak jauh dari kampung Pasir Rengit, terdapat Curug Ngumpet. Tumpahan airnya cukup lebar dengan ketinggian sekitar 20 meter. Sedangkan Curug Seribu memiliki tinggi mencapai 200 meter, dan tumpahan curug cukup besar dan menyatu, sehingga dari jarak jauh sudah terasa percikan airnya yang dingin. Pesan Disini saya tidak meberikan estimasi biaya perjalanan karena estimasi biaya setiap waktu bisa berubah dan saya menganjurkan untuk tanya langsung ke petugas langsung dengan cara menghubungi petugas lewat postingan CP petugas silahkan klik di sini untuk mengetahui nomer telfon petugas gunung 





Keindahan



Kawah Ratu (Dok. Yani)



Gunung Salak memang menyimpan banyak keindahan. Banyak pula yang menjulukinya sebagai gunung penuh mistis. Bagaimanapun juga, Gunung Salak merupakan ikon kebanggaan warga Bogor. Gunung dengan vegetasi hutan yang rapat ini memiliki banyak sumber mata air, sehingga tak heran jika ditemukan banyak sekali curug (air terjun) di lerengnya. Ada lagi yang unik dari Gunung Salak. Kawahnya tidak terletak di puncak seperti pada umumnya gunung-gunung lain, tetapi ada di tengah-tengah gunung. Kawah inilah yang dikenal dengan sebutan Kawah Ratu.

Sebagai warga Bogor, rasanya tidak lengkap kalau belum berkunjung ke kawah tersebut. Belum lama ini (15/3/14), niat untuk mengunjungi Kawah Ratu kesampaian juga. Salah seorang kompasianer Bogor Akang Sepuh, yang sudah terbiasa ke sini, menawarkan untuk mendaki ke kawah tersebut. Sayapun mengajak Ria Astuti dan 2 orang teman lain (Indah dan Mathias) untuk ikut bergabung, jadilah kami berlima trekking ke kawah ratu.

Kami memulai perjalanan sepagi mungkin. Sekitar pukul 8 lewat kami sudah tiba di depan pos penjagaan menuju Kawah Ratu di Gunung Bunder (masih termasuk wilayah Taman Nasional Gunung Halimun-Salak). Ada 2 jalur pendakian resmi yang bisa dilalui yaitu lewat Cidahu (Sukabumi) dan yang akan kami lalui ini yaitu Pasir reungit (Gunung Bunder). Sebelum mendaki, petugas taman nasional memberitahukan bahwa pendakian ke Kawah Ratu harus ditemani pemandu yang sudah berpengalaman. Kamipun mengiyakan, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti tersesat, terhirup gas beracun dan lain sebagainya. Bagaimanapun jalan-jalan ke gunung tidak boleh dianggap remeh meskipun jalurnya terbilang mudah.

Untuk menuju ke kawah ratu lewat jalur pasir reungit, kami harus trekking sejauh 3,6 km. Jarak sejauh itu bisa ditempuh sekitar 2 jam lebih. Gak terlalu sulit koq, karena jalannya lumayan landai. Lagipula Kawah Ratu hanya berada di ketinggian 800-900 m dpl, tidak terlalu tinggi. Sepertinya cocok buat olahraga santai.

Pagi itu cuaca berawan hingga tidak terasa panas sama sekali. Apalagi di kanan-kiri terdapat banyak tumbuhan yang kadang-kadang memaksa kami untuk sedikit menunduk saat melewatinya. Si pemandu berjalan agak cepat di depan rombongan kami. Dengan parang di tangannya, sesekali dia menebas semak/ranting pohon yang menghalangi jalan kami. Jalur yang kami lewati sepi sekali, terkadang menyempit, mungkin agak jarang dilewati orang. Kami hanya beberapa kali berpapasan dengan pendaki lain dari arah berlawanan.

Sepanjang perjalanan, kami harus melewati jalan setapak, di antara batu dan tanah yang becek. Tidak jarang pula harus melewati sungai atau jalan air. Hmm..jalur ke kawah ratu ini memang jalur basah, pokoknya suegeer banget deh. Suara gemericik air sungai hampir selalu terdengar mengiringi langkah kaki. Karena banyaknya jalan air yang harus dilewati, sangat tidak disarankan untuk ke sini di saat musim hujan, karena dikhawatirkan bisa terseret arus. Seringkali jalan setapak yang kami lalui bercabang, tanpa penunjuk arah sama sekali. Dan mungkin inilah penyebab banyak orang tersasar di sini.

Melewati jalan air (Dok. Yani)



Tibalah kami di jalan air setinggi mata kaki, beberapa tempat bahkan ada yang hampir setengah selutut. Mau tidak mau ujung celana panjangku jadi basah. Airnya begitu jernih dan terasa sekali dingin di kaki, mungkin kalau lama kelamaan bisa membuat kaki menjadi kram. Lumayan jauh juga jaraknya, mungkin hampir 100 m. Tak berapa lama kami tiba di aliran sungai yang airnya jernih sekali. Ini adalah sungai terakhir yang airnya bisa langsung diminum. Melihatnya mata terasa segar dan kepingin berendam lama-lama. Sungai inilah yang mengalir ke bawah dan selanjutnya bercabang menjadi Curug Cigamea dan Curug Ngumpet. Rasanya pingin berlama-lama duduk di batu-batunya sambil merendam kaki. Tetapi niat ini harus urungkan karena masih harus meneruskan perjalanan ke Kawah Ratu yang sudah tidak jauh lagi.

Sungai di dekat kawah mati I (Dok. Yani)



Kawah mati I (Dok. Yani)



Sebelum mencapai Kawah Ratu, kita akan melewati dua kawah yaitu kawah mati I dan kawah mati II. Entah mengapa disebut mati, mungkin karena sudah tidak aktif lagi. Bau belerang terasa menyengat ketika tiba di kawah mati I. Ada sungai kecil yang warnanya agak keputihan karena pengaruh belerang. Suasana di sini begitu berbeda dengan jalur sebelumnya. Terasa sunyi, mencekam dan tentu saja mistis. Banyak sisa ranting-ranting kering dan pohon-pohon mati di sana, tetapi masih banyak pula pohon yang masih hidup sekitarnya.

Danau mati (Dok. Yani)



Hutan mati (Dok. Yani)



Papan peringatan di kawah mati II (Dok. Yani)



Setelah melewati kawah mati I, kami harus melewati jalan menanjak agak terjal yang dipenuhi akar-akar pohon. Setelah itu di sisi kanan terlihat sebuah danau, yang disebut danau mati. Pemandangan layaknya hutan mati dihiasi aliran belerang berwarna kuning dan batu-batu besar terpampang di depan mata. Banyak pula ornamen cantik di atas tanah dan ukiran kayu yang yang terbentuk secara alami. Ada keindahan yang eksotis sekaligus suasana yang galau mencekam di situ. Coba saja lihat foto-fotonya. Sungguh hebat memang ciptaan Allah SWT. Tapi jangan berlama-lama di sini. Tak jauh dari tempat ini ada papan peringatan yang sudah rusak dengan tulisannya yang hampir pudar. Mungkin beginilah kira-kira bunyinya : “ Dilarang berjongkok lebih dari 3 menit. Gas beracun dari kawah (CO, CO2, H2S, H2SO4), mengendap, terkonsentrasi di permukaan tanah. Status kawah = aktif normal”. Entah peringatan itu masih berlaku atau tidak, yang jelas kami buru-buru meninggalkan tempat ini menuju Kawah Ratu.

Kami harus menuruni jalan setapak yang tanahnya berwarna agak putih. Di kanan kiri masih terdapat banyak tumbuhan seperti paku-pakuan dan lumut, serta tumbuhan tinggi lainnya. Hanya berjalan beberapa menit kami sudah bisa melihat kepulan asap berwarna putih. Inilah rupanya yang disebut Kawah Ratu. Tidak seperti Kawah Ijen maupun Kawah Tangkuban Perahu yang membentuk kaldera luas ataupun cekungan di puncak gunung. Kawah Ratu memang tidak terlalu luas, bentuknya mungkin menyerupai bukit-bukit kapur yang berasap di banyak titik. Di tengah-tengah ada semacam cekungan yang membentuk kolam kecil berisi cairan dan mengeluarkan asap yang bertiup sesuai dengan arah angin.

Mungkin karena saat ini sedang banyak hujan, asap jadi bermunculan dimana-mana akibat tekanan dari bawah dan menimbulkan suara keras bergemuruh. Karena itulah pendakian ke kawah ratu biasanya ditutup pada saat musim penghujan. Disarankan untuk tidak melewati titik aman kawah karena gas CO2 yang keluar meskipun tidak berbau tetapi sangat mematikan. Jadi berada di sekitar sini pun tidak boleh lebih dari 20 menit.

Menurut si pemandu, di Kawah Ratu terdapat sumber mata air yang nantinya akan turun ke bawah sebagai curug seribu, tetapi tidak bisa diminum langsung. Letak agak jauh dari tempat kami berdiri, sehingga saya tidak bisa melihatnya langsung. Curg seribu sendiri merupakan curug terbesar di Gunung Salak dan letaknya paling tinggi di antara yang lain.

Di sana kami juga bertemu rombongan pendaki lain. Mereka rupanya ingin menyeberang ke jalur Cidahu melewati pinggiran kawah. Agak seram juga karena arah asap terkadang berpindah-pindah dan bisa saja muncul di tanah yang kita pijak. Pemandangan Kawah Ratu memang terkesan gersang, dengan aura mistis dan misterius. Walaupun begitu masih banyak pula tumbuhan pioner seperti lumut yang hijau bak karpet yang mampu tumbuh di bebatuan sekitarnya.

Kami berlima di kawah ratu (Dok. Yani)



Sekitar jam 11-an, kami kembali turun meninggalkan Kawah Ratu. Saat perjalanan pulang kami beristirahat sejenak di dekat sumber air yang dapat diminum langsung sambil membersihkan kaki. Cuaca agak sedikit panas waktu itu. Rasa seger banget minum air langsung dari sumbernya. Tidak berasa, tidak berwarna dan tidak berbau, pokoknya bersih banget deh. Setelah puas makan dan minum, kami melanjutkan jalan ke bawah. Rasanya perjalanan pulang hanya kami tempuh kurang dari 2 jam. Sampai-sampai orang di di pos penjagaan mengira kami trekking sambil lari.

Akhirnya acara ke Kawah Ratu hari itu kami tutup dengan mengunjungi Curug Ngumpet II. Curug yang sumber mata airnya sempat saya pakai minum dan mencuci kaki ketika di atas tadi.



Keunikan



Hampir satu minggu yang lalu kita dikejutkan dengan jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100 di kawasan Gunung Salak, Bogor. 

Berbagai kemungkinan yang diduga menjadi faktor utama jatuhnya pesawat buatan Rusia tersebut masih belum bisa dipastikan. Kesalahan pada sistem navigasi atau kondisi cuaca yang buruk menjadi penyebab yang banyak dibicarakan. Selain itu dugaan adanya gangguan sinyal telepon seluler (ponsel) yang digunakan penumpang juga masih belum bisa dibuktikan kebenarannya.

Terlepas dari kejadian jatuhnya pesawat Sukhoi Rabu, 9 Mei 2012 lslu, kondisi kawasan Gunung Salak memang dikenal sebagai daerah yang sering berkabut. “Daerah sekitar Gunung Salak dan Halimun memang cenderung berkabut,” ungkap Adi Wibowo Dosen Geografi Universitas Indonesia. Kawasan hutan tropis di sekitar kedua gunung tersebut merupakan wilayah Taman Nasional Gunung Halimun yang merupakan kawasan hutan tropis terluas di Pulau Jawa.

Menurut sejarahnya Halimun diambil dari bahasa Sunda yang artinya kabut. Maka tidak heran jika kemudian kawasan ini sering kali diselimuti kabut tebal. Kondisi wilayah sekitar Gunung Salak dan Halimun memang tergolong unik. Di daerah tersebut terdapat potensi geothermal terbesar di Pulau Jawa. Selain itu, Gunung Salak juga memiliki beberapa puncak yang diantaranya merupakan puncak palsu. “Ketika mendaki gunung lain, dari manapun arahnya kita pasti bisa mencapai puncak utama, tapi hal seperti itu tidak terjadi di Gunung Salak,” tambah Adi yang pernah mendaki gunung tersebut.

Bagi para pendaki yang tidak hafal betul jalur pendakian menuju puncak Gunung Salak, ada kemungkinan mereka menggunakan jalur yang salah dan sampai pada salah satu puncak palsunya. Jika hal demikian terjadi, maka jalan satu-satunya menuju puncak adalah kembali turun dan mencari jalur utama menuju puncak. Kondisi puncak Gunung Salak ini juga menjadi salah satu kesulitan yang harus dihadapi pilot saat melakukan penerbangan di kawasan tersebut. Apalagi jika cuaca tidak mendukung, dan kabut membuat jarak pandang semakin terbatas.

Namun, diungkapkan Adi bahwa kejadian tersebut seharusnya tidak terjadi pada kecelakaan Sukhoi kemarin. Mengingat pesawat tersebut sudah dilengkapi oleh sistem navigasi yang memadai. Sehingga seharusnya ada radar yang bisa ditangkap oleh pesawat ketika terdapat tebing dalam jarak dekat didepannya. “Tapi bisa saja jenis batuan di kawasan Gunung Salak ini juga memang berpengaruh pada sistem navigasi pesawat, meskipun ini baru sebatas wacana,” tutur Adi yang sudah sempat berdiskusi dengan Rahmatullah (Pakar Penginderaan Jauh UI). 

Adi menyampaikan pihaknya memang sempat menemukan keanehan di sekitar kawasan Gunung Salak ketika beberapa kali melakukan pendakian dan penelitian disana. Dia menuturkan,“Rekan saya dari FKM (Fakultas Kesehatan Masyarakat) juga pernah mengalami kesulitan dalam penggunaan GPS disana”. Menurutnya data yang terbaca pada GPS di kawasan Gunung Salak sering kali berubah-ubah sehingga sulit ditentukan. Hal ini diduga karena sifat batuan daerah Gunung Salak yang tergolong unik. “Ada kemungkinan jenis batuan mempengaruhi gelombang elektromagnetik yang bekerja,” tambah Adi. 

Namun hingga kini pihaknya belum bisa memastikan hal tersebut karena belum adanya penelitian lebih lanjut yang dilakukan. “Jika ada sponsor mungkin kita bisa melakukan penelitian tersebut, tapi hingga saat ini baru sebatas rencana,” ujar Adi menutup penjelasannya mengenai kondisi Gunung Salak.



Tips Mengatasi Serangan Binatang Pacet

Ketika anda berkegiatan di ruang terbuka seperti masuk ke dalam hutan dan mendaki gunung, pasti akan sering menemukan binatang pacet. Memang tidak semua gunung terdapat binatang pacetnya namun di sebagian gunung lainnya malah kehadiran binatang satu ini menjadi momok menakutkan tersendiri yang terkadang mengganggu kegiatan pendakian.


Habitat pacet biasanya sering ditemukan pada lingkungan hutan hujan tropis, dimana dalam kondisi lingkungan yang lembab. Kehadirannya sering ditemui pada ujung-ujung daun, batang pohon, jalur pendakian, rumput ataupun pada tempat lainnya yang notabene masih memiliki kelembaban.

Sebagian besar pacet merupakan binatang parasit yang menghisap darah dari mangsa yang menjadi sumber makanannya. Ketika pacet sudah menempel pada tubuh mangsanya, maka pacet akan mulai menghisap darah dengan menggunakan alat penghisap di kedua ujung tubuhnya.

Hasil gigitan pacet ini sebenarnya tidak berbahaya karena efeknya hanya berupa gatal. Namun jika gatal ini terus digaruk maka besar kemungkinan akan terjadi infeksi pada kulit yang terluka. Untuk itulah perlu sebuah penanganan yang tepat agar bisa meminimalisir resiko dari serangan binatang satu ini.

Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan untuk meminimalisir gangguan binatang pacet :

Jangan mendaki saat musim penghujan.

Musim hujan merupakan puncaknya binatang ini muncul. Dapat dipastikan anda akan menemukan di setiap medan jalur yang dilalui. Sebaiknya mendakilah saat musim kemarau. Selain cuaca bisa lebih bagus, kehadiran pacet juga dapat lebih di minimalisir.

Oleskan air Tembakau

Air tembakau juga bermanfaat untuk meminimalisir serangan binatang pacet. Cara membuatnya pun cukup sederhana, anda hanya perlu mencampurkan tembakau ke dalam wadah yang berisi air, lalu kocok dan diamkan hingga beberapa jam agar kandungan zat yang terdapat pada tembakau dapat larut dalam air. Kemudian oleskan air tembakau tersebut pada bagian tubuh yang rentan terhadap serangan pacet, seperti pada bagian kaki ataupun lengan.

Menutup bagian tubuh yang rentan terhadap serangan pacet.

Pacet akan lebih mudah menyerang pada bagian tubuh yang terbuka. Biasanya pacet akan menempel pada bagian kaki, lengan ataupun bagian tubuh lain yang mudah dicapainya. Untuk itu tutuplah bagian tubuh tersebut seperti dengan menggunakan topi rimba, slayer, baju lengan panjang dan juga sarung tangan. Pada bagian kaki gunakanlah sepatu dengan kaos kaki panjang, pakailah pula celana panjang dengan bagian ujung celana dimasukkan ke dalam kaos kaki. Terakhir gunakanlah gaiter sebagai pertahanan terluarnya.

Selalu cek keadaan tubuh setiap beberapa waktu.

Tidak ada salahnya anda berhenti sejenak untuk mengecek kondisi tubuh. Ini cukup berguna bagi anda yang merasa sedikit paranoid terhadap binatang pacet. Jangan mengecek kondisi tubuh sambil berjalan karena menjadikan anda tidak fokus pada jalur pendakian sehingga lebih beresiko terjadi kecelakaan.

Oleskan minyak komando

Minyak komando adalah sebuah istilah nama karena sering digunakan oleh pasukan komando saat menjelajah hutan. Minyak ini banyak manfaatnya karena selain dapat digunakan untuk menggoreng juga dapat digunakan untuk meminimalisir dari serangan binatang pacet. Cara membuatnya pun cukup sederhana, yaitu potong tipis beberapa siung bawang merah, kemudian masukkan dalam botol yang berisi minyak kelapa atau minyak goreng. Tunggu sampai sekitar 15 menit sampai getah bawang bercampur dengan minyak. Semakin lama waktu penyimpanannya maka semakin bagus khasiatnya. Setelah jadi maka tinggal oleskan saja minyak tersebut pada bagian tubuh yang diinginkan. Ketika menggunakan minyak ini, setidaknya anda harus tahan dengan baunya yang menyengat.

Lotion anti nyamuk

Banyak produk lotion anti nyamuk yang beredar di pasaran sehingga tidaklah sulit untuk mencarinya. Oleskan lotion pada permukaan kulit karena lotion selain berfungsi menghalau serangan nyamuk juga berfungsi untuk meminimalisir serangan pacet.



Sebisa apapun kita berusaha menghindari pacet, tetap saja bukan jaminan untuk terhindar 100 % dari gigitannya. Jika kita menemukan pacet yang tengah menghisap darah di tubuh, sebaiknya jangan langsung dicabut dengan tangan kosong karena lebih beresiko terjadi pendarahan akibat alat penghisapnya yang bisa saja tertinggal di kulit. Lalu apa yang bisa kita lakukan ? Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan jika terkena gigitan pacet :

Gunakan api atau puntung rokok

Pacet tidak akan tahan dengan suhu panas dari api dan puntung rokok. Dengan menempelkan api dan puntung rokok pada tubuh pacet maka akan membuat pacet menggeliat dan melepaskan gigitannya sendiri.

Oleskan dengan sesuatu yang memiliki rasa dan bau yang menyengat

Pacet tidak tahan dengan rasa dan bau yang menyengat. Beberapa diantaranya adalah dengan menggunakan air garam, balsem, minyak kayu putih, minyak tanah, air tembakau ataupun minyak komando. Cukup oleskan saja pada tubuh pacet dan di sekitar area gigitanya, dijamin pacet akan melepaskan sendiri gigitannya karena tidak tahan dengan aroma tajam yang ada.

Beri betadine

Terakhir berilah betadine atau obat antiseptic sejenis pada luka yang terbuka. Hal ini cukup berguna untuk mencegah terjadinya infeksi pada luka.

Kelurahan Gunung




Foto: Kantor Lurah Gunung
Alamat Jalan Bujana Dalam No.7 -Telp 7245537 Kelurahan Gunung
Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (kode pos 12120) 

Gunung adalah kelurahan di kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jakarta, Indonesia. Kelurahan ini memiliki kode pos 12120 dengan kode wilayah 31.71.060.007. Kelurahan ini memiliki penduduk sebesar ... jiwa dan luas ... km2.

Kelurahan ini berbatasan dengan Kelurahan Gelora di sebelah utara, Kelurahan Grogol Selatan di sebelah barat, Kelurahan Selong di sebelah timur dan Kelurahan Kramat Pela di sebelah selatan.

Kelurahan ini juga memiliki fasilitas Pendidikan yang cukup lengkap, disini terdapat Sekolah Dasar yang cukup terkenal di daerah Jakarta Selatan, Seperti SD Negeri Gunung dan 3 buah Sekolah Menengah Pertama yang letaknya bersebelahan, yaitu SMP Negeri 19 Jakarta, SMP Negeri 11 Jakarta dan SMP Negeri 29 Jakarta.


Sekilas Tentang Kelurahan Gunung

Luas Wilayah 1.32 Km2, terdiri dari 2,625 Keluarga (KK), 68 RT, 8 RW.
Kantor berada 50 meter dari Jalan Pakubuwono 6. Melewati jalan beton belok meliuk letter S sampailah dikantor ini terletak disisi kanan jalan. Berlatar belakang Apartemen Simprug Teras.

Ruas jalan di Kelurahan Gunung:
Jalan Sisingamangaraja, Jalan Hang Lekir ,I, II, III, IV, V, VI, VII, VIII, IX, X, XI, XII; Jalan Pakubuwono VI, Jalan Hang Lekiu ,I, II, III, IV, V; Jalan Hang Jebat ,I, II, III, IV, V, VI, VII, VIII, IX; Jalan Hang Tuah ,I, II, III, IV, V, VI, VII, VIII, IX, X; Jalan Kyai Maja, Jalan Lauser , I; Jalan Dempo , I, II, III, IV, V, VI; Jalan Tebah , I, II, III, IV, V; Jalan Kerinci ,I, II, III, IV, V, VI, VII, VIII, IX, X, XI, XII; Jalan Martimbang ,I, II, III, IV, V, VI; Jalan Sinabung ,I, II, III, IV, V; Jalan Ophir , I, II, III, IV; Jalan Bujana, Jalan Bujana Dalam, Jalan Kebayoran Baru

Batas wilayah dan jalan di Kelurahan Gunung:
Sebelah Barat berbatasan dengan Kelurahan Selong
Sebelah Selatan berbatasan dengan Kelurahan Kramat Pela
Sebelah Timur berbatasan dengan Kelurahan Grogol Selatan Kecamatan Kebayoran Lama
Sebelah Utara berbatasan dengan Kelurahan Kawasan Senayan

Objek-objek di Kelurahan Gunung:
The Pakubuwono Residences (Cottonwood Tower, Basswood Tower, Sandalwood Tower, Ironwood Tower, Eaglewood Tower); SLTP 19, SLTP 29, Kantor Camat Kebayoran Baru, Pasar Mayestik, Rumah Sakit Pusat Pertamina, Apartemen Martimbang, SMK 30, Velbak

Senin, 22 Desember 2014

New Seven Tools

7 New Quality Tools, atau sering disebut juga 7 management and planning (MP) tools, pertama kali digagas pada tahun 1972 ketika sekelompok insinyur dan ilmuwan Jepang yang tergabung dalam JUSE (Union of Japanese Scientists and Engineers)melihat perlunya alat untuk memetakan permasalahan secara terstruktur pada tingkatan manajemen menengah ke atas sehingga membantu pengambilan keputusan dan kelancaran komunikasi team kerja di lapangan yang sering berhadapan dengan permasalahan yang terjadi karena kompleksitas 7 Basic Quality Tools, seperti: check sheet, scatter diagram, fishbone diagram, pareto chart, flow charts, histogram, dan SPC. Mereka membentuk sebuah tim untuk meneliti dan mengembangkan alat-alat kendali kualitas baru, tidak semua alat-alat tersebut baru, namun merekalah yang pertama mengumpulkan dan memperkenalkannya. Alat-alat kendali kualitas baru tersebut adalah:
affinity diagram,
interrelationship diagram,
tree diagram,
matrix diagram,
matrix data analysis,
arrow diagram atau activity network diagram, dan
PDPC (process decision program chart).

Karena alat-alat ini digunakan oleh tingkatan manajemen pada saat perencanaan, maka permasalahan yang dipecahkan lazimnya bersifat kualitatif menggunakan data verbal (karena belum ada data numerik) sehingga 7 New Quality Tools sering diklasifikasikan sebagai teknik-teknik kualitatif sebaliknya 7 Basic Quality Tools diklasifikasikan sebagai teknik-teknik kuantitatif. Tentu saja pengklasifikasian ini tidak tepat karena fishbone diagram dan flowchart adalah teknik kualitatif sementara matrix data analysis adalah teknik kuantitatif. Gambar 1 di bawah ini memperlihatkan bagaimana pengklasifikasian 7 Basic Quality Tools dan 7 New Quality Toolsdalam teknik-teknik quality management.

Sumber: Dahlgaard, Kristensen, & Kanji, 2002, p. 120 (dimodifikasi)


Gambar 1. Klasifikasi Teknik-Teknik Quality Management

Nayatani, et al. (1994) menjelaskan hubungan antara 7 Basic Quality Tools dan 7 New Quality Tools seperti dalam Gambar 2 di bawah ini.

Sumber: Nayatani, Eiga, Futami, Miyagawa, & Loftus, The seven new QC tools : Practical applications for managers, 1994
Dikutip dari Diaz, 2001, p. 6


Gambar 2. Hubungan antara 7 Basic Quality Tools dan 7 New Quality Tools

Sifat 7 Basic Quality Tools adalah:
Mendefinisikan masalah setelah memperoleh data numerik.
Pendekatan analitis.

Sedangkan sifat 7 New Quality Tools adalah:
Mendefinisikan masalah dengan data verbal (sebelum memperoleh data numerik).
Mengumpulkan ide dan memformulasikan rencana.

Gambar 2 memperlihatkan bagaimana keduanya saling melengkapi satu sama lain dalam memecahkan masalah yang berhubungan dengan kualitas. Mengumpulkan fakta-fakta menjadi data. Dengan keduanya, orang-orang dapat memilih apakah mau menyediakan data dalam bentuk numerik atau lisan. Tujuan akhirnya adalah mendapatkan informasi. Bagaimana pun menurut Nayatani, et al. (1994), informasi itu penting karena tanpa informasi, kita tidak akan memperoleh pengetahuan yang diperlukan untuk mencapai tujuan (memecahkan masalah yang berhubungan dengan kualitas).

Seperti halnya 7 Basic Quality Tools, 7 New Quality Tools tetap mengacu kepada prinsip manajemen kualitas yaitu berbicara dengan fakta. Keduanya merupakan alat-alat yang mudah dipahami oleh orang-orang yang bekerja di bidang engineering maupun di luar bidang engineering dan tanpa memerlukan pendidikan tinggi untuk menguasainya.

Berikut penjelasan singkat mengenai 7 New Quality Tools.
1. Affinity Diagram

Affinity diagram adalah alat yang digunakan untuk mengumpulkan sejumlah besar gagasan, opini, masalah, solusi, dan sebagainya yang bersifat data verbal melalui sesi curah pendapat (brainstorming), kemudian mengelompokkannya ke dalam kelompok-kelompok yang sesuai dengan hubungan naturalnya. Metode ini diciptakan pada tahun 1960-an oleh Jiro Kawakita, seorang antropolog Jepang, sehingga sering disebut juga metode KJ (sesuai inisial penemunya, Kawakita Jiro).

Metode ini biasa digunakan untuk menentukan dengan akurat (pinpointing) masalah dalam situasi yang kacau (chaotic) dengan harapan dapat menghasilkan strategi solusi untuk penyelesaian masalah tersebut. Oleh karena itu, metode ini membutuhkan keterlibatan semua pihak dalam organisasi. Affinity diagram selanjutnya dapat dijadikan masukan untuk membuat sebuah fishbone diagram. Gambar 3 di bawah ini adalah contohaffinity diagram.



Gambar 3. Contoh Affinity Diagram

Langkah-langkah pembuatan affinity diagram, silahkan baca posting berjudul: Curah Pendapat dengan Affinity Diagram – Metode Kawakita Jiro atau KJ Method.
2. Interrelationship Diagram

Interrelationship diagram (diagram keterkaitan masalah) adalah alat untuk menganalisis hubungan sebab dan akibat dari berbagai masalah yang kompleks sehingga kita dapat dengan mudah membedakan persoalan apa yang merupakan driver (pemicu terjadinya masalah) dan persoalan apa yang merupakan outcome (akibat dari masalah). Gambar 4 di bawah ini adalah contoh interrelationship diagram.



Gambar 4. Contoh Interrelationship Diagram

Untuk mengetahui bagaimana prosedur membuat interrelationship diagram, silahkan buka posting saya yang berjudul: Membuat Diagram Keterkaitan Masalah atau Interrelationship Diagram.

.
3. Tree Diagram

Tree diagram adalah teknik yang digunakan untuk memecahkan konsep apa saja, seperti kebijakan, target, tujuan, sasaran, gagasan, persoalan, tugas-tugas, atau aktivitas-aktivitas secara lebih rinci ke dalam sub-subkomponen, atau tingkat yang lebih rendah dan rinci. Tree Diagram dimulai dengan satu itemyang bercabang menjadi dua atau lebih, masing-masing cabang kemudian bercabang lagi menjadi dua atau lebih, dan seterusnya sehingga nampak seperti sebuah pohon dengan banyak batang dan cabang.

Tree Diagram telah digunakan secara luas dalam perencanaan, desain, dan pemecahan masalah tugas-tugas yang kompleks. Alat ini biasa digunakan ketika suatu perencanaan dibuat, yakni untuk memecahkan sebuah tugas ke dalam item-item yang dapat dikelola (manageable) dan ditugaskan (assignable). Penyelidikan suatu masalah juga menggunakan tree diagramuntuk menemukan komponen rinci dari setiap topik masalah yang kompleks. Penggunaan alat ini disarankan jika risiko-risiko dapat diantisipasi tetapi tidak mudah diidentifikasi. Tree diagram lebih baik ketimbang interrelationship diagram untuk memecah masalah, yang mana masalah tersebut bersifat hirarkis. Oleh karena itu, gunakan alat ini hanya untuk masalah-masalah yang dapat dipecahkan secara hirarkis. Gambar 5 di bawah ini adalah contohinterrelationship diagram.



Gambar 5. Contoh Tree Diagram

Prosedur membuat tree diagram, silahkan buka posting yang berjudul:Pemecahan Masalah dengan Tree Diagram atau Diagram Pohon.
4. Matrix Diagram

Matrix diagram adalah alat yang sering digunakan untuk menggambarkan tindakan yang diperlukan untuk suatu perbaikan proses atau produk. Matrix diagram selalu terdiri dari baris dan kolom yang menggambarkan hubungan dua atau lebih faktor untuk mendapatkan informasi tentang sifat dan kekuatan dari masalah sehingga kita bisa mendapatkan ide-ide untuk memecahkan masalah. Gambar 6 di bawah ini adalah contoh-contoh matrix diagram.

Sumber: Kusnadi, Tentang Matrix Diagram, 2012


Gambar 6. Contoh-Contoh Matrix Diagram

Jenis-jenis matrix diagram dan cara membuatnya, silahkan buka posting yang berjudul: Tentang Matrix Diagram.
5. Matrix Data Analysis

Matrix data analysis adalah alat yang digunakan untuk mengambil data yang ditampilkan dalam matrix diagram dan mengaturnya sehingga dapat lebih mudah diperlihatkan dan menunjukkan kekuatan hubungan antar variabel. Hubungan antara variabel data yang ditampilkan pada kedua sumbu diidentifikasi dengan menggunakan simbol-simbol untuk derajat kepentingan atau data numerik untuk evaluasi. Menurut Michalski (1997), alat ini paling sering digunakan sebagai tampilan karakteristik data untuk kepentingan pelaksanaan riset pasar dan menjelaskan produk dan jasa. Gambar 7 di bawah ini adalah contoh matrix data analysis.

Sumber: Michalski, 1997, p. 287


Gambar 7. Contoh Matrix Data Analysis

Matrix data analysis disusun untuk kemudahan visualisasi dan perbandingan. Konsepnya cukup sederhana, namun kompleks dalam pelaksanaannya (termasuk dalam pengumpulan data).
6. Activity Network Diagram

Activity network diagram adalah alat yang digunakan untuk merencanakan atau menjadwalkan proyek. Untuk menggunakannya, kita harus mengetahui urutan tugas-tugas beserta durasinya. Beberapa versi activity network diagram yang luas pemakaiannya adalah: CPM (critical path method), PERT (program evaluation and review technique), dan PDM (precedence diagram method). Gambar 8 di bawah ini adalah contoh activity network diagram.



Gambar 8. Contoh Activity Network Diagram

Penjelasan lebih rinci mengenai activity network diagram, silahkan buka posting yang berjudul: Activity Network Diagram (Bagian Pertama), dan prosedur penjadwalan proyeknya dalam: Activity Network Diagram (Bagian Kedua) — Prosedur Penjadwalan Proyek.
7. PDPC (Process Decision Program Chart)

PDPC adalah diagram untuk memetakan rencana kegiatan beserta situasi yang mungkin terjadi sehingga PDPC bukan saja dibuat untuk tujuan pemecahan akhir dari suatu masalah, tetapi juga untuk menanggulangi kejutan risiko yang mungkin terjadi. Dengan kata lain PDPC digunakan untuk merencanakan skenario, jika pada situasi tertentu terjadi masalah, kita telah merencanakan bagaimana kemungkinan penyelesaian masalahnya sehingga kita siap untuk menanganinya. Gambar 9 di bawah ini adalah contoh PDPC.



Gambar 9. Contoh Process Decision Program Chart (PDPC)

Langkah-langkah pembuatan PDPC dapat dilihat pada posting yang berjudul: Process Decision Program Chart (PDPC).

Rujukan:

Dahlgaard, J. J., Kristensen, K., & Kanji G. K. (2002). Fundamentals of total quality management: Process analysis and improvement. Abingdon, Oxon: Taylor & Francis.

Diaz, C. (2001). The new seven Q.C. tools: A training presentation on the N7 [PowerPoint slides]. Retrieved fromhttp://www.freequality.org/documents/training/NewSevenTools%5B1%5D.ppt

Kusnadi, E. (2012, January 5). Curah pendapat dengan affinity diagram: Metode Kawakita Jiro atau KJ method [Web log post]. Retrieved fromhttps://eriskusnadi.wordpress.com/2012/01/05/affinity-diagram-kj-method/

__________. (2012, January 15). Membuat diagram keterkaitan masalah atau interrelationship diagram [Web log post]. Retrieved fromhttps://eriskusnadi.wordpress.com/2012/01/15/membuat-diagram-keterkaitan-masalah-atau-interrelationship-diagram/

__________. (2012, January 30). Pemecahan masalah dengan tree diagram atau diagram pohon [Web log post]. Retrieved fromhttps://eriskusnadi.wordpress.com/2012/01/30/tree-diagram-atau-diagram-pohon/

__________. (2012, February 10). Tentang matrix diagram [Web log post]. Retrieved fromhttps://eriskusnadi.wordpress.com/2012/02/10/tentang-matrix-diagram/

__________. (2012, March 18). Activity network diagram (bagian pertama) [Web log post]. Retrieved fromhttps://eriskusnadi.wordpress.com/2012/03/18/activity-network-diagram-part-1/

__________. (2012, March 18). Activity network diagram (bagian kedua): Prosedur penjadwalan proyek [Web log post]. Retrieved fromhttps://eriskusnadi.wordpress.com/2012/03/18/activity-network-diagram-part-2/

__________. (2012, April 15). Process decision program chart (PDPC) [Web log post]. Retrieved from https://eriskusnadi.wordpress.com/2012/04/15/process-decision-program-chart/

__________. (2012, September 29). Tentang 7 basic quality tools [Web log post]. Retrieved fromhttps://eriskusnadi.wordpress.com/2012/09/29/about-7-basic-quality-tools/

Michalski, W. J. (1997). Tool navigator: The master guide for teams. (pp. 286–287). Portland, Oregon: Productivity Press.

Minggu, 07 Desember 2014

15 Langkah Efektif Untuk Menghafal Al Qur'an


Sesuatu yang paling berhak dihafal adalah Al Qur’an, karena Al Qur’an adalah Firman Allah, pedoman hidup umat Islam, sumber dari segala sumber hukum, dan bacaan yang paling sering dulang-ulang oleh manusia. Oleh Karenanya, seorang penuntut ilmu hendaknya meletakan hafalan Al Qur’an sebagai prioritas utamanya. Berkata Imam Nawawi : “ Hal Pertama ( yang harus diperhatikan oleh seorang penuntut ilmu ) adalah menghafal Al Quran, karena dia adalah ilmu yang terpenting, bahkan para ulama salaf tidak akan mengajarkan hadits dan fiqh kecuali bagi siapa yang telah hafal Al Quran. Kalau sudah hafal Al Quran jangan sekali- kali menyibukan diri dengan hadits dan fikih atau materi lainnya, karena akan menyebabkan hilangnya sebagian atau bahkan seluruh hafalan Al Quran. “

Imam Nawawi, Al Majmu’,( Beirut, Dar Al Fikri, 1996 ) Cet. Pertama, Juz : I, hal : 66

Di bawah ini beberapa langkah efektif untuk menghafal Al Qur’an yang disebutkan para ulama, diantaranya adalah sebagai berikut :

Langkah Pertama : Pertama kali seseorang yang ingin menghafal Al Qur’am hendaknya mengikhlaskan niatnya hanya karena Allah saja. Dengan niat ikhlas, maka Allah akan membantu anda dan menjauhkan anda dari rasa malas dan bosan. Suatu pekerjaan yang diniatkan ikhlas, biasanya akan terus dan tidak berhenti. Berbeda kalau niatnya hanya untuk mengejar materi ujian atau hanya ingin ikut perlombaan, atau karena yang lain.

Langkah Kedua : Hendaknya setelah itu, ia melakukan Sholat Hajat dengan memohon kepada Allah agar dimudahkan di dalam menghafal Al Qur’an. Waktu sholat hajat ini tidak ditentukan dan doa’anyapun diserahkan kepada masing-masing pribadi. Hal ini sebagaimana yang diriwayat Hudzaifah ra, yang berkata :

كان رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا حزبه أمر صلى


“ Bahwasanya Rosulullah saw jika ditimpa suatu masalah beliau langsung mengerjakan sholat. “


Adapun riwayat yang menyebutkan doa tertentu dalam sholat hajat adalah riwayat lemah, bahkan riwayat yang mungkar dan tidak bisa dijadikan sandaran. 

Begitu juga hadist yang diriwayatkan Ibnu Abbas ra yang menjelaskan bahwa Rosulullah saw mengajarkan Ali bin Abu Thalib sholat khusus untuk meghafal Al Qur’an yang terdiri dari empat rekaat , rekaat pertama membaca Al Fatihah dan surat Yasin, rekaat kedua membaca surat Al Fatihah dan Ad Dukhan, rekaat ketiga membaca surat Al Fatihah dan Sajdah, dan rekaat keempat membaca surat Al Fatihah dan Al Mulk, itu adalah hadist maudhu’ dan tidak boleh diamalkan. Sebagian ulama lain mengatakan bahwa hadist tersebut adalah hadits dhoif . 

Langkah Ketiga : Memperbanyak do’a untuk menghafal Al Qur’an. 

Do’a ini memang tidak terdapat dalam hadits, akan tetapi seorang muslim bisa berdo’a menurut kemampuan dan bahasanya masing-masing. Mungkin anda bisa berdo’a seperti ini :

اللهم وفقني لحفظ القرآن الكريم ورزقني تلاوته أناء الليل وأطراف النهار على الوجه الذي يرضيك عنا يا أرحم الراحمين .

“ Ya Allah berikanlah kepada saya taufik untuk bisa menghafal Al Qur’an, dan berilah saya kekuatan untuk terus membacanya siang dan malam sesuai dengan ridhal dan tuntunan-Mu , wahai Yang Maha Pengasih “.

Langkah Keempat : Menentukan salah satu metode untuk menghafal Al Qur’an. Sebenarnya banyak sekali metode yang bisa digunakan untuk menghafal Al Qur’an, Masing-masing orang akan mengambil metode yang sesuai dengan dirinya. Akan tetapi di sini hanya akan disebutkan dua metode yang sering dipakai oleh sebagian kalangan, dan terbukti sangat efektif :

Metode Pertama : Menghafal per satu halaman ( menggunakan Mushaf Madinah ). Kita membaca satu lembar yang mau kita hafal sebanyak tiga atau lima kali secara benar, setelah itu kita baru mulai menghafalnya. Setelah hafal satu lembar, baru kita pindah kepada lembaran berikutnya dengan cara yang sama. Dan jangan sampai pindah ke halaman berikutnya kecuali telah mengulangi halaman- halaman yang sudah kita hafal sebelumnya. Sebagai contoh : jika kita sudah menghafal satu lembar kemudian kita lanjutkan pada lembar ke-dua, maka sebelum menghafal halaman ke-tiga, kita harus mengulangi dua halaman sebelumnya. Kemudian sebelum menghafal halaman ke-empat, kita harus mengulangi tiga halaman yang sudah kita hafal. Kemudian sebelum meghafal halaman ke-lima, kita harus mengulangi empat halaman yang sudah kita hafal. Jadi, tiap hari kita mengulangi lima halaman : satu yang baru, empat yang lama. Jika kita ingin menghafal halaman ke-enam, maka kita harus mengulangi dulu empat halaman sebelumnya, yaitu halaman dua, tiga, empat dan lima. Untuk halaman satu kita tinggal dulu, karena sudah terulangi lima kali. Jika kita ingin menghafal halaman ke-tujuh, maka kita harus mengulangi dulu empat halaman sebelumnya, yaitu halaman tiga, empat, lima, dan enam. Untuk halaman satu dan dua kita tinggal dulu, karena sudah terulangi lima kali, dan begitu seterusnya.

Perlu diperhatikan juga, setiap kita menghafal satu halaman sebaiknya ditambah satu ayat di halaman berikutnya, agar kita bisa menyambungkan hafalan antara satu halaman dengan halaman berikutnya.

Metode Kedua : Menghafal per- ayat , yaitu membaca satu ayat yang mau kita hafal tiga atau lima kali secara benar, setelah itu, kita baru menghafal ayat tersebut. Setelah selesai, kita pindah ke ayat berikutnya dengan cara yang sama, dan begiu seterusnya sampai satu halaman. Akan tetapi sebelum pindah ke ayat berikutnya kita harus mengulangi apa yang sudah kita hafal dari ayat sebelumnya. Setelah satu halaman, maka kita mengulanginya sebagaimana yang telah diterangkan pada metode pertama . 

Untuk memudahkan hafalan juga, kita bisa membagi Al Qur’an menjadi tujuh hizb ( bagian ) : 
Surat Al Baqarah sampai Surat An Nisa’ 
Surat Al Maidah sampai Surat At Taubah 
Surat Yunus sampai Surat An Nahl 
Surat Al Isra’ sampai Al Furqan 
Surat As Syuara’ sampai Surat Yasin 
Surat As Shoffat sampai Surat Al Hujurat 
Surat Qaf sampai Surat An Nas 

Boleh juga dimulai dari bagian terakhir yaitu dari Surat Qaf sampai Surat An Nas, kemudian masuk pada bagian ke-enam dan seterusnya.

Langkah Kelima : Memperbaiki Bacaan.

Sebelum mulai menghafal, hendaknya kita memperbaiki bacaan Al Qur’an agar sesuai dengan tajwid. Perbaikan bacaan meliputi beberapa hal, diantaranya :

a/ Memperbaiki Makhroj Huruf. Seperti huruf ( dzal) jangan dibaca ( zal ), atau huruf ( tsa) jangan dibaca ( sa’ ) sebagaimana contoh di bawah ini :

ثم —— > سم / الذين —- > الزين

b/ Memperbaiki Harakat Huruf . Seperti yang terdapat dalam ayat-ayat di bawah ini :

1/ وَإِذِ ابْتَلَى إِبْرَاهِيمَ رَبُّهُ بِكَلِمات ( البقرة : 124 ) —- > )إبراهيمُ ﴾

2/ وَكُنْت ُ عَلَيْهِمْ شَهِيدًا مَا دُمْتُ فِيهِمْ فَلَمَّا تَوَفَّيْتَنِي كُنْتَ أَنْتَ الرَّقِيبَ عَلَيْهِمْ ( المائدة : 116 )

وَكُنْت ُ < ——— > كُنْتَ

3/ أَفَمَنْ يَهْدِي إِلَى الْحَقِّ أَحَقُّ أَنْ يتَّبَعَ أَمْ مَنْ لَا يَهِدِّي إِلَّا أَنْ يُهْدَى ( ونس : 35 ) —- > أم من لا يَهْدِي

4/ رَبَّنَا أَرِنَا الَّذَيْنِ أَضَلَّانَا مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ ( فصلت :29 ) —– > الَّذِين

5/ فَكَانَ عَاقِبَتَهُمَا أَنَّهُمَا فِي النَّارِ خَالِدَيْنِ فِيهَا وَذَلِكَ جَزَاءُ الظَّالِمِينَ ﴾ الحشر: 17) —– > خالدِين فيها

Langkah Keenam : Untuk menunjang agar bacaan baik, hendaknya hafalan yang ada, kita setorkan kepada orang lain, agar orang tersebut membenarkan jika bacaan kita salah. Kadang, ketika menghafal sendiri sering terjadi kesalahan dalam bacaan kita, karena kita tidak pernah menyetorkan hafalan kita kepada orang lain, sehingga kesalahan itu terus terbawa dalam hafalan kita, dan kita menghafalnya dengan bacaan tersebut bertahun-tahun lamanya tanpa mengetahui bahwa itu salah, sampai orang lain yang mendengarkannya akhirnya memberitahukan kesalahan tersebut.

Langkah Ketujuh : Faktor lain agar bacaan kita baik dan tidak salah, adalah memperbanyak untuk mendengar kaset-kaset bacaan Al Qur’an murattal dari syekh yang mapan dalam bacaannya. Kalu bisa, tidak hanya sekedar mendengar sambil mengerjakan pekerjaan lain, akan tetapi mendengar dengan serius dan secara teratur. Untuk diketahui, akhir-akhir ini - alhamdulillah - banyak telivisi-telelivisi parabola yang menyiarkan secara langsung pelajaran Al Qur’an murattal dari seorang syekh yang mapan, diantaranya adalah acara di televisi Iqra’ . Tiap pekan terdapat siaran langsung pelajaran Al Qur’an yang dipandu oleh Syekh Aiman Ruysdi seorang qari’ yang mapan dan masyhur, kitapun bisa menyetor bacaan kita kepada syekh ini lewat telpun. Rekaman dari acara tersebut disiarkan ulang setiap pagi. Selain itu, terdapat juga di channel ” Al Majd “, dan channel- channel televisi lainnya. Acara-acara tersebut banyak membantu kita di dalam memperbaiki bacaan Al Qur’an.


