.

Kamis, 20 Mei 2021

DM Ala-Ala

 

(Terlambat kasih)

Facebook adalah media dimana kita bisa bertemu dengan temen teman lama, ada juga fitur yang disediakan facebook sendiri,  diantaranya fitur yang saya temui adalah sarana pertemanan. “Orang yang mungkin anda kenal” begitulah yang Nampak di bagian kiri atas disertai foto avatar kitab suci Al Quran  dengan bertaburan bungga mawar bermotiv pink dan putih dengan nama yang islami: xxxx Milatul izzah.

 

Taklama ku add dan taklama pula di konfirmasi, sama-sama lulusan poltekes tapi wanita itu jurusan farmasi. Seperti halnya saran pertemanan yang lain maka aku biarkan begitu saja setelah bertemanan, aku tidak lantas mengajak chating atau mengirim pesan lewat inbox, rasanya tidak akhsan bila harus chat sama akhwat apalagi baru kenal, ngga mau ah disebut ikhwan alay maka kulewati begitu saja.

Hari berganti hari dan waktu berjalan tiba tiba ku lihat kata di status fb nya. kata-kata yang menyemangati dan kata-kata yang memang aku butuhkan waktu itu, penuh motivasi dan sedikit memberi solusi atas rasa gundah. Saya yakkin dia akhwat tarbiyah anggapan saya dia aktivis dakwah kampus yang bisa memberi warna disekitar dan memberi manfaat dimata adik-adik tingkatnya. Taklama setelah itu aku lihat berandanya, tiga setatus teratasnya aku baca dan lumayan mengurangi kegelisahanku dalam dunia dakwah sewaktu itu, tidak lama setelah itu aku mematikan facebook dan aku melupakanya begitu saja, kata-katanya bagus tapi ya itu hanya kesan saja, lalu kulewati begitu saja.

 

Bulan berganti bulan saya pun jarang-jarang membuka jejaring social dan aku mulai mebaca beberapa status yang ada, kurang lebih 15 menit mengamati beberapa kegalauan dan kenarsisan temen-temen lamaku dan saya pun harus mengakhiri dengan log out. Namun sebelum meninggalkan fb giliran setatus terakhir ada nama akhwat yang aku maksud dan aku log in kembali, ternyata nama akunya ditandai foto oleh temen akhwatnya, yah foto saat bersama-sama melakukan pengajian pekanan, disitu saya mengenal mukanya yang membuat kagum lalu aku doakan dalam hati temen-temen farmasi agar tetap istiQomah dalam menjalankan dakwah, dan taklama setelah itu lalu kubiarkan begitu saja.

 

Seminggu setelah itu di waktu yang agak kosong saya online dan mengajak chating dengan wanita yang dimaksud yang kebetulan juga ada titik kuning sebelum namanya yang menunjukan sedang on line. saya menanyakan kabar ikhwan generasi saya dulu, maklum ada sebagian ikhwah yang tidak mempunyai akun facebook dan temen laki saya yang difarmasi hampir semua tidak mempunyai akun. Saya menanyakan kabar mereka dan juga memperkenalkan kalau saya temenya ini dan itu dan dia mengenalnya, saya chating tidak lama dan setelah itu aku tinggalkan dan log out.

 

Setelah sholat ba’diah maghrib tiba-tiba aku menginggat temen-temen ikhwan yang ada di farmasi, kampus kami memang berjauhan, kampus saya deket Kounsil Kedokteran di Blok M, Kebayoran baru sedangkan jurusan Farmasi di Badan pom pasar minggu, dua jurusan ini tidak pernah bertemu terkecuali ada kajian Fosti bersama, terkadang terbesit dalam fikiranku bagaimana agar hubungan silaturahmi ini tetap terjalin, maka beberapa hari kemudian di inbox aku tanyakan ke akhwat tersebut:

“Ukhti Afwan anti sudah punya calon suami belum?”,

Begitu pesan yang aku kirim di inbox dan tak lama dia menjawab: afwan akhi pertanyaanya to the point bangget J.

Saya ngga tau ini akhsan atau tidak sebagai permulaan namun saya begitu terposa dengan semanggat dakwah dan nilai-nilai tarbiyah yang sedikit tertanam dalam perilaku keseharian, maka untuk menindak lanjuti aku tinggalkan nomer hp dan akupun meminta dia kirim juga nomer pribadinya andai kata memungkinkan.

Saat jatuh cinta semuanya serasa indah maka aku pastikan mengenali dia dalam hal kelemahan dan kekurangan agar nantinya saya siap menerimanya. Ingin rasanya saya mengenal dia dari temen-temen disekitarnya, teringgat dulu pernah satu waktu bertemu dengan teman generasi dia saat medikal chek up pada seleksi tenaga kesehatan di RS Premier Bintaro. Segera aku cari nama-nama di phone book dan Alhamdulillah masih menyimpanya kemudian tak ambil fikir aku hubungi dan aku utarakan tentang hal ikhwal ini.

Tiga minggu setelahnnya aku mendapat kabar kalau dia akhwat yang baik dan solehah bahkan selama di kuliah dulu dia rajin meramaikan kegiatan keagamaan, semakin mantap aku rasanya namun ada tapinya dia bilang, lalu dia memberi fakta kalau belum lama dia ada yang deket dengan temen rohisnya sewaktu di SMA namun tidak ada salahnya kak okta maju terus, begitulah pintanya diakhir percakapan.

 

Tidak lama setelah itu aku menghubungi dia lewat telefon tanpa perantara dan tanpa wali, sama persis pertanyaanya namun ini dengan penuh kemantapan yang intinya:

 

Ukhti sudah punya calon pendamping belum?

Pendamping yang nantinya akan menjadi imam…

Imam dalam mengarunggi mahligai rumah tangga…

teman perjuangan dalam mengarunggi samudra dakwah kehidupan…

 

Dan sang akhwat itu berujar:

 Afwan, akhi Okta..

Ana mengerti niat antum, Sayang Ana sudah punya calon….

insaAlloh 2.5 bulan lagi akan walimah,

mohon do’a dan restunya…

kalau berkenan datanglah keresepsi pernikahanku.

Dan sekali lagi afwan saya berdoa semoga ka okta juga menyusul dengan pasangan yang kelak bukan saja menjadi pasangan dunia namun juga pasangan dunia akhirat.

 

 

 

 

 

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar