Minggu, 31 Agustus 2014

YANG BERHAK DAN PANTAS UNTUK DITUNGGU-TUNGGU



Menunggu adalah pekerjaan yang sangat membosankan.... 
Terlebih lagi menunggu sesuatu yang tidak menarik....
Akan tetapi lain halnya jika menunggu sesuatu yang dicintai.... 
sesuatu yang dirindukan.... 
maka penungguan tersebut terasa ringan untuk dilakukan....
Tanyalah pada hati anda... 
Apakah anda sabar dalam menunggu tibanya waktu-waktu sholat? 
Apakah selalu terbetik dalam hati anda untuk memperhatikan jadwal waktu sholat? 
Ataukah sama sekali anda cuek dengan jadwal waktu sholat? 
Ataukah merasa berat dan malas tatkala mengetahui sebentar lagi tiba waktu sholat?


Tahukah anda bahwa menunggu waktu sholat berikutnya bernilai pahala di sisi Allah? 
Sungguh sholat adala perkara yg pantas dan berhak untuk ditunggu-tunggu kedatangannya....
Sebesar mana perhatianmu terhadap waktu-waktu sholat, sebesar itulah kerinduanmu terhadap sholat, sebesar itulah kesabaranmu menunggu waktu sholat, sekadar itulah kekhusyuan yg akan kau raih dalam sholatmu

Source : Ust. Firanda
http://catatan-ummzakariyyaa.blogspot.com/2013/02/yang-berhak-dan-pantas-untuk-ditunggu.html

Arti dari Sebuah Cinta



Kata “Cinta” bukan lagi suatu yang asing buat kita. Bahkan setiap orang pernah merasakan cinta, setiap orang memiliki rasa cinta. Apalah jadinya hidup tanpa cinta? Hampa dan hambar, roda peradaban seolah enggan terkayuh, kehidupan seakan berdenyut, nestapa bertahta, duka berkuasa, karenanya cinta adalah anugrah yang patut disyukuri. Cinta kepada wanita, harta, anak, orang tua dan berbergai macam kenikmatan dunia menjadi sasaran utama cinta dari kebanyakan manusia. Dan cinta yang paling tinggi dan mulia adalah cinta seorang hamba kepada Rabbnya.
Firman Allah Ta’ala,


زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالأنْعَامِ وَالْحَرْثِ ذَلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآبِ
“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).” (QS. Ali-Imran: 14)


Perputaran Cinta Mahluk


Berkata Ibnu Qoyyim ada dua bentuk cinta mahluk yaitu:


Cinta yang bermanfaat, itulah hubbullah (Kencitaan kepada Allah Ta’ala), atau al-Hubbu fillah (kecintaan karena Allah Ta’ala), Kecintaan terhadap apa yang membantu untuk taat pada Allah Ta’ala dan menjauhi kemaksitan, dan


Cinta yang membahayakan, itulah al-hubbu ma’allah (Cinta yang menandingi kecintaannya kepada Allah Ta’ala), Cinta terhadap apa yang dibenci oleh Allah Ta’ala, Cinta yang akan memutus kecintaan dari Allah atau mengurangi cinta Allah Ta’ala.


Firman Allah Ta’ala
وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَتَّخِذُ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَنْدَادًا يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ اللَّهِ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَشَدُّ حُبًّا لِلَّهِ
“Dan di antara manusia, ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah. Mereka mencintai (tandingan-tandingan) itu sebagaimana mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amatlah dalam cintanya kepada Allah.” (QS. Al-Baqarah: 165)
Allah tidak menjadikan dua hati dalam diri seseorang. Sehingga jika seseorang tidak menjadi hamba Allah Ta’ala maka dia akan menjadi hamba setan atau hamba hawa nafsunya sendiri.
Sungguh indah dua bait syair yang ada dalam biografi para ulama:
Jika cinta orang yang mabuk asmara kepada Laila dan Salma, telah merampas hati dan pikiran
lalu, apa yang dilakukan oleh orang yang kasmaran, yang di dalamnya mengalir rasa cinta kepada Yang Maha tinggi?
Cerita Majnun terhadap Laila yang sangat terkenal itu, menunjukkan bahwa marjun akhirnya dibunuh oleh cintanya kepada Laila. Qorun dibunuh karena kecintaan kepada harta benda. Fir’aun dibunuh oleh cintanya terhadap kedudukan. Tapi Hamzah, Ja’far dan Hanzhalah mati karena cintanya kepada Allah dan Rasulnya. Alangkah jauh jarak yang memisahkan antara keduanya.
Seseorang ketika mencintai, ada konsekuensi terhadap apa yang ia dicintai, boleh jadi menjadi sesuatu yang baik untuk dia dihari kiamat dan boleh jadi cinta itu justru menjadi mala peteka bagi dia diakhirat kelak. Allah Ta’ala telah mengingatkan mahluk-Nya dalam firman-Nya, yang artinya:


الأخِلاءُ يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلا الْمُتَّقِينَ
“Orang-orang yang (semasa di dunia) saling mencintai pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertaqwa.” (QS. Az-Zukhruf: 67)


Cinta yang abadi adalah cinta yang dibangun atas dasar taqwa kepada Allah, baik itu cinta dalam hal ibadah, maupun cinta karena tabiat seperti cinta kepada anak dan orang tua. Karena cinta yang tidak didasarkan terahadap ketaqwaan hanya mendatangkan kepiluhan, penyesalan. Maka seseorang hamba hendaknya memperhatikan apa yang ia cintai. dan agar cinta seseorang bermanfaat hendaknya dibangun di atas taqwa.


Hakikat Cinta


Dalam perspektif seorang muslim, cinta pada Allah Ta’ala dan Rasul-Nya, di atas segalanya. Karena itu, ketika Umar bin al-Khatthab radiallahu’anhu menyatakan bahwa cintanya kepada Rasul setara dengan cintanya pada dirinya sendiri, ia pun ditegur. Cinta pada Rasul harus berada diatas cinta pada semua manusia. Cinta pada Allah mutlak di atas cinta pada segala mahluk-Nya.
Cinta kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallamadalah bagian dari kecintaan kepada Allah Ta’ala. Mencintai agama yang Allah Ta’ala turunkan merupakan bagian dari kecintaan kepada Allah Ta’ala.


Firman Allah Ta’ala
قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ
“Katakanlah, ‘Jika kalian (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku. Niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosa kalian.’ Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Qs. Ali Imran: 31)


Keindahan cinta


Diantara sumber kebahagian seorang hamba adalah mahabbatullah, kecintaan kepada Allah Ta’ala dan mencintai segala sesuatu yang dicintai oleh-Nya. Mahabbatullah(Kecintaan kepada Allah Ta’ala) adalah salah satu pokok kebaikan dan amalan bermanfaat paling baik dalam hidup manusia. Sebab, siapa saja yang cinta Allah Ta’ala, pasti AllahTa’ala akan mencintainya. Siapa saja yang beramal dengan syariat-Nya niscaya akan dicintai Allah Ta’ala. Apabila seseorang telah dicintai oleh Allah Ta’ala, tiada sesuatu apapun yang perlu dia khawatirkan.
Dalam riwayat Bukhari dan Muslim, anas bin Malik radillahu’anhu menceritakan “Ketika saya dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar dari masjid, kami bertemu dengan seorang laki-laki di pintu masjid. Dan pria itu bertanya ‘Wahai Rasulullah, kapankah hari kebangkitan?’.” Beliau bertanya, “Apa persiapanmu menghadapi hari kiamat itu?” Lelaki itu seakan merasa bersedih, kemudian berkata, “Wahai Rasulullah, Saya tidak punya persiapan suatu yang besar baik berupa shalat, puasa, dan sedekah, tetapi saya mencintai Allah dan Rasul- Nya.” Mendengar ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Engkau akan dikumpulkan bersama siapa saja yang engkau cintai.”


Ketika hadits ini didengar oleh Anas bin Malik lalu didengar oleh para sahabat, mereka pun sangat bergembira. Hingga, Anas bin Malik bertutur, “Maka saya pun mencintai Allah, dan (mencintai) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam , Abu Bakar, dan Umar, juga saya berharap agar dikumpulkan bersama mereka, walaupun saya tidak beramal seperti amalan mereka.”
Mengapa para sahabat nabi sangat bergembira mendengar hadist ini. Bahkan digambarkan, mereka belum pernah merasakan kegembiraan setelah masuk Islam melebihi kegembiraan mereka mendengar hadist tersebut. Dikabarkan bahwa kecintaan yang tulus kepada Allah dan Rasul-Nya akan mengantarkan seseorang pada kedudukan yang sedikit sekali bisa dicapai oleh amal. Sebab amal seorang hamba sering dihinggapi penyakit, kelalaian dan kekurangan. Berbeda dengan kecintaan yang tulus pada AllahTa’ala dan Rasul-Nya yang terhimpun pada hati seseorang. Hati itu akan mengganti kekurangan amalnya dan menempatkannya pada derajat yang tinggi.


Sungguh, mahabbatullah akan menambah amal yang sedikit, memberkahi usaha yang minim. Tak ada orang yang bersungguh-sungguh lalu menjeput kesuksesannya tanpa kehadiran cinta. Sama halnya tak ada orang yang amalnya kurang mendapat kebagiaan tanpa cinta.
Gambaran cinta diatas adalah sesuatu yang agung dan mulia. Ibnul Qayyim pernah bertutur tentang mahabbatullah:
Cinta adalah tempat persinggahan yang menjadi ajang perlombaan bagi orang-orang yang bersaing, jadi sasaran mereka beramal, menjadi curahan yang mencinta, dengan sepoi angin cinta, para hamba yang beribadah merasakan ketenangan.
Cinta adalah santapan hati, gizi dan kegemaran jiwa. Cinta ibarat kehidupan, sehingga orang yang tidak memilikinya tak ubahnya jasad tak bernyawa. Cinta adalah pelita. Siapa yang tidak menjaganya, dia ibarat tengah berada dilautan yang gelap gulita.
Cinta adalah obat penawar. Siapa yang tak memilikinya, hatinya dihinggapi beragam penyakit. Cinta adalah kelezatan. Siapa yang tidak merasakannya, maka seluruh hidupnya diwarnai gelisah dan penderitaan.
Pemilik cinta kepada Allah dan Rasululllah akan membawa kemuliaan dunia dan akhirat. Allah Ta’ala telah memutuskan pada hari ditetapkan ketentuan-ketentuan mahluk dengan kehendak dan nikmatNya yang tinggi bahwa kelak seseorang akan bersama orang yang dicintainya.
Melimpahnya nikmat yang diperoleh orang yang mencintai, akan mendapatkan kebagiaan meskipun mereka sedang tidur di atas kudanya. Mereka mendahului kafilah yang berjalan sambil terjaga.


Realisasi sebuah Cinta


Bukan berarti cinta berpisah dari amal, atau yang mencintai tak mematuhi orang yang dicintainya. Setiap amal yang dikerjakan tanpa diiringi cinta, bagaikan jasad yang tidak ada ruh di dalamnya. Begitu pula setiap pengakuan cinta tanpa diserta bukti berupa amalan, tidak dianggap benar cintanya. Bahkan setiap iman yang tidak disertau cinta dan amal dinggap tidak punya hakikat. Para sahabat adalah contoh sosok pecinta terbaik. Mereka mencinta bukan dalam seujar kalimat. Tapi mengalir dalam kepatuhan dan ketakwaan.


Bernarlah gubahan seorang penyair,
“Seandainya cintamu benar pastilah engkau menaatinya. Sungguh, pecinta selalu taat pada yang dicintanya”


Ibnu Qayyim mengatakan bahwa di antara sebab-sebab untuk meraih kecintaan kepada Allah Ta’ala:
Membaca Al Qur’an dengan memahami maknanya serta merenungkan kandungannya
Mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala dengan amalan-amalan sunnah setelah amalan fardhu
Terus-menerus berdzikir dalam setiap keadaan dengan hati, lisan dan perbuatan
Mencintai Allah Ta’ala di atas segalanya
Mencintai Allah Ta’ala dengan memahami nama-nama, Sifat-sifat dan Perbuatan Allah
Mengakui karunia dan nikmat Allah lahir dan batin
Memiliki hati yang luluh dan khusyu di hadapan Allah Ta’ala
Berkhalwat (menyendiri dalam bermunajat) dan beribadah kepada Allah Ta’aladengan hati khusyu dan penuh adab
Bergaul dengan orang yang sungguh-sungguh mencitai Allah Ta’ala
Meruntuhkan tembok penghalang hati dengan Allah Ta’ala
Cinta adalah tiket menuju ke surga. Impian setiap mukmin, yang tak mungkin teraih kecuali lewat upaya dan pengorbanan. Sehingga hendaknya kita bersungguh-sungguh membuktikan kecintaan, keiklasan dan ketaatan kepada Allah Ta’ala.


Kita adalah mahluk yang lemah, yang hati kita berada diantara dua jemari Allah Ta’ala, maka hendaknya kita selalu memohon pertolongan kepada Allah, bahkan Allah Ta’alasendiri yang mengajari Nabi dalam hadist Qudsi sebuah doa untuk meraih cinta-Nya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Allah Azza wa Jala, mendatangiku –dalam mimipi – Dia berfirman kepadaku: “Wahai Muhammad, ucapkanlah ‘Ya Allah seseungguhnya aku mohon cinta-Mu, cinta orang mencintai-Mu, dan amal yang membawaku untuk mencinta-Mu” (HR. Ahmad dan Trimidzi, Hadits Hasan).


Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah mengatakan “Ketahuilah bahwa yang menggerakkan hati menuju Allah ada tiga perkara: cinta, takut, dan harapan. Dan yang paling kuat adalah cinta, dan cinta itu sendiri merupakan tujuan karena akan didapatkan di dunia dan akhirat.”
***

Penulis: Ummu Muhammad

Murajaah: Ustadz Ammi Nur Baits

Artikel muslimah.or.id


Referensi:
Abdul Aziz Musthafa. 2011. Agar Anda Dicinta Allah (10 kiat dari al-Imam Ibnu Qoyyim al-Jauziyah). Edisi Indonesia, Pustaka at-Tazkia. Edisi: Indonesia. Judul Asli:Syarh al-Ashab al-Asyarah (Al-Mujibah li Mahabbatillah Kama Addaha al-Imam Ibnu al-Qoyyim)
Buku Saku: Sebab-Sebab Kecintaan Kepada Allah, Oleh: Dzulqarnain M. Sunusi. Diterbitkan: Panitia Tabligh Akbar “SEMUA TENTANG CINTA”
Dr.’Aidh al-Qarni. 2008. La Tahzan (Jangan Bersedih). Edisi Indonesia. Penerbit: Qisthi Press. Judul Asli: La Tahzan
Beberapa Rekaman Kajian: “Semua tentang cinta” oleh Ustdaz Dzukarnain M Sanusi
akhwat.web.id

Sebuah Kisah Nyata tentang Kekuatan Do'a




Kisah nyata, terjadi di Pakistan.

Seorang Dr Ahli Bedah terkenal (Dr. Ishan) tergesa-gesa menuju airport. Beliau berencana akan menghadiri Seminar Dunia dalam bidang kedokteran, yang akan membahas penemuan terbesarnya di bidang kedokteran. Setelah perjalanan pesawat sekitar 1 jam, tiba-tiba diumumkan bahwa pesawat mengalami gangguan dan harus mendarat di airport terdekat.


Beliau mendatangi ruangan penerangan dan berkata: ''Saya ini dokter special, tiap menit nyawa manusia bergantung ke saya, dan sekarang kalian meminta saya menunggu pesawat diperbaiki dalam 16 jam?'' Pegawai menjawab: ''Wahai dokter, jika anda terburu-buru anda bisa menyewa mobil, tujuan anda tidak jauh lagi dari sini, kira-kira dengan mobil 3 jam tiba.'' 

Dr. Ishan setuju dengan usul pegawai tersebut dan menyewa mobil.

Baru berjalan 5 menit, tiba-tiba cuaca mendung, disusul dengan hujan besar disertai petir yang mengakibatkan jarak pandang sangat pendek. Setelah berlalu hampir 2 jam, mereka tersadar mereka tersesat dan terasa kelelahan. Terlihat sebuah rumah kecil tidak jauh dari hadapannya, dihampirilah rumah tersebut dan mengetuk pintunya. Terdengar suara seorang wanita tua: ''Silahkan masuk, siapa ya?'' Terbukalah pintunya. Dia masuk dan meminta kepada ibu tersebut untuk istirahat duduk dan mau meminjam telponnya. Ibu itu tersenyum dan berkata: ''Telpon apa Nak? Apa anda tidak sadar ada dimana? Disini tidak ada listrik, apalagi telepon. Namun demikian, masuklah silahkan duduk saja dulu istirahat, sebentar saya buatkan teh dan sedikit makanan utk menyegarkan dan mengembalikan kekuatan anda.''

Dr. Ishan mengucapkan terima kasih kepada ibu itu, lalu memakan hidangan. Sementara ibu itu sholat dan berdoa serta perlahan-lahan mendekati seorang anak kecil yang terbaring tak bergerak diatas kasur disisi ibu tersebut, dan dia terlihat gelisah diantara tiap sholat. Ibu tersebut melanjutkan sholatnya dengan do'a yang panjang.

Dokter mendatanginya dan berkata: ''Demi Allah, anda telah membuat saya kagum dengan keramahan anda dan kemuliaan akhlak anda, semoga Allah menjawab do'a-do'a anda.'' Berkata ibu itu: ''Nak, anda ini adalah ibnu sabil yang sudah diwasiatkan Allah untuk dibantu. Sedangkan do'a-do'a saya sudah dijawab Allah semuanya, kecuali satu.'' Bertanya Dr. Ishan: ''Apa itu do'anya?'' Ibu itu berkata: ''Anak ini adalah cucu saya, dia yatim piatu. Dia menderita sakit yang tidak bisa disembuhkan oleh dokter-dokter yang ada disini. Mereka berkata kepada saya ada seorang dokter ahli bedah yang akan mampu menyembuhkannya; katanya namanya Dr. Ishan, akan tetapi dia tinggal jauh dari sini, yang tidak memungkinkan saya membawa anak ini ke sana, dan saya khawatir terjadi apa-apa di jalan. Makanya saya berdo'a kepada Allah agar memudahkannya.'' Menangislah Dr. Ishan dan berkata sambil terisak: ''Allahu Akbar, Laa haula wala quwwata illa billah. Demi Allah, sungguh do'a ibu telah membuat pesawat rusak dan harus diperbaiki lama serta membuat hujan petir dan menyesatkan kami, Hanya untuk mengantarkan saya ke ibu secara cepat dan tepat. Saya lah Dr. Ishan Bu, sungguh Allah telah menciptakan sebab seperti ini kepada hambaNya yang mu-min dengan do'a. Ini adalah perintah Allah kepada saya untuk mengobati anak ini.''

Kesimpulan: Jangan pernah berhenti berdo'a sampai Allah menjawabnya.

Menikmati Nikmat Lupa




Apakah Anda sewaktu-waktu merasa bahwa lupa adalah sebuah nikmat besar yang diberikan Allah Ta’ala kepada manusia?! Sekiranya Allah tidak menurunkan kepada kita nikmat semacam ini, niscaya kehidupan kita berubah menjadi neraka yang tidak tertandingi.

Karena seorang manusia pada saat lupa, ia lupa akan kejadian-kejadian yang memilukan atau musibah-musibah yang menakutkan. Jika hal itu tidak terjadi, ia pasti akan selalu tersiksa, dan tidak akan mampu menebusnya.

Banyak orang tidak memandang nikmat ini, tidak menghargai nilai yang terkandung di dalamnya, bahkan mereka selalu mengingatkan dirinya dengan berbagai kesedihan, musibah-musibah atau kesulitan. Ada sebagian suami yang terus-menerus mengingat kejelekan-kejelekan isterinya dan ia tidak melupakannya. Karena itu, ia selalu mengingatnya. Jika isterinya melakukan kesalahan sebagaimana yang pernah dialaminya, ia mengatakan padanya, “Bukankah kamu telah melakukan hal yang demikian pada hari demikian.” Ia terus menghitung-hitung kejelekannya, dan dengan semua ini berarti ia sedang mengumpulkan kesulitan seluruhnya.
Sesungguhnya Islam yang agung telah mengajarkan kepada kita untuk melupakan kejelekan dari ikhwan-ikhwan kita kaum Muslimin, terlebih lagi dari isteri-isteri kita, dan mengajarkan kepada kita untuk menolak musuh-musuh kita dengan cara yang lebih baik, terlebih lagi kepada orang-orang yang kita cintai. Allah subhanahu wata’ala berfirman,” Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia.” (Fushshilat: 34)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah mengalami sebagian kesulitan dari sebagian isteri-isterinya, sebagai akibat kecemburuan mereka, namun beliau dapat memikulnya dan tetap memberikan kasih sayangnya kepada mereka. Beliau tidak menghukum mereka terhadap kesalahan yang kecil dan yang besar, bahkan beliau memaafkan dan menghapuskannya. Inilah akhlak seorang suami yang shalih.

source : Ustadz Khalid

Paling Dicintai oleh Allah Namun Paling Diuji dengan Kesedihan...



Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata :
ثمانون سنة، لم يفارق في الْحُزْنُ قَلْبَهُ، وَدُمُوعُهُ تَجْرِي عَلَى خَدَّيْهِ، وَمَا عَلَى وَجْهِ الْأَرْضِ عَبَدٌ أَحَبَّ إِلَى اللَّهِ مِنْ يَعْقُوبَ .

"Selama 80 tahun nabi Ya'qub berpisah dengan Nabi Yusuf hingga mereka bertemu kembali, kesedihan tidak pernah terlepas dari hati Ya'qub, sementara air mata beliau mengalir ke kedua pipi beliau. Padahal beliau orang yang paling dicintai oleh Allah di atas muka bumi (tatkala itu)." (Tafsir Ibnu Katsir 4/413)
Jika antum sering mengalami kesedihan....janganlah suudzon kepada Allah..., siapa tahu antum dicintai oleh Allah....jangan berputus asa bagaimanapun juga, sebagaimana nabi Ya'qu
كَانَ مُنْذُ فَارَقَ يُوسُفُ يَعْقُوبَ إِلَى أن التقيا، b yang selalu berharap Allah mengembalikan nabi Yusuf kepadanya. Dan setelah 80 tahun....Allah pun mengabulkan dan mempertemukan mereka kembali.

Baru Talaq Satu dan Dua, Jangan Segera Berpisah, Ia Masih Istrimu!


Masih ada salah kaprah di masyarakat kita, yaitu ketika seorang suami menjatuhkan talak ra'jiy atau menceraikan istrinya. Maka statusnya langsung bukan suami istri . Maka baru saja talak terjadi dan belum habis masa iddah, semua sudah dipisahkan. Istri langsung
pulang ke rumah orang tua, barang-barang punya istri langsung diangkat dan harta langsung dipisahkan.


Syaikh Muhammad bin Shalih AL-'Utsaimin rahimahullah berkata,


ﻭﻣﺎ ﻛﺎﻥ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻋﻠﻴﻪ ﺍﻵﻥ ﻣﻦ ﻛﻮﻥ ﺍﻟﻤﺮﺃﺓ ﺇﺫﺍ ﻃﻠﻘﺖ
ﻃﻼﻗﺎً ﺭﺟﻌﻴﺎً ﺗﻨﺼﺮﻑ ﺇﻟﻰ ﺑﻴﺖ ﺃﻫﻠﻬﺎ ﻓﻮﺭﺍً ، ﻫﺬﺍ
ﺧﻄﺄ ﻭﻣﺤﺮﻡ
"Manusia pada saat ini (beranggapan) status istri jika ditalak dengan talak raj'iy (masih talak satu dan dua), maka istri langsung segera pulang ke rumah keluarganya. Ini adalah kesalahan dan diharamkan." [1]


Talak satu dan dua masih bisa balik rujuk (talak raj'iy)


Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,


ﻟﻄَّﻼﻕُ ﻣَﺮَّﺗَﺎﻥِ ﻓَﺈِﻣْﺴَﺎﻙٌ ﺑِﻤَﻌْﺮُﻭﻑٍ ﺃَﻭْ ﺗَﺴْﺮِﻳﺢٌ ﺑِﺈِﺣْﺴَﺎﻥٍ
"Talak (yang dapat dirujuk) dua kali. Setelah itu boleh rujuk lagi dengan cara yang baik atau menceraikan dengan baik" (Al-Baqarah: 229)


Dan selama itu suami berhak merujuk kembali walaupun tanpa persetujuan istri.
Allah Ta'ala berfirman,


ﻭَﺍﻟْﻤُﻄَﻠَّﻘَﺎﺕُ ﻳَﺘَﺮَﺑَّﺼْﻦَ ﺑِﺄَﻧْﻔُﺴِﻬِﻦَّ ﺛَﻠَﺎﺛَﺔَ ﻗُﺮُﻭﺀٍ ﻭَﻟَﺎ ﻳَﺤِﻞُّ
ﻟَﻬُﻦَّ ﺃَﻥْ ﻳَﻜْﺘُﻤْﻦَ ﻣَﺎ ﺧَﻠَﻖَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻓِﻲ ﺃَﺭْﺣَﺎﻣِﻬِﻦَّ ﺇِﻥْ ﻛُﻦَّ
ﻳُﺆْﻣِﻦَّ ﺑِﺎﻟﻠَّﻪِ ﻭَﺍﻟْﻴَﻮْﻡِ ﺍﻟْﺂَﺧِﺮِ ﻭَﺑُﻌُﻮﻟَﺘُﻬُﻦَّ ﺃَﺣَﻖُّ ﺑِﺮَﺩِّﻫِﻦَّ ﻓِﻲ
ﺫَﻟِﻚَ ﺇِﻥْ ﺃَﺭَﺍﺩُﻭﺍ ﺇِﺻْﻠَﺎﺣًﺎ
" Wanita-wanita yang ditalak hendaklah menahan diri (menunggu) tiga kali quru' (masa 'iddah). Tidak boleh mereka menyembunyikan apa yang
diciptakan Allah dalam rahimnya, jika mereka beriman kepada Allah dan hari akhirat. Dan suami-suaminya berhak merujukinya dalam masa menanti itu (masa 'iddah), jika mereka (para suami) menghendaki ishlah " (Al Baqarah: 228).


Jangan segera berpisah


Suami istri bahkan diperintahkan tetap tinggal satu rumah. Demikianlah ajaran islam, karena dengan demikian suami diharapkan bisa menimbang kembali dengan melihat istrinya yang tetap di rumah dan mengurus rumahnya.
Demikian juga istri diharapkan mau ber- islah karena melihat suami tetap memberi nafkah dan tempat tinggal.


Dan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,


ﺇِﻧَّﻤَﺎ ﺍﻟﻨَّﻔَﻘَﺔُ ﻭَﺍﻟﺴُّﻜْﻨَﻰ ﻟِﻠْﻤَﺮْﺃَﺓِ ﺇِﺫَﺍﻛَﺎﻥَ ﻟِﺰَﻭْﺟِﻬَﺎ ﻋَﻠَﻴْﻬَﺎ
ﺍﻟﺮَّﺟْﻌَﺔُ .
" Nafkah dan tempat tinggal adalah hak istri, jika suami memiliki hak rujuk kepadanya." [2]


Allah Ta'ala berfirman,


ﻟَﺎ ﺗُﺨْﺮِﺟُﻮﻫُﻦَّ ﻣِﻦْ ﺑُﻴُﻮﺗِﻬِﻦَّ ﻭَﻟَﺎ ﻳَﺨْﺮُﺟْﻦَ ﺇِﻟَّﺎ ﺃَﻥْ ﻳَﺄْﺗِﻴﻦَ
ﺑِﻔَﺎﺣِﺸَﺔٍ ﻣُﺒَﻴِّﻨَﺔٍ
" Janganlah kamu keluarkan mereka dari rumah mereka dan janganlah mereka (diizinkan) ke luar kecuali kalau mereka mengerjakan perbuatan keji yang terang." QS. Ath Thalaq: 1.


Ibnu Katsir rahimahullah menafsirkan,


ﻭَﻗَﻮْﻟُﻪُ : } ﻟَﺎ ﺗُﺨْﺮِﺟُﻮﻫُﻦَّ ﻣِﻦْ ﺑُﻴُﻮﺗِﻬِﻦَّ ﻭَﻻ ﻳَﺨْﺮُﺟْﻦَ { ﺃَﻱْ :
ﻓِﻲ ﻣُﺪَّﺓِ ﺍﻟْﻌِﺪَّﺓِ ﻟَﻬَﺎ ﺣَﻖُّ ﺍﻟﺴُّﻜْﻨَﻰ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﺰَّﻭْﺝِ ﻣَﺎ
ﺩَﺍﻣَﺖْ ﻣُﻌْﺘَﺪَّﺓً ﻣِﻨْﻪُ، ﻓَﻠَﻴْﺲَ ﻟِﻠﺮَّﺟُﻞِ ﺃَﻥْ ﻳُﺨْﺮِﺟَﻬَﺎ، ﻭَﻟَﺎ
ﻳَﺠُﻮﺯَ ﻟَﻬَﺎ ﺃَﻳْﻀًﺎ ﺍﻟْﺨُﺮُﻭﺝُ ﻟِﺄَﻧَّﻬَﺎ ﻣُﻌْﺘَﻘَﻠَﺔٌ ‏( 3‏) ﻟِﺤَﻖِّ ﺍﻟﺰَّﻭْﺝِ
ﺃَﻳْﻀًﺎ .
"Yaitu: dalam jangka waktu iddah, wanita
mempunyai hak tinggal di rumah suaminya selama masih masa iddah dan tidak boleh bagi suaminya mengeluarkannya. Tidak bolehnya
keluar dari rumah karena statusnya masih
wanita yang ditalak dan masih ada hak suaminya juga (hak untuk merujuk)." [3]


Istri yang ditalak raj'iy berdosa jika keluar
dari rumah suami


Al-Qurthubi rahimahullah menafsirkan,


: ﺃﻱ ﻟﻴﺲ ﻟﻠﺰﻭﺝ ﺃﻥ ﻳﺨﺮﺟﻬﺎ ﻣﻦ ﻣﺴﻜﻦ ﺍﻟﻨﻜﺎﺡ ﻣﺎ
ﺩﺍﻣﺖ ﻓﻲ ﺍﻟﻌﺪﺓ ﻭﻻ ﻳﺠﻮﺯ ﻟﻬﺎ ﺍﻟﺨﺮﻭﺝ ﺃﻳﻀﺎً ﺍﻟﺤﻖ
ﺍﻟﺰﻭﺝ ﺇﻻ ﻟﻀﺮﻭﺭﺓ ﻇﺎﻫﺮﺓ؛ ﻓﺈﻥ ﺧﺮﺟﺖ ﺃﺛﻤﺖ ﻭﻻ
ﺗﻨﻘﻄﻊ ﺍﻟﻌﺪﺓ
"yaitu tidak boleh bagi suami mengeluarkan istrinya dari rumahnya selama masih masa iddah dan tidak boleh bagi wanita keluar juga karena (masih ada) hak suaminya kecuali pada keadaan
darurat yang nyata. Jika sang istri keluar maka ia berdosa dan tidaklah terputus masa iddahnya." [4]


Dalam fatwa Al-Lajnah Ad-Daimah dijelaskan,


ﺗﺄﺛﻢ ﺍﻟﻤﻌﺘﺪﺓ ﻣﻦ ﻃﻼﻕ ﺭﺟﻌﻲ ﺇﺫﺍ ﺧﺮﺟﺖ ﻣﻦ ﺑﻴﺖ
ﻣﻄﻠﻘﻬﺎ ﻣﻦ ﻏﻴﺮ ﺇﺧﺮﺍﺝ ﻟﻬﺎ ، ﺇﻻ ﺇﺫﺍ ﺩﻋﺖ ﺇﻟﻰ
ﺧﺮﻭﺟﻬﺎ ﺿﺮﻭﺭﺓ ، ﺃﻭ ﺣﺎﺟﺔ ﺗﺒﻴﺢ ﻟﻬﺎ ﺫﻟﻚ
" Mendapat dosa jika wanita yang ditalak raj'iy jika keluar dari rumah suaminya , asalkan tidak dikeluarkan (diusir). Kecuali jika ada keperluan darurat yang membolehkannya." [5]


Semoga bisa menimbang kembali
Mengenai ayat,


ﻟَﺎ ﺗَﺪْﺭِﻱ ﻟَﻌَﻞَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻳُﺤْﺪِﺙُ ﺑَﻌْﺪَ ﺫَﻟِﻚَ ﺃَﻣْﺮًﺍ
" Kamu tidak mengetahui barangkali Allah
mengadakan sesudah itu sesuatu hal yang baru " (Ath- Thalaq: 1).


Ibnu Katsir rahimahullah menafsirkan,


ﺃﻱ : ﺇﻧﻤﺎ ﺃﺑﻘﻴﻨﺎ ﺍﻟﻤﻄﻠﻘﺔ ﻓﻲ ﻣﻨﺰﻝ ﺍﻟﺰﻭﺝ ﻓﻲ ﻣﺪﺓ
ﺍﻟﻌﺪﺓ، ﻟﻌﻞ ﺍﻟﺰﻭﺝ ﻳﻨﺪﻡ ﻋﻠﻰ ﻃﻼﻗﻬﺎ ﻭﻳﺨﻠﻖ ﺍﻟﻠﻪ
ﻓﻲ ﻗﻠﺒﻪ ﺭﺟﻌﺘﻬﺎ، ﻓﻴﻜﻮﻥ ﺫﻟﻚ ﺃﻳﺴﺮ ﻭﺃﺳﻬﻞ .
"Istri yang dicerai tetap diperintahkan untuk tinggal di rumah suami selama masa 'iddahnya. Karena bisa jadi suami itu menyesali talak pada istrinya. Lalu Allah membuat hatinya untuk
kembali rujuk. Jadilah hal itu mudah". [6]




Disempurnakan di Lombok, Pulau seribu Masjid 11 Shafar 1434 H


Penyusun: Raehanul Bahraen
Artikel www.muslimafiyah.com


___________


[1] Fatawa Asy-Syar'iyyah dinukil dari: http://islamqa.info/ar/ref/122703
[2] Hadits shahih. Riwayat An-Nasa'i (VI/144)
[3] Tafsir Ibnu katsir 8/143, Darut Thayyib,
cet. III, 1420 H, syamilah
[4] Tafsir Qurthubi 18/154, Darul Kutub Al-
Mishriyah, Koiro, cet. II, 1384 H, syamilah
[5] Fatwa Al-Lajnah 20/224 no. 9097, syamilah
[6] Tafsir Ibnu katsir 8/144, Darut Thayyib,
cet. III, 1420 H, syamilah

Minggu, 24 Agustus 2014

Cinta Seorang Engineer...


Bismillahirramanirrohim Wassotu wassalamuala Rasulill karim, wa alaa aalihi wa ashabihi ajmain.

Alhamdulillah, setinggi-tinggi kesyukuran kita panjatkan ke hadrat Allah SWT kerana masih lagi diberi peluang dan ruang untuk kita bergerak dan sentiasa bergerak dalam menjalankan kerja2 harian kita sebagai seorang muslim dan mukmin. Tidak ramai yang berjaya menghadapi kesesakan2 dan kesusahan hidup malah terlalu ramai yang gagal dalam fitnah kekayaan yang sentiasa menjadi benteng kekayaan di akirat kelak. Ramai yang merasa diri mereka kaya dikhalayak manusia, namun hanya sedikit yang merasakan dirinya itu miskin dihadapan Allah..

Beberapa semester dahulu, ketika didalam kelas ekonomi dan accounting, masih teringat akan sebuah graph berkenaan dengan Entrepreneur Demand and Supply Graph yang menunjukkan bilangan hargadan juga quantity. Dalam graph demand, menunjukkan apabila bilangan harga meningkat, quantity akan semakin kurang. Manakala dalam graph supply, apabila bilangan harga bertambah, quantity juga turut bertambah! 


Graph di atas menunjukkan graph linear dan parallel antara harga dan quantity(macam ayat dalam buku kat sekolah dulu). Yang paling penting terhadap diri seorang hamba dan Tuhannya adalah graph Supply. Apabila Harga/kekayaan dirinya meningkat, seharusnya quantity amalannya juga terus meningkat! Bukan seperti yang ditunjuk didalam graph Demand, Apabila kekayaan yang di anugerahkan pada dirinya, malah quantity amalannya semakin berkurang dan berkurang. Pantas saja seorang Muslim itu seharusnya mempunyai graph Supply didalam dirinya, di dalam hatinya. Terutamanya yang menulis nie especially. InsyaAllah!:)

Dalam Sebuah buku Engineering, iaitu Engineering Ethics and Environment merungkaikan makna engineer dari sudut Bahasa kebaratan iaitu "One of the professions, is meant to serve public. A combination between science and Mathematics. The profession requires that its practitioners adhere to strict codes of conduct, such as at all times placing; paramount the health, safety and welfare of the public, thats what Engineer serve!" Manakala dari segi Istilah nya, Engineer merupakan seorang hamba dan manusia yang terus menerus kreatif dan innovative dalam mencipta sebuah projek yang akan sentiasa dapat mendekatkan dirinya dengan Tuhannya.

"Bukanlah sains yang membawa nafas baru kepada Eropah. Pengaruh luar yang meluas daripadaperadaban Islam membawakan cahaya pertama kehidupan Eropah" Robert Briffault, petikan dalam bukunya, The Making Of Humanity.

Bagi Menjadi seorang engineer memerlukan jiwa yang kental, komitmen yang jitu dan disiplin yang tinggi. Ini kerana bermula dari proses permohonan kemasukan ke Universiti sehinggalah ke alam pekerjaan, cabaran yang dihadapi begitu hebat dan hanya mampu dan berjaya di tempuh oleh mereka yang cemerlang dan istiqomah dengan ilmu yang dipelajarinya. Kecemerlangan di sini bukan sahaj daripada segi Akademik tetapi juga sahsiah dan keperibadian diri yang mulia. Oleh sebab itu bukan semua calon yang memasuki Universiti akan keluar dengan segulung Ijazah dan bukan semua yang berkonvokesyen memiliki kerja yang diingini. Malah tidak semua yang mendapat pekerjaan mampu menunjukkan prestasi kerja yang baik. Tetapi terdapat juga kes yang mana walaupun berjaya dalam kerjaya, tetapi mengalami kekalutan dalam rumahtangga dan keluarga.

Pelbagai cabaran yang wajib ditempuhi ntuk menjadi seorang engineer. Bermula dengan cabaran Pra-Universiti atau cabaran di alam persekolahan diikuti dengan cabaran lebih hebat iaitu di Universiti yang akan menentukan kejayaan menjawat profession yang diimpikan. Seterusnya cabaran dunia pekerjaan yang dapat dijadikan kayu pengukur kejayaan sebenar graduan dalam mengaplikasikan segala ilmu yang dipelajarinya. Termasuk juga cabaran k-ekonomi(membangunkan industri berasaskan pengetahuan) yang menjadi perhatian dan topik utama perbincangan kebelakangan ini dan apakah sumbangan yang boleh diberikan oleh engineer bagi merealisasikan impian wawasan negara dan agama.

Kata Dr Mustafa Assiba'i, "Kaum muda membuat sejarah dengan hati mereka. Cendikiawan membuat sejarah dengan akal fikiran mereka. Orang arif membuat sejarah dengan jiwa mereka. Apabila hati, akal dan jiwa saling menunjang membuat sejarah, pasti sejarah tidak akan pudar sinarnya dan tidak akan padam obornya"


Engineer Barat




"Hendaklah kita melakukan seleksi terhadap apa yang boleh kita ambil dari orang barat/asing dan apa yang harus kita tinggalkan. Beberapa hal yang kita boleh ambil dari mereka adalah ilmu yang bermanfaat dan berguna" Dr Abdullah Nasih Ulwan



Sejak manusia mula membina tamadun lagi, mereka sudah cuba mendirikan binaan tinggi. Orang Mesir berjaya membina binaan pencakar langit lebih 2000 tahun sebelum masihi. Antaranya adalah Piramid, dan yang paling tinggi adalah Cheops, setinggi 146.6 meter (481 kaki) di Giza. Ia dipercayai dibina pada tahun 2570 sebelum masihi. Orang Greek pula membina Parthenon pada kira-kira tahun 432 sebelum masihi, manakala orang Maya yang dianggap masyarakat primitif membina sebuah kompleks yang luas di Tikal di mana terdapat lebih 3000 struktur di dalamnya dan yang paling tinggi adalah 60 meter(229 kaki).

Struktur binaan pertama paling tinggi pada zaman modern adalah Washington Monument yang mula didirikan pada 7 ogos 1783 bagi memperingati Presiden Amerika Syarikat yang pertama, George Washington. Kerja membina monumen ini bagaimanpun terbengkalai selama beberapa tahun dan hanya dipulihkan semual pada tahun 1849. Apabila siap tingginya adalah 169 meter atau 555 kaki.

Bangunan pencakar langit yang pertama adalah Home Insurance Building yang siap terbina pada tahun 1885. Ketinggiannya adalah 55 meter atau 180 kaki. Bangunan di Chicago ini bagaimanapun terpaksa dirobohkan pada tahun 1931. Pada tahun 1889, terbinalah Eiffel Tower di Paris. Binaan yang bersejarah dan luar biasa ini di ilmhamkan oleh jurutera bernama Gustave Eiffel. Tingginya adalah 300 meter atau 986 kaki. Hari ini ia masih berdiri sebagai salah satu mercu tanda paling unik di dunia. Apa yang dibanggakan dua daripada 100 bangunan tertinggi di dunia hari ini letaknya di Kuala Lumpur City Center(KLCC) dikira dua bangunan berasingan malahan pada suatu ketika dahulu ianya pernah mencatat sebagai bangunan tertinggi di dunia. Jepun pun tidak pernah terfikir nak buat bangunan tinggi-tinggi. Semakin tinggi semakin banyak kerosakan yang akan berlaku.. Nauzubillah..