Langkah Kedelapan : Untuk menguatkan hafalan, hendaknya kita mengulangi halaman yang sudah kita hafal sesering mungkin, jangan sampai kita sudah merasa hafal satu halaman, kemudian kita tinggal hafalan tersebut dalam tempo yang lama, hal ini akan menyebabkan hilangnya hafalan tersebut. Diriwayatkan bahwa Imam Ibnu Abi Hatim, seorang ahli hadits yang hafalannya sangat terkenal dengan kuatnya hafalannya. Pada suatu ketika, ia menghafal sebuah buku dan diulanginya berkali-kali, mungkin sampai tujuh puluh kali. Kebetulan dalam rumah itu ada nenek tua. Karena seringnya dia mengulang-ulang hafalannya, sampai nenek tersebut bosan mendengarnya, kemudian nenek tersebut memanggil Ibnu Abi Hatim dan bertanya kepadanya : Wahai anak, apa sih yang sedang engkau kerjakan ? “ Saya sedang menghafal sebuah buku “ , jawabnya. Berkata nenek tersebut : “ Nggak usah seperti itu, saya saja sudah hafal buku tersebut hanya dengan mendengar hafalanmu.” . “ Kalau begitu, saya ingin mendengar hafalanmu “ kata Ibnu Abi Hatim, lalu nenek tersebut mulai mengeluarkan hafalannya. Setelah kejadian itu berlalu setahun lamanya, Ibnu Abi Hatim datang kembali kepada nenek tersebut dan meminta agar nenek tersebut menngulangi hafalan yang sudah dihafalnya setahun yang lalu, ternyata nenek tersebut sudah tidak hafal sama sekali tentang buku tersebut, dan sebaliknya Ibnu Abi Hatim, tidak ada satupun hafalannya yang lupa. () Cerita ini menunjukkan bahwa mengulang-ulang hafalan sangatlah penting. Barangkali kalau sekedar menghafal banyak orang yang bisa melakukannya dengan cepat, sebagaimana nenek tadi. Bahkan kita sering mendengar seseorang bisa menghafal Al Qur’an dalam hitungan minggu atau hitungan bulan, dan hal itu tidak terlalu sulit, akan tetapi yang sulit adalah menjaga hafalan dan mengulanginya secara kontinu.


Langkah Kesembilan : Faktor lain yang menguatkan hafalan adalah menggunakan seluruh panca indra yang kita miliki. Maksudnya kita menghafal bukan hanya dengan mata saja, akan tetapi dibarengi dengan membacanya dengan mulut kita, dan kalau perlu kita lanjutkan dengan menulisnya ke dalam buku atau papan tulis. Ini sangat membantu hafalan seseorang. Ada beberapa teman dari Marokko yang menceritakan bahwa cara menghafal Al Qur’an yang diterapkan di sebagian daerah di Marokko adalah dengan menuliskan hafalannya di atas papan kecil yang dipegang oleh masing-masing murid, setelah mereka bisa menghafalnya di luar kepala, baru tulisan tersebut dicuci dengan air.

Langkah Kesepuluh : Menghafal kepada seorang guru.

Menghafal Al Qur’an kepada seorang guru yang ahli dan mapan dalam Al Qur’an adalah sangat diperlukan agar seseorang bisa menghafal dengan baik dan benar. Rosulullah saw sendiri menghafal Al Qur’an dengan Jibril as, dan mengulanginya pada bulan Ramadlan sampai dua kali katam.

Langkah Kesebelas : Menggunakan satu jenis mushaf Al Qur’an dan jangan sekali-kali pindah dari satu jenis mushaf kepada yang lainnya. () Karena mata kita akan ikut menghafal apa yang kita lihat. Jika kita melihat satu ayat lebih dari satu posisi, jelas itu akan mengaburkan hafalan kita. Masalah ini, sudah dihimbau oleh salah seorang penyair dalam tulisannya :

العين تحفظ قبل الأذن ما تبصر فاختر لنفسك مصحف عمرك الباقي .

“ Mata akan menghafal apa yang dilihatnya- sebelum telinga- , maka pilihlah satu mushaf untuk anda selama hidupmu. “()

Yang dimaksud jenis mushaf di sini adalah model penulisan mushaf. Di sana ada beberapa model penulisan mushaf, diantaranya adalah : Mushaf Madinah atau terkenal dengan Al Qur’an pojok, satu juz dari mushaf ini terdiri dari 10 lembar, 20 halaman, 8 hizb, dan setiap halaman dimulai dengan ayat baru. Mushaf Madinah ( Mushaf Pojok ) ini paling banyak dipakai oleh para pengahafal Al Qur’an, banyak dibagi-bagikan oleh pemerintah Saudi kepada para jama’ah haji. Cetakan-cetakan Al Qur’an sekarang merujuk kepada model mushaf seperti ini. Dan bentuk mushaf seperti ini paling baik untuk dipakai menghafal Al Qur’an.

Disana ada model lain, seperti mushaf Al Qur’an yang dipakai oleh sebagain orang Mesir, ada juga mushaf yang dipakai oleh sebagain orang Pakistan dan India, bahkan ada model mushaf yang dipakai oleh sebagian pondok pesantren tahfidh Al Qur’an di Indonesia yang dicetak oleh Manar Qudus , Demak.

Langkah Keduabelas : Pilihlah waktu yang tepat untuk menghafal, dan ini tergantung kepada pribadi masing-masing. Akan tetapi dalam suatu hadist yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra, disebutkan bahwasanya Rosulullah saw bersabda :

إن الدين يسر ، ولن يشاد الدين أحد إلا غلبه ، فسددوا وقاربوا و أبشروا ، واستعينوا بالغدوة والروحة وشئ من الدلجة

“ Sesungguhnya agama ini mudah, dan tidak ada yang mempersulit diri dalam agama ini kecuali dia akan capai sendiri, makanya amalkan agama ini dengan benar, pelan-pelan, dan berilah kabar gembira, serta gunakan waktu pagi, siang dan malam ( untuk mengerjakannya ) “ ( HR Bukhari )

Dalam hadist di atas disebutkan waktu pagi ,siang dan malam, artinya kita bisa menggunakan waktu-waktu tersebut untuk menghafal Al Qur’an. Sebagai contoh : di pagi hari, sehabis sholat subuh sampai terbitnya matahari, bisa kita gunakan untuk menghafal Al Qur’an atau untuk mengulangi hafalan tersebut, waktu siang siang, habis sholat dluhur, waktu sore habis sholat Ashar, waktu malam habis sholat Isya’ atau ketika melakukan sholat tahajud dan seterusnya.

Langkah Ketigabelas : Salah satu waktu yang sangat tepat untuk melakukan pengulangan hafalan adalah waktu ketika sedang mengerjakan sholat –sholat sunnah, baik di masjid maupun di rumah. Hal ini dikarenakan waktu sholat, seseorang sedang konsentrasi menghadap Allah, dan konsentrasi inilah yang membantu kita dalam mengulangi hafalan. Berbeda ketika di luar sholat, seseorang cenderung untuk bosan berada dalam satu posisi, ia ingin selalu bergerak, kadang matanya menengok kanan atau kiri, atau kepalanya akan menengok ketika ada sesuatu yang menarik, atau bahkan kawannya akan menghampirinya dan mengajaknya ngobrol . Berbeda kalau seseorang sedang sholat, kawannya yang punya kepentingan kepadanya-pun terpaksa harus menunggu selesainya sholat dan tidak berani mendekatinya, dan begitu seterusnya.

Langkah Ketigabelas : Salah satu faktor yang mendukung hafalan adalah memperhatikan ayat-ayat yang serupa ( mutasyabih ) . Biasanya seseorang yang tidak memperhatikan ayat-ayat yang serupa ( mutasyabih ), hafalannya akan tumpang tindih antara satu dengan lainnya. Ayat yang ada di juz lima umpamanya akan terbawa ke juz sepuluh. Ayat yang mestinya ada di surat Surat Al-Maidah akan terbawa ke surat Al-Baqarah, dan begitu seterusnya. Di bawah ini ada beberapa contoh ayat-ayat serupa ( mutasyabihah ) yang seseorang sering melakukan kesalahan ketika menghafalnya :


- ﴿ وَمَا أُهِلَّ بِهِ لِغَيْرِ اللَّهِ ﴾ البقرة 173 < ———— > ﴿ وَمَا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ بِهِ ) المائدة 3 ، والأنعام 145، و النحل 115


- ( ذلِكَ بِأَنَّهُمْ كَانُوا يَكْفُرُونَ بِآيَاتِ اللَّهِ وَيَقْتُلُونَ النَّبِيِّين بغير الحق ) البقرة : 61


( إن الذين يكفرون بآيات اللَّهِ وَيَقْتُلُونَ النَّبِيِّين بغير حق ) آل عمران : 21


( ذلِكَ بِأَنَّهُمْ كَانُوا يَكْفُرُونَ بِآيَاتِ اللَّهِ وَيَقْتُلُونَ الأنبياء بغير حق ) آل عمرن : 112

Untuk melihat ayat –ayat mutasyabihat seperti ini secara lebih lengkap bisa dirujuk buku – buku berikut : 
Duurat At Tanzil wa Ghurrat At Ta’wil fi Bayan Al Ayat Al Mutasyabihat min Kitabillahi Al Aziz , karya Al Khatib Al Kafi. 
Asrar At Tikrar fi Al Qur’an, karya : Mahmud bin Hamzah Al Kirmany. 
Mutasyabihat Al Qur’an, Abul Husain bin Al Munady 
‘Aunu Ar Rahman fi Hifdhi Al Qur’an, karya Abu Dzar Al Qalamuni 

Langkah Kelimabelas : Setelah hafal Al Qur’an, jangan sampai ditinggal begitu saja. Banyak dari teman-teman yang sudah menamatkan Al Qur’an di salah satu pondok pesantren, setelah keluar dan sibuk dengan studinya yang lebih tinggi, atau setelah menikah atau sudah sibuk pada suatu pekerjaan, dia tidak lagi mempunyai program untuk menjaga hafalannya kembali, sehingga Al-Qur’an yang sudah dihafalnya beberapa tahun di pesantren akhirnya hanya tinggal kenangan saja. Setelah ditinggal lama dan sibuk dengan urusannya, ia merasa berat untuk mengembalikan hafalannya lagi. Fenomena seperti sangat banyak terjadi dan hal itu sangat disayangkan sekali. Boleh jadi, ia mendapatkan ijazah sebagai seorang yang bergelar ” hafidh ” atau ” hafidhah “, akan tetapi jika ditanya tentang hafalan Al- Qur’an, maka jawabannya adalah nihil.

Yang paling penting dalam hal ini bukanlah menghafal, karena banyak orang bisa menghafal Al Qur’an dalam waktu yang sangat singkat, akan tetapi yang paling penting adalah bagaimana kita menjaga hafalan tersebut agar tetap terus ada dalam dada kita. Di sinilah letak perbedaan antara orang yang benar-benar istiqamah dengan orang yang hanya rajin pada awalnya saja. Karena, untuk menjaga hafalan Al Qur’an diperlukan kemauan yang kuat dan istiqamah yang tinggi. Dia harus meluangkan waktunya setiap hari untuk mengulangi hafalannya. Banyak cara untuk menjaga hafalan Al Qur’an, masing-masing tentunya memilih yang terbaik untuknya. Diantara cara untuk menjaga hafalan Al Qur’an adalah sebagai berikut : 
Mengulangi hafalan menurut waktu sholat lima waktu. Seorang muslim tentunya tidak pernah meninggalkan sholat lima waktu, hal ini hendaknya dimanfaatkan untuk mengulangi hafalannya. Agar terasa lebih ringan, hendaknya setiap sholat dibagi menjadi dua bagian, sebelum sholat dan sesudahnya. Sebelum sholat umpamanya :i sebelum adzan, dan waktu antara adzan dan iqamah. Apabila dia termasuk orang yang rajin ke masjid, sebaiknya pergi ke masjid sebelum adzan agar waktu untuk mengulangi hafalannya lebih panjang. Kemudian setelah sholat, yaitu setelah membaca dzikir ba’da sholat atau dzikir pagi pada sholat shubuh dan setelah dzkir sore setelah sholat Ashar. Seandainya saja, ia mampu mengulangi hafalannya sebelum sholat sebanyak seperempat juz dan sesudah sholat seperempat juz juga, maka dalam satu hari dia bisa mengulangi hafalannya sebanyak dua juz setengah. Kalau bisa istiqamah seperti ini, maka dia bisa menghatamkan hafalannya setiap dua belas hari, tanpa menyita waktunya sama sekali. Kalau dia bisa menyempurnakan setengah juz setiap hari pada sholat malam atau sholat-sholat sunnah lainnya, berarti dia bisa menyelesaikan setiap harinya tiga juz, dan bisa menghatamkan Al Qur’an pada setiap sepuluh hari sekali. Banyak para ulama dahulu yang menghatamkan hafalannya setiap sepuluh hari sekali. 
Ada sebagian orang yang mengulangi hafalannya pada malam saja, yaitu ketika ia mengerjakan sholat tahajud. Biasanya dia menghabiskan sholat tahajudnya selama dua jam. Cuma kita tidak tahu, selama dua jam itu berapa juz yang ia dapatkan. Menurut ukuran umum, kalau hafalannya lancar, biasanya ia bisa menyelesaikan satu juz dalam waktu setengah jam. Berarti, selama dua jam dia bisa menyelesaikan dua sampai tiga juz dengan dikurangi waktu sujud dan ruku. 
Ada juga sebagian teman yang mengulangi hafalannya dengan cara masuk dalam halaqah para penghafal Al Qur’an. Kalau halaqah tersebut berkumpul setiap tiga hari sekali, dan setiap peserta wajib menyetor hafalannya kepada temannya lima juz berarti masing-masing dari peserta mampu menghatamkan Al Qur’an setiap lima belas hari sekali. Inipun hanya bisa terlaksana jika masig-masing dari peserta mengulangi hafalannya sendiri-sendiri dahulu. 


( Bersambung pada masalah lain dalam seri ” Sukses Belajar ” volume : 3 )

( ) Hadist riwayat Abu Daud ( no : 1319 ), dishohihkan oleh Syekh Al Bani dalam Shohih Sunan Abu Daud , juz I, hal. 361

( ) Untuk mengetahui secara lebih lengkap tentang derajat hadits tersebut bisa dirujuk : Abu Umar Abdullah bin Muhammad Al Hamadi, Al Asinatu Al Musyri’atu fi At Tahdhir min As Solawat Al Mubtadi’ah, ( Kairo, Maktabah At Tabi’in, 2002 ) Cet Pertama, hal. 97 -120

( ) Ibid, hal.21-39

( ) Abu Abdur Rahman Al Baz Taufiq, Ashal Nidham Li Hifdhi Al Qur’an, ( Kairo, Maktabah Al Islamiyah, 2002 ) Cet. Ke-Tiga, Hal. 13

( ) Ali bin Umar Badhdah, Kaifa Tahfadu Al Qur’an, hal. 6

( ) Ibid. hal 12

( ) Abu Dzar Al Qalamuni, ‘Aunu Ar Rahman fi Hifdhi Al Qur’an, ( Kairo, Dar Ibnu Al Haitsam, 1998 ) Cet Pertama, hal.16

( ) Abu Abdur Rahman Al Baz Taufiq, Op. Cit, Hal. 15

( ) Imam Nawawi, Al Majmu’,( Beirut, Dar Al Fikri, 1996 ) Cet. Pertama, Juz : I, hal : 66