Di dalam buku terbaru Judith Dupre, Skyscrapers, menara itu dikira berasingan, tiap satunya 450 meter(1476 kaki) tinggi dan ia mengalahkan Sears Tower di Chicago yang tingginya 443 meter(1454 kaki). Buku Judith Dupre itu juga memuatkan wawancara penulis dengan Philip Johnson, Seorang Professional Engineer dan pengkritik binaan. Antara katanya "Bangunan pencakar langit sudah berpindah ke dunia baru iaitu di rantau pasifik," "Menara adalah kuasa" katanya lagi. "Inilah cara orang Asia menunjukkan mereka tidak kalah dengan Barat. Lagipun siapa yang menduga orang Malaysia dan mereka di Timur Jauh dapat membina pencakar langit yang lebih hebat?" tanya beliau.


Mungkin ramai masih mengingati Alexander Graham Bell yang mula-mula mereka cipta telefon ataupun alat perhubungan yang membolehkan percakapan secara terus. Telefon pertama di patenkan pada tahun 1876, sehingga je hari ini telefon terus memberikan perkhidmatan kepada manusia. Hasil ciptaan oleh seorang engineer ini menjimatkan masa, tenaga dan wang ringgit yang banyak dalam perhubungan dan telekomunikasi. Malaysia tidak kalah dalam teknologu telekomunikasinya apabila Telekom Malaysia menjadi Pelopor utama komunikasi negara dan diikuti dengan Celcom, Maxis, dan Digi.


Henry Ford pula terkenal kerana menjadi antara orang terawal mereka cipta dan membina kenderaan berinjin. Beliau adalah seorang engineer yang komited dengan kerjanya dan sanggup mengorbankan masa dan tenaga bagi mencapai kejayaan dalam inovasinya. Kereta pertama ciptaanya dibina pada tahun 1903. Sehingga kini pelbagai jenis bentuk kereta di bangunkan bagi kemudahan pengangkutan manusia dalam kehidupan seharian. Kereta pertama keluaran Proton saga selepas lebih kurang 80 tahun kereta di keluarkan secara komercial dan sejak itu ia mengalami perkembangan yang amat menggalakkan. Kereta tebaru keluaran proton adalah Inspira, lebih kurang sama seperti Mitsubishi Evo.(hehe...)


Engineer Islam




Salah satu sumbangan tamadun Islam yang teragung adalah sumbangan Al-Khawarizmi dalam bidang matematik dengan mengutarakan idea sistem penomboran yang diguna pakai sehingga hari ini. Selain itu, Al-Battani yang membangunkan teori Trigonometri bagi perkiraan ilmu falak dan astronomi. Ramai lagi tokoh atau engineer-engineer Islam yang memberikan sumbangan besar kepada perkembangan sains dan teknologi.

Al-Galdaki, merupakan seorang engineer yang mempunyai pengetahuan luas dalam ilmu fizik. Antara teori beliau mengenai suara dan membahagikan suara kepada dua iaitu yang nyata dan lemah, yang lembut dan keras. Pada pendapat Al-Galdaki punca suara terhasil daipada gerakan gelombang-gelombang udara yang berkait rapat dengan tabiat tubuh badan dan pergerakan gelombang udara. Teori itu sekarang ini diaplikasikan didalam perubatan alternatif. Beliau mengarang sekitar 20 rencana dan yang terpenting adalah Al-Misbah fi Asrari ilmu Al Miftah, Ilmu Al-Kimia dan Al-Burhan fi Ilmi Al-Mizan. Kitab ini adalah catitan-catitan beliau terhadap ahli-ahli kimia Arab, implementasi dan pemikiran mereka dalam ilmu kimia.

Seorang Ahli matematik, astronomi, fizik dan mekanik Byzantin. Al-Khazini juga mahir dalam bidang mekanik dan statik. Beliau banyak terpengaruh aliran pemikiran Hindu dan Parsi dalam penyusunan ini. Pada pendapat beliau, udara mempunyai berat dan berpotensi menjadi cecair dan sesuatu benda menjadi lebih ringan ketika berada di udara. Kerana itu beliau mencipta alat menyukat berat sesuatu jisim yang berada di udara dan di air. Beliau sependapat dengan Arsyimidas bahawa cecair mampu bertukar menjadi gas. Walau bagaimanapun sukatan dan pengiraan yang beliau lakukan lebih halus dan teliti. Antara karangan beliau adalah buku Kitab Mizanu Al-Hikmat yang mengadungi perihal alam semula jadi, buku Al-Fajr wa Al-Syafaq yang menjelaskan kedudukan fajar dan ufuk merah yang mula muncul di waktu terbit matahari 19 darjah dibawah ufuk. Juga buku Sakzaiju al-Sanjari Al-Mu'tabar dan buku Al-Aalatu Al-Ajibatu Al-Rosdiah.

Engineer Muslim tidak pernah terlepas dari CINTA!

Akhir kata, Rasanya inilah waktu-waktu yang dinanti oleh pembaca2 yang budiman. Sabar-sabar.. Iya, Seorang engineer muslim juga merupakan seorang Da'i. Nah, Seorang Da'i juga merupakan seorang manusia yang mempunyai rasa Kasih dan Sayang. Rasa Cinta yang tidak pernah putus2 terhadap seseorang/sesuatu yang telah sebati didalam dirinya. Tidak akan tertegaknya sesuatu apabila tiada cinta didalam dirinya. iya kan? Seperti seorang yang membina bangunan jika tiada rasa cintanya terhadap pekerjaannya itu, pasti bangunan itu tidak pernah akan tahan lama. Kerana Cinta terhadap Tuhannya, Nabi Ibrahim dan anakandanya, Nabi Ismail a.s telah siap membina Baitullahil haram yang sehingga kini masih tertegak dengan Izin Allah!

Cinta mempunyai pelbagai makna dan terserah kepada individu itu hendak bagaimana memaknakannya. Namun, dalam mencari Redha Allah, Cinta itu hanya berpaksikan Iman. Cinta di dalam mencari ilmu, jika hanya rasa cinta namun tiada iman didalamnya, maka tidak akan pernah barokah ilmunya itu. Semoga Barokah Allah sentiasa mengiringi diri kita dalam menuju kejayaan hidup didunia dan diakhirat. Ameen...

Barakallahulakuma..(Perkataan ini bukan hanya tuk yang nak nikah saja tetapi untuk yang sedang menuntut ilmu juga)^_^

http://pemudekahfi.blogspot.com/2011_03_01_archive.html